Mebentuk Kepribadian Islami
Mebentuk Kepribadian Islami

Tips Membentuk Kepribadian Islami

MutiaraPublic.com – Perihal tips Islami yang berkaitan dengan pembentukan kepribadian itu seharusnya/ seyogyanya dipupuk sejak mereka masih usia anak-anak. Jadi, ketika mereka sudah dewasa, sang anak tersbeut akan mampu mengamalkan apa-apa yang telah dipelajarinya. Sehingga mereka itu bisa menjadi muslim yang tagguh, cerdas inteletualitasnya, baik akhlaknya dan bermanfaat.

Nah…, Untuk mencapai itu semua tentunya dibutuhkan sebuah proses yang cukup panjang dalam pembentukan kepribadian islami. Lalu apa saja atau langkah-langkah apa saja yang diperlukan dalam proses pembentukan kepribadian secara islami tersebut? Berikut tips jitu ala MutiaraPublic yang insyaallah bermanfaat dalam membentuk kepribadian islami sejak dini :

Langkah Pertama adalah Pembinaan Aqidah (Keimanan)

Sedini mungkin manusia wajib diberi pembinaan keimanan kepada Allah SWT. Memahami tentang islam dan mengenal Allah adalah langkah utama dalam pembentukan kepribadian. Keyakinan dan kecintaan kepada Allah akan membuat seorang muslim jadi lebih tangguh dalam kuat.

Pembinaan aqidah juga memberikan rasa takut bila hendak melakukan perbuatan buruk. Seseorang jadi merasa was-was bila melakukan hal yang dilarang Allah. Misalnya menyekutukan Allah, merugikan atau membunuh orang lain dan sebagainya. Sebaliknya muslim/muslimah akan merasa senang bila telah melakukan hal baik yang dajarkan Allah dalam Islam.

Pembinaan keimanan juga patut diiringi dengan praktik ibadah yang baik dan benar. Ibadah adalah penyempurnaan dari aqidah. Baik itu ibadah wajib seperti sholat lima waktu. Hingga ibada tambahan lainnya seperti sholat sunnah, puasa, beramal dan lain-lain. Pembinaan aqidah dan sholat ini harus dijadikan kebiasaan sehari-hari, agar tertanam kuat.

Langkah Kedua adalah Pendidikan Akhlak

Akhlak menyangkut soal sikap dan perangai yang dibentuk. Pendidikan akhlak sangat penting agar aktivitas sosial tidak terganggu. Pola prilaku seseorang tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan sejak kecil. Perangai yang buruk seperti emosional, tempramental, penyendiri, serakah dan sebagainya itu ada karena didikan yang salah. Agar hal ini tidak terjadi, maka perhatikan dengan baik pendidikan akhlak yang tepat.

Pendidikan akhlak ini paling dasar dimulai dari lingkungan keluarga. Untuk itu sangat dianjurkan orang tua memberikan contoh yang baik dalam bersikap dan membiasakan anak dengan disiplin. Ajarkan komunikasi yang baik, adab bersikap, cara sopan berpenampilan, bersikap jujur dan sebagainya.

Sinergikan pendidikan akhlak di rumah, di sekolah dan di lingkungan sosial. Jadilah muslim yang amanah, bisa menjaga rahasia, bersabar, meredam iri dan kedengkian. Akhlak yang baik adalah perwujudan dari pembentukan kepribadian seorang muslim.

Langkah Ketiga adalah Fisik dan Jiwa yang Kuat

Fisik berkaitan dengan asupan makanan dan pola hidup sehat yang ditanamkan sejak dini. Jagalah kebersihan dimanapun berada, hindari makanan berisiko penyakit dan rutin berolahraga.

Sementara jiwa yang kuat bersumber dari kasih sayang orang terdekat, perhatian dan komunikasi yang baik. Berikan teguran bila salah dan jangan lupa memuji serta memberikan rewards jika berbuat baik. Perhatian, kasih sayang dan komunikasi yang baik akan membentuk seseorang jadi pribadi penyayang dan lebih terbuka.

Langkah Keempat adalah Pembentukan Intelektualitas

Intelektulitas tidak bisa dipisahkan dari kepribadian seorang muslim. Sejak dini seorang muslim haruslah bersemangat dan diajarkan mencintai ilmu pengetahuan. Mulai dari ilmu kehagamaan, ilmu alam, sosial dan masih banyak lagi. Jadilah muslim yang gemar membaca, mempelajari dan mengamalkan ilmu yang didapatkan.

Setiap orang memiliki bakat, kesukaan dan kecenderungan masing-masing. Anda bisa menjadi ahli bila menekuni dan mendalami hal itu. Menjadi ahli di bidang tertentu sangat disarankan untuk kehidupan sosial dan masa depan gemilang.

Langkah Kelima adalah Sosialisasi dengan Masyarakat

Ini adalah tips Terakhir dalam membentuk kepribadian islami. Cakap berinteraksi di lingkungan sosial sangat penting. Ini akan menumbuhkan tanggung jawab, kepedulian, menjalin silatuahmi dan sebagainya.

Bergaul di tengah masyarakat bisa jadi pelajaran yang terus dialami hingga tua. Banyak hal positif dan negatif yang bisa dipetik hikmahnya. Pergaulan juga turut andil dalam cara membentuk kepribadian.

 

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi saudara/i semua, dan semoga Anak cucu kita bisa menjadi panutan bagi bangsa dan negara tentunya dengan mimiliki Kepribadian Islami. Aamiin !

 

 

 

Oleh : Didik Sugianto
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.