Rahasia Dalam Menggapai Sifat Itsar
Rahasia Dalam Menggapai Sifat Itsar

Rahasia Dalam Menggapai Sifat Itsar

MutiaraPublic.com – Itsar adalah salah satu akhlak mulia dan luhur, itsar yang merupakan salah satu sifat dari Rasulullah SAW yang dengannya (dengan sifat itsar ini) Allah SWT menyebut beliau sebagai ‘ala khuluqin ‘adzim, senantiasa berada di atas akhlak yang luhur. Maka, tidak mengherankan jika para sahabat yang merupakan hasil didikan dan gemblengan beliau (Rasulullah SAW) menjadi manusia-manusia pilihan. Sehingga, rasanya sangat sukar sekali sejarah bangsa-bangsa lain mampu melahirkan manusia-manusia seperti mereka yakni para sahabat Rasulullah SAW.

Secara bahasa, itsar yang mempunyai makna melebihkan orang lain atas dirinya sendiri. Adapun itsar menurut istilah yakni sebagaimana yang disebutkan oleh Syeih Utsaimin adalah dengan mengutamakan kepentingan orang lain atas kepentingan pribadinya.

Secara Umum, itsar dapat diartikan dengan sikap atau tindakan dengan mendahulukan orang lain atas diri sendiri. Sifat itsar ini muncul dari orang yang memang betul-betul hatinya bersih. Itsar muncul dari hati orang yang sangat suka dengan kebaikan-kebaikan, mereka merasa bahagia ketika mereka bisa membantu saudaranya atau orang lain.

Sungguh sifat itsar ini termasuk akhlak mulia yang sudah mulai hilang di zaman sekarang (masa kita sekarang). Padahal, akhlak mulia ini adalah puncak tertinggi dari ukhuwah islamiyah dan merupakan hal yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan juga dicintai oleh setiap makhluk. Untuk itu, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berbuat itsar, sebagaimana dalam sabdanya yang diriwayatkan Abu Hurairah:

{“ Saling memberilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai “} (HR. Al-Bukhari).

 

Maka dari itu ada beberapa rahasia dalam menggapai sifat itsar ini, antara lain sebagai berikut :

Yang Pertama ; Senantiasa menanamkan dalam diri bahwa sesungguhnya Muslim satu dengan Muslim yang lainnya adalah saudara.

Allah Berfirman,

{“ Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah SWT, supaya kamu mendapatkan rahmat (Allah SWT.) “} (QS. Al-Hujurat ; 10)

Yang Kedua ; Meyakini bahwa barangsiapa yang meringankan beban orang lain di muka bumi ini, maka Allah SWT akan meringankan bebannya di akhirat kelak.

Sebagaimana Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, {“ Barangsiapa dantara kalian yang meringankan seorang mukmin dari kesusahan dunia maka Allah SWT akan meringankan kesusahan akhirat baginya. Dan Barangsiapa diantara kalian yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah SWT akan selalu menolong bagi hamba-Nya selama hamba-Nya tersebut menolong saudaranya “} (HR. At-Tirmidzi)

Yang Ketiga ; Senantiasa menghadirkan dalam hati bahwa seorang muslim dengan muslim lainnya ibarat satu tubuh.

Sebagaimana Nu’man bin Basyr, Rasulullah SAW bersabda, {“ Perumpamaan bagi orang-orang mukmin perihal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh. Apabila satu organnya tersebut merasa sakit, maka seluruh tubuh akan sukar untuk tidur dan merasa demam “} (HR. Muslim)

 

 

 

Oleh : Nur Laely
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.