Ustad Yusuf Mansur - sirik kecil
Ustad Yusuf Mansur - sirik kecil

Nasehat Ustad. Yusuf Mansur : Syirik Kecil

MutiaraPublic.com – Nabi saw. Bersabda, “Aku khawatir pada kalian terdapat syirik kecil adanya.” Para sahabat bertanya, “Apa maksud syirik kecil itu, wahaiutusan ALLAH S.W.T Raja semesta ? ” Nabi saw. Menjawab, “Ialah riya’. ” Kelak hari pembalasan tiba, ALLAH S.W.T akan berkata, “Pergilah kamu. Pergilah pada mereka yang dahulu. Kamu beramal karena orang-orang itu. Tengoklah sekarang. Kalau-kalau kamu temukan pada diri mereka kebaikan.”

Adanya seorang karyawan kantor. Ia diberikan tugas oleh atasannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang cukup penting. Atasannya sangat mengharapkan ia dapat melaksanakan pekerjaan tersebut dengan baik dan menyerahkan laporan dalam batas waktu yang telah ditetapkan. Maka karyawan itu pun melaksanakannya dengan penuh antusias. Setelah pekerjaan tersebut usai, ia menyerahkannya kepada sang atasannya. Ceritanya tidak cukup sampai disini. Ternyata karyawan muda tersebut mempunyai pacar yang bekerja di perusahaan pesaing. Sebetulnya hubungannya belum tentu serius. Namun karena ia ingin pacar atau calon pacarnya tersebut senang sehingga ia makin dicintainya, ia memperlihatkan sebagian hasil pekerjaan yang dikerjakan kepada sang pacar. Tentu informasi tersebut sangat berguna sehingga pacarnya senang. Apabila tidak ada yang tahu, tentu semuanya lancar-lancar saja’

Coba bayangkan, seandainya atasannya tahu apa yang dilakukan oleh anak buahnya yaitu membeberkan rahasia perusahaan, apa kira-kira yang terjadi. Ya, tentu atasan tersebut akan memecat karyawan tersebut karena kesalahan berat yang dilakukannya. Atau minimal mendapatkan peringatan keras berupa SP 3. Memang ia tidak sampai menjadi “double-agent” dari perusahaan pesaing tersebut. Namun dengan mencoba menarik hati pacarnya menggunakan informasi perusahaan, jelas ini membahayakan perusahaan. Terlebih lagi perusahaan lain yang menerima informasi tersebut adalah pesaingnya.

Perbuatan pegawai tersebut menyerahkan pekerjaan dan laporan kepada perusahaan lain adalah perumpamaan dari perbuatan riya’. Riya’ adalah melakukan pekerjaan dari mana hasilnya tidak diserahkan kepada yang semestinya dituju. Dalam pengertian yang lebih spesifik, riya’ adalah mengerjakan suatu ibadah dengan tujuan ingin dilihat oleh orang lain. Yang seperti ini disebut dengan sum’ah, masih saudara pula dengan riya’. Ia mengerjakan suatu ibadah dengan tujuan mendapatkan keuntungan, apakah berupa pujian atau imbalan materi lainnya. Padahal yang seharusnya niatnya melakukan ibadah semata-mata hanya untuk mendapatkan keridhaan ALLAH S.W.T.

Contoh konkretnya adalah seseorang melakukan shalat agar dilihat oleh, misalnya, calon mertua sehingga tercipta image dirinya adalah orang yang rajin sholat. Pada akhirnya tujuannya adalah agar dirinya dapat dikawinkan oleh orang tua itu dengan wanita pujaannya. Imbalan itulah yang ia cari dari perbuatan shalatnya.

Perbuatan riya’ sungguh dicela oleh ALLAH S.W.T. Perbuatan itu bahkan dijuluki dengan istilah syirik kecil. Namanya syirik, besar maupun kecil tentu membahayakan bagi keselamatan kita di akhirat. Dalam bahasa sehari-hari riya’ sering disebut dengan pamer. Dalam hadits di muka, tentu dimaksud adalah pamer dalam perbuatan ibadah, dimana iabadah Kepada ALLAH S.W.T tujuan seharusnya adalah lillahi ta’ala atau karena ALLAH S.W.T semata.

Pada hari akhir nanti ALLAH S.W.T akan menyuruh manusia yang berbuat riya’ untuk minta imbalan dari orang yang dipamerinya. Sudah pasti orang tersebut tidak akan mampu memberikan imbalan. Jangankan memberikan imbalan, nasib dirinya sendiripun masih tidak jelas. Seperti sang atasan yang berkata kepada karyawan di atas, “Karena kamu pamer kepada pacarmu, nanti akhir bulan kam minta gajinya sama dia saja.” Sudahbarang tersebut tentu, pacarnya tidak sanggup menggajinya, wong dirinya sendiri juga belum cukup gajinya. Begitulah nasib orang yang suka pamer ibadah alias riya’. Semoga kita terhindar dari perbuatan semacam itu… Aamiiin !

 

 

 

Oleh : Ustad. Yusuf Mansur
Redaktur : Ning Silviana Sholehah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.