Tips Agar Mimpi Jadi Kenyataan By Ibnu Qayyim
(ilustrasi) Tips Agar Mimpi Jadi Kenyataan By Ibnu Qayyim

Tips Agar Mimpi Jadi Kenyataan By Ibnu Qayyim

MutiaraPublic.com – Saudaraku, Sebagai manusia, pasti kita pernah mengalami suatu mimpi yang baik atau mimpi buruk. Akan tetapi, tidak semua mimpi jadi kenyataan, atau mimpi yang kita alami itu betul-betul terwujud. Karena pada dasarnya, kebenaran dari suatu mimpi tersebut, hanya bisa didapatkan bagi mereka yaitu orang-orang yang bertakwa. Berikut perkataan dari Ibnu Qayyim agar mimpi jadi kenyataan ;

Ibnu Qayyim Rahimakumullah berkata ; {” Siapa saja (dari kalian) yang ingin supaya mimpinya tersebut benar (terjadi), maka hendaklah iaBerlaku Benar, Mengkonsumnsi makanan hanya dari yang Halal, Menjaga semua perintah Allah SWT dan larangan-Nya, Harus Tidur dalam keadaan Suci sempurna dan menghadap kiblat kemudian berdizikir kepada Allah SWT sampai ia tertidur. Jika demikian itu yang terjadi (dilakukan), sungguh mimpinya tersebut tidak akan bohong (berdusta) sama sekali. Sedangkan mimpi yang betul-betul benar dan paling jujur adalah yang terjadi pada saat (waktu) menjelang fajar. Karena, pada saat demikian itu merupakan waktu turunnya illahi (yakni ke langit dunia), dekatnya rahmat Allah SWT dan ampunan Allah SWT serta padawaktu itu adalah saat tenangnya seluruh setan. Dan Sebaliknya, mimpi yang paling berdusta itu adalah yang terjadi pada saat (waktu) shalat isya’. Karena, ketika itu para gologngan setan lagi bergentayangan serta ruh-ruh jahat pun berkeliaran (dimana-mana) “}.

Saudaraku, Jadi agar mimpi seorang Mukmin itu kenyataan, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah, baik itu saat keadaan sunyi maupun pada saat terang-terangan. Seorang mukmin hendaknya selalu berbuat kebaikan dan berlaku benar dalam segala situasi dan kondisi, selalu menjaga adab dalam memulai tidurnya, yakni dengan membaca do’a-doa’ sesuai sunnah Baginda Rasulullah SAW.

Itulah, adab yang paling penting untuk kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari ini, sehingga ketika kita bermimpi, maka mimpi itu menjadi nyata adanya, serta patut atau layak untuk ditakwilkan dan diperhatikan. Jika tidak demikian, maka dengan melupakannya (melupakan mimpi tersebut) lebih baik daripada, kita bersusah payah mencari ta’birnya. Wallahua’lam !

 

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.