Rahasia Mengubah Takdir (ilustrasi)
Rahasia Mengubah Takdir (ilustrasi)

Empat Hal Rahasia Mengubah Takdir Menurut Islam

MutiaraPublic.Com – Banyak diantara kita yang sering malas-malasan dan bahkan menjadikan takdir itu sebagai dasar atau dalih atas kemalasan yang dilakukannya. Padahal sejatinya, takdir tersebut dapat diubah. Memang, tidak semuanya takdir itu bisa diubah. Sebagai satu contoh misal, jika kita ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai seorang Laki – laki, maka tentu kita tidak bisa merubah hal tersebut menjadi seorang perempuan, karena itu bertentangan dengan hukum Allah SWT.

Saudaraku MutiaraPublic yang dimuliakan Allah SWT, Manusia memang tidak mampu mengubah takdir yang sudah terjadi, karena waktu memang Allah ciptakan tidak bisa mundur begitu saja. Yang dimaksud kita dapat mengubah takdir disini adalah kita bisa mengubah takdir dimasa depan (masa mendatang).

Lantas dengan apa dan bagaimanakah cara kita mengubah takdir tersebut? Cara yang paling ampuh, benar, dan tepat yakni tentu saja harus bersumber dari Si Pembuat takdir tersebut yaitu tiada lain adalah Allah SWT, Allah Sang Penguasa Alam Jagad Raya, melalui dasar Al Quran dan Hadits Baginda Nabi Muhammad s.a.w..

Berikut ini Ada empat cara Rahasia Mengubah Takdir atau Yang dapat mengubah takdir dalam kehidupan kita, antara lain sebagai berikut :

Pertama,  Ikhtiar.

Allah memberikan kepada kita tenaga, akal pikiran, dan perasaan yang merupakan profesi untuk ikhtiar, berusaha, berjuang, bekerja, dan bergerak. Kita anjurkan untuk selalu berikhtiar, berjuang, sabar dalam berikhtiar. Introspeksi diri dan memperbaiki keadaan dengan berjihad. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.  Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (al-Ra’du [13]:11)

Kedua, Doa.

“Tidak ada yang bisa mengubah qadhanya Allah kecuali doa.” (H.R. TIrmidzi)

Doa yang dimaksud dalam hadits di atas adalah doa yang ikhlas dan sungguh-sungguh. Allah s.w.t menegaskan dalam firman Nya;

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [berdoa kepada-Ku] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (al-Mu’min[40]:60)

Allah s.w.t. sangat senang   menatap hamba-Nya yang mengemis kepada-Nya, memohon kepada-Nya, agar Dia campur tangan dalam urusan kita. Menangis dalam berdoa. Puncak kekhusukan doa adalah saat kita berdoa sambil menangis, karena khusu’, mereka menangis, karena dengan menangis tersebut mereka bertambah khusyu’. Berdoa saat sujud, karena itu adalah posisi yang terbaik untuk berdoa. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa saat bersujud.

Ketiga, Khusnuzhan (Baik Sangka).

“Aku bagaimana prasangka atau praduga hamba-Ku.” (H.R. Bukhari)

Baik sangka merupakan akhlak yang terpuji, ada hikmahnya, dan banyak kebaikannya. Kita harus selalu berbaik sangka bahwa dalam setiap peristiwa ada rahmat Allah s.w.t. Subhanallah! Dengan berbaik sangka bahwa dibalik sakit ada rahmat, di setiap musibah ada hikmah dan di dalam  kematian ada ridha Allah s.w.t. Dengan baik sangka, takdir itu akan menjadi baik, akan diterimanya dengan ikhlas, dan percaya bahwa takdir itu merupakan Qudrah dan Iradah Allah s.w.t.

Semua takdir yang diberikan oleh Allah s.w. adalah yang terbaik. Hanya saja kita sering melihatnya dengan nafsu dan emosi. Sedangkan dalam nafsu ada dua, dosa, dan kepentingan-kepentingan sesaat yang menyebabkan kita tidak nyaman melihat takdir dan selalu menyalahkan.

Keempat, Tawakkaltu ala Allah (Tawakkal kepada Allah s.w.t.).

Setelah kita berikhtiar, berdoa dan berbaik sangka kemudian yang terakhir kita harus tawakkal, sebagaimana Allah s.w.t berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (at-Thalaq [65]: 3)

Allah s.w.t sangat senang terhadap hamba-Nya yang setelah berjuang dengan maksimal, lalu ia menyerahkan sepenuhnya kepada Allah s.w.t, apa pun yang diberikan Allah ia terima dengan hati lapang dada. Allah s.w.t berfirman dalam Al-Qur’an sebagai berikut :

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (ali-imran[3]: 159)

Sebagai manusia kita tidak ada apa-apanya, lemah, dan dha’if. Karena itu, Setelah berikhtiar kita serahkan segalanya kepada Allah s.w.t. Usaha wajib, tapi Allahlah yang menentukan hasilnya. Apapun keputusan Allah s.w.t, itulah yang terbaik.

 

 

 

Oleh : Suparto
Redaktur : Ning Silviana Sholeha


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.