Cara Menjaga Ketakwaan Kepada Allah SWT
Cara Menjaga Ketakwaan Kepada Allah SWT

Cara Menjaga Ketakwaan Kepada Allah ala MutiaraPublic

MutiaraPublic.Com – Saudaraku MutiaraPublic yang dirahmati Allah S.W.T., marilah kita bersama-sama tingkatkan ketakwaan kita kehadirat Allah S.W.T. kapanpun itu dan dimanapun kita berada. Saudaraku MutiaraPublic yang dirahmati Allah S.W.T. Ta’rif atau arti kata lain dari Takwa di sini adalah memelihara diri kita dari segala siksaan Allah S.W.T. dengan mengikuti segala yang Allah perintahkan dan menjauhi segala larangan-larangan Allah S.W.T..

Maka dari itu saudaraku, hendaklah kita tetap selalu menjaga sifat takwa tersebut, sebab ketakwaan itu akan mengumpulkan dan menumbuhkan serta memupuk segala kebajikan. salah satu cara yakni dengan selalu tidak meninggalkan amalan-amalan pokok (amalan wajib) sebagaimana dalam Al-qur’an dan Hadits Baginda Rasulullah S.A.W. yang bertujuan untuk memupuk ketakwaan.

Saudaraku MutiaraPublic yang dirahmati Allah S.W.T., waktu boleh terus berlalu, tapi takwa harus selalu tetap terjaga. Nah.. disini MutiaraPublic memberikan beberapa Cara Menjaga Ketakwaan Kepada Allah  ;

 

Yang Pertama, Sambutlah malam dengan qiyamullail (Tahajjud). Syaraful mu’min biqiyamillail (kemudian seorang mu’min itu dengan tahajjudnyaa). Allah S.W.T. Sungguh memuji dan memuliakan orang yang bertahajjud. Hal ini telah Allah S.W.T. peringatkan dalam Al-Qur’an dengan sangat jelas ;

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (az-Zumar [39]: 9)

0rang yang berilmu di mata Allah S.W.T., yaitu orang-orang yang menikmati tahajjud. Sehebat apapun ilmu yang dia miliki, tapi ilmu tidak membuatnya tunduk kepada Allah S.W.T. di tengah malam (atau dimana pun dan dalam keadaan bagaimana pun), maka dia bukanlah termasuk orang yang berilmu.

 

Yang Kedua, Jaga tadabbur Al-Qur’an. Bukan hanya sekedar qira’ah atau tilawah, tapi mengaji dan mengkaji al-Qur’an 2 atau 3 ayat, dengan upaya untuk memahaminya. Sadarilah wahai saudaraku bahwa Al-Quran itu adalah petunjuk hidup, petunjuk yang dijaga oleh Allah S.W.T.., Oleh karena itu bacalah Al-Qur’an, maka pada saat yang bersamaan sesungguhnya kita sedang berdialog dengan Allah S.W.T..

 

Yang Ketiga, Selalu melaksanakan shalat wajib berjamaah, apalagi waktu shubuh. Jangan pernah meningglakan shalat shubuh berjamaah. Negeri kita atau kampung akan kehilangan keberkahan, yaitu masjid. Lantas Apa Alasan Kita Selama ini Tidak ke Masjid ???? Cari dunia!. Berapa banyak dunia kita cari ??? Berapa lama kita hidup ??? Jabatan berapa tinggi kita punya jabatan ??? Mau tahu, siapakah orang yang beriman di mata Allah S.W.T. ???? Renungkanlah firman Allah S.W.T. :

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (At-Taubah [9]: 18)

 

Yang Keempat, Jaga shalat dhuha. Kunci rezeki dan kunci keberkahan rezeki adalah dengan melaksanakan shalat dhuha. Dalam salah satu hadits dikatakan; “Dua rakaat shalat dhuha lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” Menurut hadits tersebut, dunia dan segala apa yang ada di dalamnya, tidak apa-apanya jika dibandingkan dengan dua rakaat shalat dhuha. Subhanallah…!

 

Yang Kelima, Biasakan untuk selalu berwudhu’. Setiap kali batal, kita berwudhu’, terus selalu wudhu’…. Kita pun harus memastikan bahwa diri kita selalu dalam keadaan berwudhu’. Sehingga anggota badan kita akan merasa malu untuk berbuat maksiat dan kejahatan.

 

Yang Keenam, Adalah Sedekah, dengan sedekah kita akan terhindar dari berbagai macam bencana yang menimpa.

 

Yang Ketujuh, Istighfar setiap saat, jangan merasa diri kita paling hebat, paling pintar, dan palingalim, dan jangan sok suci. Beristighfarlah terus… serta jauhkan sifat-sifat itu (merasa diri kita paling hebat, paling pintar, dan palingalim, dan jangan sok suci) dari diri kita karena hal itu akan membakar dan menghapus semua amal ibadah kita.

 

Itulah tulisan seputar Cara Menjaga Ketakwaan Kepada Allah, semoga dengan tulisan ini dapat menjadi bekal atau ilmu yang bermanfaat bagi saudara/i MutiaraPublic Rahimakumullah. dan Semoga kebaikan dan keberkahan selalu dalam hidup kita. Aamiiin Ya Allahumma Amiin…!

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Ning Silviana Sholeha


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.