Tips-tips Menggapai Ketaqwaan Kepada Allah SWT
ilustrasi - Tips-tips Menggapai Ketaqwaan Kepada Allah SWT

Tips-tips Menggapai Ketaqwaan Kepada Allah SWT.

MutiaraPublic.com – Sesungguhnya yang paling mulia diantara hamba-hamba Allah SWT itu adalah yang paling bertaqwa. Saudaraku, Taqwa merupakan bekal hidup yang paling berharga dalam diri seorang muslim. Tanpa adanya Taqwa tersebut, hidup ini serasa menjadi tidak bermakna dan hidup ini penuh dengan rasa kegelisahan. Sebaliknya, Seseorang tersebut akan betul-betul merasakan hakikat kebahagiaan hidup (baik dunia maupun akhirat) apabila seseorang tersebut berhasil menyandang predikat bertaqwa (berhasil menggapai ketaqwaan kepada Allah SWT.).

Menurut Ibnu Mandhur yang menyebutkan bahwa Taqwa itu adalah menjaga diri atau mewaspadai diri dari sesuatu yang dibenci (oleh Allah SWT).

Bisa diartikan bahwa Taqwa yang paling sederhana adalah Sifat serta Sikap ketaatan kita (seorang mukmin) terhadap syari’at-syari’at Allah SWT; yaitu dengan menjalankan segala apa yang diperintah oleh Allah SWT dan Menjauhi segala apa yang dilarang Oleh Allah SWT. Maksudnya adalah, seseorang disebut muttaqin (bertaqwa) apabila ia mampu menguasai diri dengan selalu menjalankan kebaikan-kebaikan serta selalu memelihara diri dari perbuatan keji dan mungkar.

Saudaraku, Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu bertaqwa kepada-Nya, sebagaimana dalil/ ayat berikut ini mengenai perintah untuk bertaqwa kepada-Nya, sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

{” Hai orang-orang yang beriman ! Bertaqwalah (kalian) kepada Allah SWT (dengan) sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam “} (Q.S.: Ali Imran : 102)

Ada Beberapa Tips-tips Menggapai Ketaqwaan Kepada Allah SWT. Sebagai berikut :

Pertama, Adalah Mahabbatullah (Mencintai Allah).

Dengan selalu memupuk rasa mahabbatullah seseorang itu akan meraih “Derajat Taqwa”. Hal itu karena orang yang memiliki rasa cinta akan merasa ringan menjalankan kehendak yang dicintainya, baik menjalankan perintah maupun menjauhi larangan. Dengan menuruti perintah dan larangan-Nya itulah seseorang akan meraih derajat Taqwa. Sebab, substansi Taqwa adalah mengkuti perintah dan menjauhi larangan.

Kedua, Adalah Mu’ahadah (Mengingat Perjanjian dengan Allah)

Cara Mu’ahadah ini adalah dengan berkhalwat (menyendiri) bersama-Nya dengan tujuan untuk mengintrospeksi diri. sebagaimana yang dikatakan :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

{” Hanya kepada Engkau (Allah) kami beribadah dan Hanya kepada Engkau (Allah) kami memohon pertolongan “} (Q.S: Al-Fatihah : 5)

Cara yang lainnya adalah dengan selalu mengingat perjanjian ini (“(Q.S: Al-Fatihah : 5)”) pada waktu sholat kita. Apabila kita berkomitmen terhadap janji ini maka sesungguhnya kita telah meniti tangga menuju Ketaqwaan.

Ketiga, Adalah Muraqabatullah (Merasa Diawasi Allah SWT)

Muraqabatullah ini dapat mengantarkan seseorang menuju derajat Taqwa. Sifat Muraqabatullah akan menjadi sistem kontrol yang kuat sehingga Naff-sunya tidak leluasa berbuat semaunya. ketika Muraqabatullah sidah tertanam pada jiwanya maka di saat sepi atau ramai, di saat gelap atau terang, ia akan tetap berjalan di atas jalan-Nya dan ridho-Nya.

Keempat, Adalah Muhasabah (Intropeksi Diri).

Seorang mukmin punya waktu untuk berkhalwat (menyendiri), guna mengintrospeksi semua yang telah dilakukannya. Hal ini sebagaimana Firman-Nya, yakni :

{” Hai Orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah SWT dan Hendaklah seseorang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya (dilakukannya) untuk hari esok (di akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui dari apa yang (telah) engkau kerjakan “} (Q.S.: Al-Hasyr : 18)

Kelima, Adalah Mu’aqabah (Pemberian Sanksi)

Pemberian sanksi yang mubah di sini sangatlah penting sekali karena jika membiarkan diri dalam kesalahan itu akan mempermudah terlanggarnya kesalahan-kesalahan yang lain dan akan membuat diri semakin sulit berhenti dari sikap buruk. Sebagaimana Allah SWT berfirman :

{” Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya engkau bertaqwa “} (Q.S.: Al-Baqarah : 179)

Keenam, Adalah Mujahadah (Optimalisasi)

Apabila seorang mukmin itu terseret dalam kemalasan, sikap santai, cinta dunia, dan tidak lagi melaksanakan amal-amal sunnah, maka ia harus memaksa dirinya untuk melakukan/ melaksanakan amal-amal sunnah lebih banyak dari ibadah yang sebelumnya ia kerjakan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pernah sahabat Rasulullah SAW, yakni Umar bin Khattab ketinggalan shalat jamaah, kemudian beliau langsung mengisi malam harinya itu dengan ibadah dan tidak tidur.
Saudaraku, demikianlah beberapa tips-tips yang bisa ditempuh dalam menggapai ketaqwaan kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Hidayah serta Taufik-Nya kepada kita semua untuk meraih ketaqwaan kepada-Nya. Aamiin !

 

 

 

Oleh : Ika Aminatuz Zuhro
Redaktur : Nur Laely


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.