Kunci sabar melepas buah hati menuju Sang Pencipta
Ilustrasi - Kunci sabar melepas buah hati menuju Sang Pencipta (foto : blogspot)

Kunci Sabar Melepas Buah Hati Menuju Sang Pencipta

MutiaraPublic.com – Setiap orang yang diuji dengan diambilnya sang buah hati membutuhkan kunci sabar melepas buah hati menuju Sang Pencipta. Allah SWT telah menganugerahkan rasa kasih dan sayang di hati para hamba yang karenanya manusia mampu hidup berdampingan dengan selaras. Terlebih rasa kasih dan sayang orang tua terhadap anak-anaknya.

Apalagi seorang ibu yang telah mengandung anak-anaknya selama 9 bulan dalam kondisi payah diatas payah. Kemudian ibu melahirkan anak-anaknya tersebut dengan penuh perjuangan antara hidup dan mati. Lalu merawat bayi kecil mungil tak berdaya dengan sepenuh hati.

Ibu tak merasa keberatan ketika lelap tidurnya terganggu di tengah malam buta dibangunkan oleh tangisan sang buah hati yang lapar minta susu…

Ibu tak merasa keberatan ketika bajunya yang baru saja diganti bersih terkena air seni sang buah hati yang mengompol ketika berada di pangkuan…

Ibu tak merasa keberatan ketika seluruh aktivitas hidupnya menjadi terganggu untuk menenangkan rewelnya sang buah hati…

Segala bentuk kesusahan yang ditimbulkan si kecil justru semakin menumbuhkan rasa cinta pada hati ibu. Apalagi jika si kecil bertindak lucu dengan segala tingkah dan ucapannya yang baru belajar.

Namun apa jadinya, ketika tiba-tiba si kecil ditimpa sakit yang berujung pada kematian. Hancurnya hati ibu tentu tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Rasa sedih yang semakin menyesaki rongga dada naik ke kedua bola mata melahirkan butir-butir bening yang tidak dapat dihentikan.

Satu tetes… dua tetes… kemudian tetes demi tetes semakin mengucur deras melihat sosok kecil yang begitu dikasihi sudah terbujur kaku. Hingga tetesan-tetesan tersebut tak terhitung lagi jumlahnya. Jika hati diperturutkan maka keinginan mempertanyakan takdirNya tentu akan terucap di lisan.

“Mengapa Engkau menganugerahkannya, jika dalam waktu kebersamaan yang begitu sebentar, dia telah Engkau ambil kembali?”.

Tapi kita harus ingat bahwa semua ratapan dan tangisan berlebihan tidak akan membuat sang buah hati kembali ke dunia. Malah dari shahabat Umar r.a, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangis ratapan (penyesalan) keluarganya”. (HR. Muslim).

Satu lagi hadits dari Abdullah bin Mas‘ud r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi (karena meratap ketika ditimpa musibah), merobek kantung dan menyeru dengan seruan jahiliyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ternyata perilaku “niyahah” (meratapi mayit dengan cara menangis meraung-raung disertai ucapan-ucapan yang menyelisihi takdir) tidak memberikan manfaat sama sekali. Bahkan membawa kerugian baik bagi mayit maupun bagi pelakunya sendiri. Karena itu bagaimana sikap yang benar dalam menghadapi jenis ujian ini? Di bawah ini kami paparkan sedikit kiat sekaligus kunci sabar melepas buah hati menuju Sang Pencipta.

  • Menyadari Bahwa Anak Hanyalah Titipan

Ketika putera Ummu Sulaim meninggal, maka yang dilakukannya justru tidak segera memberitahukan hal tersebut pada sang suami. Beliau malah berdandan dengan cantik dan menyediakan santapan makan malam sehingga setelah suaminya -Abu Tholhah- merasa puas dengan layanan sang istri sampai terjadi hubungan badan di antara mereka, barulah berita kematian putranya diberitahukan.

Ummu Sulaim berkata : “Bagaimana jika ada seseorang meminjamkan sesuatu lalu meminta kembali barang yang dipinjamkannya tersebut, apakah tidak dibolehkan diambil?” suaminya menjawab, “tentu boleh.”

Ummu Sulaim berkata, “Bersabarlah dan berusaha raih pahala karena kematian puteramu.”

Begitu besar tingkat kesabaran yang ditunjukkan Ummu Sulaim. Padahal bukanlah hatinya tidak merasa sedih dengan kematian sang anak, namun beliau menyadari bahwa anak hanyalah titipan yang setiap saat bisa diambil kembali oleh yang menitipkannya.

  • Memandang Ke Depan

Dari hasil hubungan antara Ummu Sulaim dengan Abu Tholhah lahir seorang putra shaleh bernama Abdullah. Darinya lahir 9 keturunan generasi selanjutnya yang menurut Imam Nawawi Rahimahullah semuanya menjadi para penghafal Al Qur’an.

Ternyata musibah yang terjadi jika disikapi dengan sabar dan memandang ke depan justru diganti oleh Allah SWT dengan sesuatu yang lebih baik. Maka iringilah musibah dengan do’a agar diberikan kesabaran dan ganti yang lebih baik dari yang hilang akibat musibah tersebut.

  • Selalu Ingat Bahwa Tujuan Hakiki Dari Hidup Adalah Memperoleh Keridhoan Berupa Syurga Allah

Ridho bisa diperoleh dengan jalan sabar ketika ada musibah yang menimpa. Hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai seorang hamba berserah diri akan keputusan Sang Maha Raja yang Maha Memiliki. Kita ingat bahwa kesedihan dan kesengsaraan yang terjadi di dunia hanyalah sementara.

jika kita mampu bersabar maka akan dibalas dengan berbagai kebahagiaan dan kenikmatan abadi kelak di akherat. Sedangkan jika kita berputus asa, kesedihan dan kesengsaraan yang kekal akan menimpa ketika Neraka menjadi tempat tinggal kita.

Ayat-Ayat Al Qur’an menerangkan bahwa bagi orang-orang yang mampu bersabar, ada janji Allah berupa keberkahan dan rahmat yang sempurna tentunya baik di dunia berupa kemudahan hidup maupun di akhirat berupa balasan syurga. Dengan begitu, kunci sabar melepas buah hati menuju Sang Pencipta akan berbuah manis.

Allah SWT berfirman, yang Artinya:

{” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk “} (QS. Al-BAqarah: 155-158)

 

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya !

 

 

 

Oleh : Ay Yulian
Editor : Sa’Dullah
Redaktur : Aminatul Jannah.


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.