Sifat Qanaah dan Cara Menggapainya !
Sifat Qanaah dan Cara Menggapainya !

Sifat Qanaah dan Cara Menggapainya !

MutiaraPublic.com – Manusia seringkali merasa lupa atas segala nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT. Kebanyakan dari manusia tersebut melupakan dan bahkan selalu merasa kurang atas segala apa yang telah ia miliki, sehingga dirinya pun seringkali diliputi perasaan iri dan dengki atas nikmat yang didapatkan oleh orang lain tersebut. Hal ini tentunya adalah merupakan kecenderungan manusia yang selalu tidak akan merasa puas dengan apa yang dimilikinya.

Padahal, jika kita mau mensyukuri apa yang ada pada diri kita , terlebih lagi jika kita bisa memahami bahwa seluruh yang ada di dunia ini itu hanyalah titipan dan cobaan Allah SWT semata, maka niscaya kita pun akan bisa untuk lebih bersikap bijak dalam hal berfikir dan otomatis hati ini akan terasa tenang dalam menghadapi berbagai gejolak kehidupan.

Qanaah ini seharus-nya menjadi sifat dasar bagi setiap umat muslim, sebab sifat Qanaah tersebut mampu menjadi pengendali agar tidak surut dalam mengambil keputusan dan tidak terlalu maju (menggebu-gebu) dalam keserakahan. Qanaah ini bukan berarti hidup bermalas-malasan, dan tidak mau berikhtiar (berusaha) sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru, orang yang mempunyai sifat Qanaah ini akan selalu giat berusaha dan bekerja. Namun, apabila hasilnya itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya, maka dengan besar hati ia pun akan tetap rela menerima hasil tersebut dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT. Nah… Sikap yang demikian ini yang akan mampu mendatangkan rasa penuh ikhlas dalam kehidupannya dan niscaya dengan sifat Qanaah ini kita akan jauh dari sifat Tamak.

Qanaah menurut bahasa artinya adalah “merasa cukup”. Adapun menurut istilah, Qanaah berarti merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita sehingga kita pun mampu menjauhkan diri dari berbagai sifat tamak tersebut. Dalam artian sifat Qanaah ini diperoleh berdasarkan pemahaman bahwasanya segala rezeki yang kita dapatkan ini adalah sudah menjadi ketentuan Allah SWT.

Baginda Rasulullah SAW, bersabda :

{“Jadilah kalian orang yang Wara’, (maka) dengan demikian kalian akan menjadi orang yang lebih (dalam) beribadah. Jadilah kalian orang yang bersikap Qanaah, maka dengan demikian kalian (akan) menjadi manusia yang lebih banyak bersyukur kepada sesama manusia”} (HR. Al-Baihaqi).

Berikut ini adalah Cara Menggapai Sifat Qanaah :

1. Dengan Memperkuat Keimanan Kita Kepada Allah SWT.

Dengan memperkuat dan mempertebal keimanan kita pada Allah SWT, maka kita otomatis akan mampu mengurangi rasa tamak pada dunia dan seisinya ini. Tingkat keimanan seseorang pada Allah SWT akan berbanding lurus dengan sikap Qanaahnya (semakin tinggi tingkat keimanan seseorang tersebut, maka semakin memuncak pula tangga Qanaahnya tersebut).

2. Dengan Merenungi Ayat-Ayat Al-Qur’an

Hal ini sangat penting untuk menambah tingkat Qanaah, terutama mengkaji dan merenungi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan masalah rezeki dan usaha, sebagaimana Firman Allah SWT :

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

{“Apa saja yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada (seorang pun) yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada (seorang pun) yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah (Allah SWT) Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana”} (QS. Fatir: 2).

3. Meyakini Bahwa Setiap Rezeki Sudah Ada Alamatnya

Sebagai seorang Muslim, kita seharusnya yakin bahwa rezeki kita sudah tertulis sejak diri kita berada dalam kandungan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :

{” Kemudian Allah SWT mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat, lalu ia diperintahkan menulis empat kalimat (ketetapan). Maka, ditulislah : “Rezekinya”, “Ajalnya”, “Amalnya”, “Celaka dan Bahagianya”. “} (HR. Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)

4. Sering Memohon Untuk Diberikan Sifat Qanaah kepada Allah SWT

Baginda Rasulullah SAW adalah manusia paling Qanaah, Beliau adalah manusia yang paling Ridha dengan apa yang ada, dan Beliau yang paling banyak Zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya. Akan tetapi demikian, Beliau masih meminta kepada Allah SWT supaya Beliau diberikan sifat Qanaah, sebagaimana beliau berdoa :

{“Ya.. Allah.., berikanlah aku sikap Qanaah terhadap apa yang Engkau rezekikan kepadaku, berikanlah pemberian itu dan gantilah dari sehala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik”} (HR. Al-Hakim, Beliau menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi).

5. Mengetahui Hikmah Perbedaan Rezeki

Diantara hikmah perbedaan rezeki pada manusia adalah supaya terjadi dinamika kehidupan manusia di muka bumi. Antara si kaya dan si miskin akan terjadi saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas perekonomian, dan berinteraksi saling membantu. Allah SWT berfirman :

{“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu…? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”} (Q.S. Az-Zuhkruf : [32]).

6. Menyadari Bahwa Rezeki Tidak Diukur Dengan Kepandaian

Kita haruslah menyadari betul bahwasanya rezeki seseorang itu tidak hanya tergantung pada kecerdasan akal semata. Dan rezeki itu juga bukan hanya bergantung pada banyaknya aktivitas dan keleluasan ilmu saja, ya… meskipun hal itu merupakan salah satu penyebabnya. Akan tetapi, Kesadaran mengenai hal ini tentunya akan menjadikan seseorang tersebut bersikap Qanaah, terutama ketika melihat orang yang lebih bodoh, ketika melihat yang lebih rendah pendidikannya dan bahkan tidak mempunyai pengalaman sedikitpun, namun mampu mendapatkan rezeki lebih banyak darinya. Sikap ini tidak akan memunculkan kedengkian.

7. Melihat Ke Bawah Dalam Hal Dunia

Dalam urusan dunia, hendaknya kita melihat kepada yang lebih rendah, tidak melihat kepada yang lebih tinggi. Sebagaimana Baginda Rasulullah SAW bersabda :

{“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah (kamu) melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Hal yang demikian lebih layak agar kalian itu tidak meremehkan nikmat Allah SWT”} (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

8. Membaca Kehidupan Para Salaf

Maksudnya adalah kita melihat bagaimana keadaan mereka dalam menyikapi kehidupan dunia ini, bagaimana menyikapi kezuhudan dan sikap Qanaah mereka terhadap apa yang mereka peroleh meskipun hanya sedikit. Diantara mereka ada yang memperoleh harta melimpah, Namun mereka justru memberikannya kepada yang lain dan yang lebih membutuhkan.

9. Menyadari Beratnya Tanggung Jawab Harta

jika harta ini tidak diperoleh dan dibelanjakan dengan cara baik menurut syariat Islam, maka harta ini akan mengakibatkan keburukan dan mengakibatkan bencana bagi si pemiliknya. Ketika seorang hamba ditanya tentang umur, badan, dan ilmunya, maka ia hanya akan ditanya dengan satu pertanyaan, yakni : Untuk apa ?. Adapun mengenai Harta, maka ia akan ditanya dua kali, yakni : Dari mana memperolehnya dan kemana membelanjakannya ?.

Saudaraku, Hal ini telah menunjukkan betapa beratnya hisab orang yang diberi amanah harta yang banyak tersebut, sehingga dia harus dihisab lebih lama dibandingkan orang yang lebih sedikit hartanya.

10. Orang Fakir dan Kaya Sama Saja Di Sisi Allah SWT

Tak ada perbedaan antara orang yang kaya dan miskin. Sebab, orang kaya tidak mungkin memanfaatkan seluruh kekayaannya dalam satu waktu. Dia tidak makan kecuali sebanyak yang dimakan orang kafir. Bahkan jika Allah berkehendak bisa jadi orang fakir makan lebih banyak. Andaikan orang kaya memiliki seratus potong baju, dia juga hanya akan memakai sepotong saja, sama dengan yang dipakai oleh orang Fakir.

 

Semoga kita menjadi orang yang diberikan oleh Allah sifat Qanaah tersebut. Aamiin !

Wallahua’lam !

 

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.