ilustrasi : Ketahuilah Bahwa Setiap Penyakit Ada Obatnya
ilustrasi : Ketahuilah Bahwa Setiap Penyakit Ada Obatnya

Janganlah Putus Asa! Ketahuilah Bahwa Setiap Penyakit Ada Obatnya

MutiaraPublic.com – Para pembaca MutiaraPublic yang berbahagia, sakit dan sehat merupakan 2 keadaan yang akan terus dialami oleh setiap manusia secara bergantian. Terkadang dalam keadaan sehat dan terkadang dalam keadaan sakit, begitulah seterusnya. Pada sebagian manusia didapati tatkala mereka mengalami sakit, tidak mau menjalani pengobatan karena menganggap bahwa hal itu akan meniadakan rasa tawakal kepada Allah SWT.

Padahal menjalani pengobatan dari suatu penyakit merupakan perkara yang disyaratkan dalam islam sebagaimana anjuran Rasulullah SAW : {“Bertobatlah kalian karena sesungguhnya Allah SWT tidaklah meletakkan suatu penyakit melainkan Allah SWT letakkan pula obatnya kecuali satu penyakit yaitu ketuaan”} (HR. Abu Daud no. 3855)

Al-Iman An-Nawawi Asy-Syafi’i Rahimakumullah berkata : {“Dalam hadits ini terdapat isyarat tentang disunnahkannya berobat”} (Mitqatul Mafatih juz 13, hlm. 256).

Maka dengan ini kita mengetahui bahwa menjalani pengobatan dari suatu penyakit tidaklah meniadakan rasa tawakal seorang hamba kepada Allah SWT.

Sementara pada sisi lain didapati ada sebagian manusia yang putus asa dari sakit yang dideritanya sehingga mereka pun pasrah dengan penyakitnya tersebut dan tidak mau lagi menjalani pengobatan. Hal ini dikarenakan sudah berbagai resep ditempuh untuk mengobati penyakitnya namun tak kunjung datang kesembuhan yang diharapkan.

Janganlah putus asa wahai saudaraku ! Ketahuilah bahwa setiap penyakit ada obatnya Dan tidaklah Allah SWT takdirkan suatu penyakit yang menimpa diri seorang hamba melainkan Allah SWT takdirkan pula penyembuhnya, Hal ini adalah bersifat umum yang mencakup penyakit-penyakit hati, jiwa, dan badan serta obat-obat penyembuhnya.

Hadist ini memberikan beberapa manfaat yang sangat besar yaitu di antaranya memberi kekuatan jiwa pada diri orang yang sakit dan dokter (agar tetap optimis) dan anjuran untuk terus mencari obat (dari penyakit yang dideritanya) serta akan meringankan penderitaan orang yang sakit. Sesungguhnya jiwa apabila terus berusaha mencari pengobatan (karena setiap penyakit ada obatnya) maka akan menambah kekuatan harapannya (dalam menggapai kesembuhan). (Mirqatul Mafatih juz 13, hlm. 225)

Bertanya adalah Obat Kebodohan

Nabi Muhammad SAW menganggap bahwa kebodohan adalah sebuah penyakit. Dan beliau menyebutkan bahwa obatnya adalah dengan bertanya kepada para Ulama. Disebutkan dalam sebuah riwayat dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah ra. yang mengisahkan tentang beberapa sahabat yang sedang mengadakan perjalanan. Dalam perjalanan tersebut ada salah satu rombongan yang kepalanya terantuk batu dan mengalami luka. kemudian, dia pun mimpi basah. Maka dia bertanya kepada teman-temannya,:

{“Apakah kalian mendapati ada keringanan bagiku untuk bertayammum?”}, merekapun menjawab, “Kami tidak mendapati adanya keringanan bagimu untuk bertayamum, kamu mampu untuk menggunakan air (untuk mandi junub)”. Sehingga orang tersebut pun mandi dan tak lama kemudian meninggal. Ketika kami sampai kepada Rasulullah SAW, kejadian tersebut diceritakan kepada beliau. Kata Beliau, : “Mereka telah membunuhnya dan semoga Allah membunuh mereka! Tidakkan mereka bertanya apabila mereka tidak tahu! Sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya.” “} (HR. Abu Daud no. 336)

Al-Qur’an Adalah Obat

Al-Qur’an yang Allah SWT turunkan kepada Rasulullah SAW disamping sebagai petunjuk bagi manusia di dalam meniti jalan keselamatan di dunia dan akhirat, juga merupakan obat bagi hati kebimbangan. Allah SWT berfirman : {“Katakanlah, Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk dan penyembuh (obat) bagi orang-orang yang beriman”} (QS. Fushilat : 44)

Ketahuilah bahwa Al-Qur’an secara keseluruhannya adalah obat. dan tidaklah Allah SWT menurunkan dari langit suatu obat yang paling bermanfaat, paling besar dan paling bermanfaat, paling besar dan paling mujarab di dalam menghilangkan penyakit selain daripada Al-Qur’an. Allah SWT berfirman : {“Dan kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penyembuh (obat) dan rahmat bagi orang yang beriman”} (QS. Al- Israa : 82)

Al-Qur’an disamping sebagai obat yang akan menyembuhkan diri kita dari berbagai penyakit hati, Al-Qur’an juga sebagai obat yang akan menyembuhkan diri kita dari penyakit badan sebagaimana disebutkan dalam kisah berikut :

{“Suatu ketika beberapa sahabat melakukan perjalanan hingga mereka sampai di sebuah perkampungan dari perkampungan arab. Para sahabat meminta kepada penduduk kampung tersebut untuk dijamu namun mereka menolaknya. (tak lama setelah kepergian sahabat) kepala kampung tersebut terkena sengatan binatang, maka orang-orangpun berusaha untuk mengobatinya dengan segala cara namun tidak membawa hasil sedikitpun.

Kemudian sebagian mereka mengatakan, “kalau seandainya kalian memanggil rombongan yang barusan singgah mungkin saja sebagian dari rombongan bisa dimintai tolong”. Kemudian mereka pun berhasil menyusul rombongan sahabat dan berkata, “Wahai rombongan sesungguhnya kepala kampung kami tersengat binatang dan kami sudah berusaha mengobatinya tapi tidak berhasil. Apakah ada salah seorang di antara kalian yang bisa membantu ?”

Salah seorang rombongan menjawab, “Ya, demi Allah sungguh aku bisa merukyah (membacakan ayat). Akan tetapi demi Allah SWT kalian menolaknya. Maka aku tidak mau merukyah sampai kalian memberi upah kepada kami”

Akhirnya merekapun sepakat untuk memberi upah dengan sekelompok kambing. Mulailah salah seorang sahabat meniupkan ke bagian yang sakit sambil membacakan surat Al-Fatihah. Tak lama setelah itu, bagai sesuatu yang dilepas dari ikatannya, kepala kampung tersebut langsung bangkit dan berjalan serta tidak ada bekas luka padanya. Dan merekapun memberikan upah sesuai perjanjiaannya.”} (HR. Al-Bukhari no. 2276, dan Muslim no. 2201)

Doa Adalah Obat

Doa juga termasuk sebab yang paling kuat untuk menolak sesuatu yang tidak disukai dan untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan. Doa termasuk dari obat yang paling bermanfaat. Doa merupakan musuhnya musibah yang bisa menolak musibah sebelum datangnya atau mengobati setelah datangnya musibah. Minimalnya dengan doa, akan meringankan penderitaan orang yang terkena musibah. Namun terkadang doa yang dipanjatkan oleh seseorang hamba tidak memiliki pengaruh yang kuat untuk menolak musibah atau mengobatinya. Hal ini disebabkan oleh lemahnya doa tersebut. Dan kelemahan doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor :

1. Doa yang dipanjatkan adalah doa yang dibenci oleh Allah SWT, karena mengandung unsur permusuhan.

2. Karena lemahnya hati dan tidak menghadapkan hatinya kepada Allah SWT ketika berdoa.

3. Adanya penghalang yang menghalangi terkabulnya doa seperti misal mengkonsumsi barang-barang yang haram, hasil nafkah dari pekerjaan yang haram, banyak melakukan perbuatan maksiat dan hatinya dikuasai oleh kelalaian, syahwat dan perbuatan sia-sia.

Baginda Rasulullah SAW bersabda : {“Berdoalah kalian kepada Allah SWT dalam keadaan yakin akan dikabulkannya doa kalian dan ketahuilah bahwasanya Allah SWT tidak menerima doa dari hati yang lalai dan lupa”} (HR. Al-Hakim 1/493)

Kesimpulan : Agar doa yang kita panjatkan ini dikabulkan oleh Allah SWT maka harus memperhatikan beberapa perkara berikut ini :

1. Doanya ikhlas karena Allah SWT semata bukan karena ingin dilihat atau didengar.

2. Doanya tidak mengandung unsur permusuhan yaitu permintaan yang melanggar syariat seperti meminta sesuatu yang haram.

3. Kita harus yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT dan tidak boleh ragu-ragu atau sekedar coba-coba saja.

4. Menjauhkan diri dari perkara yang haram seperti mengkonsumsi barang haram atau melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT seperti riba, menipu, dusta, dan lain sebagainya.

5. Berdoa pada waktu-waktu terkabulnya doa seperti antara adzan dan iqamat, sepertiga malam terakhir, ketika safar, ketika sedang berpuasa, ketika sujud, dan lain-lain.

6. Mengangkat kedua tangan ketika berdoa.

7. Khusu’ dan menghadirkan hati ketika berdoa.

8. Bertawasul kepada Allah SWT dengan menyebut nama-nama Allah SWT dan sifat-sifatNya.

9. Merengek-rengek dalam berdoa kepada Allah SWT. Ibnul Qoyyim berkata : {“Dan diantara obat yang paling bermanfaat adalah merengek-rengek di dalam berdoa”} (al-Jawabul Kafi, halaman 20).

10. Tidak tergesa-gesa di dalam berdoa, berusahalah fokus dan tumakninah (Kondisi kemantapan jiwa tanpa merasakan kebimbangan, keragu-raguan, kegelisahan, dan kepanikan).

Baginda Rasulullah SAW bersabda : {“Akan dikabulkan doa salah seorang diantara kalian selama tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan, ‘Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan'”} (HR. Al-Bukhari no. 6340 dan Muslim no. 2735)

Wallahu a’lam bish shawab !

 

 

 

 

Oleh : Ustadz Muhammad Rifqi (Besuki – Situbondo)
Editor : Sa’DUllah
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.