Tips Melunakkan Hati Yang Keras
ilustrasi - Tips Melunakkan Hati Yang Keras

Tips Melunakkan Hati Yang Keras

MutiaraPublic.com Saudaraku, Hati merupakan sumber dari penalaran diri, merupakan sumber tumbuhnya cinta dan benci, merupakan sumber tempat pertimbangan serta sumber keimanan dan kekufuran, Hati juga merupakan sumber taubat dan keras kepala, serta merupakan sumber ketenangan dan kegoncangan.

Tidak hanya itu, Hati merupakan sumber dari kebahagiaan jika kita mampu membersihkannya, Akan tetapi sebaliknya Hati merupakan sumber bencana jika kita menodainya. Sungguh aktivitas badan kita bergantung lurus dengan bengkoknya hati ini. Sebagaimana Abu Hurairah r.a. berkata bahwa :

{“ Hati adalah (ibarat) raja, sedangkan anggota tubuh/ badan kita adalah (ibarat) tentara. (artinya) Jika raja itu (sikap dan perilakunya) bagus, maka bala tentaranya akan bagus pula. (sebaliknya) Jika raja itu (sikap dan perilakunya) buruk, maka (pastinya) akan buruk pula tentaranya “}

Saudaraku, beberapa mengenai tanda-tanda kerasnya hati yang mungkin patut kita ketahui, yakni diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Malas

Malas melakukan ketaatan kepada perintah Allah SWT, serta malas melakukan amal kebaikan kepada sesama, terutama malas dalam menjalankan ibadah-ibadah, bahkan mungkin mereka terlanjur meremehkan-nya. Dalam melaksanakan sholat misalnya, mereka hanya asal-asalan tanpa ada sikap kekhusyukan dan kesungguhan dalam beribadah kepada-Nya, merasa enggan dan seakan berat kakinya dalam melangkah menuju ibadah, apalagi dalam menjalankan ibadah-ibadah sunnah.

Bukankah Allah SWT telah memberikan sifat kepada mereka kaum munafiqin. Sebagaimana Firman-Nya :
{“ Dan mereka (kaum munafiqin) tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan bermalas-malasan dan tidak (pula mereka) menafkahkan (sebagian harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (keadaan terpaksa) “} (Q.S.: At-Taubah : 54)

2. Tidak Tersentuhnya Oleh Ayat-ayat Al-Qur’an

Ketika disampaikannya ayat-ayat Al-Qur’an perihal janji serta ancaman dari Allah SWT, maka mereka tidak terpengaruh sedikit-pun (sama sekali tidak terpengaruh), mereka tidak mau tahu-menahu untuk khusyu’ atau tunduk atas kandungan dari Al-Qur’an, serta mereka juga lalai dari membaca Al-Qur’an apalagi mengkajinya, bahkan enggan untuk mendengarkannya. Bukankah Allah SWT telah berfirman :

{“Maka beri peringatanlah dengan (ayat-ayat) Al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku (Allah SWT) “} (Q.S.: Qaaf : 45)

3. Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah

Mereka tidak tergerak dengan adanya berbagai peristiwa-peristiwa yang sebenarnya bisa memberikan pelajaran kepada mereka, seperti misalnya : sakit, bencana, kematian dan lainnya. Mereka memandang bahwa kematian atau orang yang sedang di kubur tersebut merupakan hal sepele, biasa dan tidak ada apa-apanya, padahal jika mereka kaji maka cukuplah kematian tersebut sebagai nasihatnya.

4. Berlebihan Mencintai Dunia sehingga Melupakan Akhirat

Sungguh segala keinginan dan impiannya hanya bertumpu pada urusan duniawi. Segala sesuatu yang ditimbang-nya pun semata-mata hanya dari sisi materi-materi dunia. Sehingga menjadikan mereka seorang yang dengki, egois, bakhil, dan tamak terhadap carut-marut gemerlap dunia.

5. Kurang Mengagungkan Sang Pencipta

Kurangnya dalam mengAgung-agungkan Allah SWT, sehingga hilanglah rasa cemburu dalam hatinya, kekuatan imannya pun semakin hari melemah, mereka tidak marah jika larangan-larangan Allah SWT diterjang, bahkan mereka berjalan lurus menuju kemungkaran. Tidak lagi mengenal yang ma’ruf dan tidak mau peduli apa itu ma’ruf (kebaikan).

6. Timbul Kegersangan Hati

Kesempitan dada mereka yang terus-menerus mengalami kegoncangan bahkan mereka tidak pernah mencicipi dan merasakan bagaimana ketenangan dan kedamaian (sama sekali), sehingga hatinya pun gersang, gersang terus-menerus dan selalu gundah-gulana terhadap segala sesuatu yang ada pada dirinya.

7. Kemaksiatan Berantai

Kemaksiatan berantai ini termasuk fenomena yang ditimbulkan oleh kerasnya hati, dimana lahirnya berbagai kemaksiatan baru yang timbul akibat dari kemaksiatan yang telah mereka lakukan sebelumnya, sehingga mereka pun menjadi sebuah lingkaran setan dan terbelenggu dengan rayuan maut setan, yang seakan sangat sulit bagi mereka untuk melepaskan diri.

 

Saudaraku, hati yang lembut dan hati yang lunak itu merupakan nikmat Allah SWT yang sangat-sangat besar sekali, sebab hati yang lembut dan lunak tersebut mampu menyerap segala sesuatu yang datang dari Allah SWT.

Oleh karena itu dalam membantu untuk menghilangkan kerasnya hati pada diri kita dan menjadikan hati kita ini lunak, lembut, serta menjadikan hati terbuka dalam menerima kebenaran-kebenaran dari Allah SWT, maka alangkah baiknya kita baca dan pelajari cara/ tips melunakkan hati yang keras berikut ini :

1. Dengan Mengenal Allah (Ma’rifatullah)

Siapa pun yang kenal dengan Allah SWT, niscaya hatinya akan lembut dan lunak, dan bagisiapa saja yang jahil terhadap-Nya, maka otomatis akan keras hatinya. Dengan kata lain semakin bodoh mereka tentang (dalam mengenal) Allah SWT, maka mereka akan semakin berani dalam melanggar batasan-batasanNya. Dan sebaliknya semakin mereka berfikir tentang Allah (berfikir untuk mengenal Allah SWT), maka mereka akan semakin sadar akan kebesaran Allah SWT, dan akan sadar perihal keluasan nikmat serta kekuasaan Allah SWT.

2. Dengan Mengingat Maut

Penderitaan ketika seseorang menjelang “sakaratul maut”, berbagai pertanyaan kubur yang harus mereka jawab dengan kegelapannya, sempitnya, dan sepinnya kubur tersebut. Hal inilah yang termasuk ke dalam mengingat maut. Memperhatikan bagaimana orang ketika mendekati kematian dan bagaimana ketika dirinya menghadiri jenazah yang sudah terkapar kaku. Hal ini juga mampu untuk membangunkan ketertiduran hati yang keras ini.

3. Dengan Berziarah Kubur Kemudian Memikirkan Penghuninya

Bagaimana nasib mereka sekarang yang telah ditimbun oleh tanah, padahal mereka dulu minum, makan dan berpakaian yang mewah dan kini mereka telah hancur dan tak berdaya di dalam kubur, mereka tinggalkan segala apa yang mereka miliki di dunia, baik itu harta, jabatan, kekuasaan maupun keluarganya. Kemudian kita ingatkan sejenak dan berfikir secara jernih, bahwasanya sebentar lagi kita pun akan mengalami hal yang sama seperti mereka.

4. Dengan Memperhatikan Ayat-ayat Al-Qur’an

Memikirkan apasaja ancaman dan janji-Nya, apasaja perintah serta larangan-Nya. Karena dengan memikirkan kandungan dalam Ayat-ayat Alqur’an tersebut, maka hati ini akan menjadi tunduk, dan akan bergerak untuk mendorong keimanan kita agar selalu berjalan menuju ridho Allah SWT.

5. Dengan Mengingat Akhirat dan Hari Kiamat

Huru-hara beserta kedahsyatannya, Surga beserta kenimatannya, neraka beserta dengan penderitaannya, yang selalu Allah SWT sediakan bagi hambanya yang taqwa dan bagi para pelaku pendosa dan kemaksiatan.

6. Dengan Memperbanyak Dzikirullah

Ketahuilah dzikir mampu melunakan hati yang keras tersebut. Oleh karena itu seorang hamba selayaknya mengobati hatinya itu dengan berdzikir kepada Allah SWT, sebab ketika kelalaian bertambah dari diri, maka otomatis kekerasan hati akan semakin memuncak pula.

7. Dengan Silaturahmi Kepada Orang-orang Sholeh Serta Bergaul Dengan Mereka

Orang sholeh akan memberikan spirit, semangat ketika kita dalam keadaan lemah, mereka mengingatkan ketika kita lupa atau lalai dan mereka memberikan jalan ketika kita sengan kebingungan dan sungguh pertemuan (bersilaturahmi) dengan mereka akan mampu membantu untuk melakukan ketaatan kepada Allah SWT.

8. Dengan Berjuang, Introspeksi, serta Melihat Berbagai Kekurangan Diri

Jika kita tidak mau berjuang, tidak mau introspeksi dan melihat kekurangan pada diri kita, maka kita tidak mungkin mengetahui, bahwasanya sesungguhnya kita ini banyak kekurangan. Jika kita tidak merasa punya kekurangan, maka bagaimana mungkin kita akan memperbaiki kekurangan ini atau berobat ?.

Wallahu a’lam !

 

Semoga Allah SWT melunakkan hati kita semua khususnya bagi seluruh umat muslim agar menerima dan menjalankan kebenaran Allah SWT, Aamiin !

 

 

 

Oleh : Ika Aminatuz Zuhro
Redaktur : Nur Laely


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.