Cara Pelaksanaan Shalat dan Khutbah Jumat Yang Baik
Cara Pelaksanaan Shalat dan Khutbah Jumat Yang Baik

Cara Pelaksanaan Shalat dan Khutbah Jumat Yang Baik

Pengertian Sholat Jum’at : Sholat Jum’at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari Jum’at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.

MutiaraPublic.com – Saudaraku, Salah satu perbedaan paling penting antara Shalat Jum’at dengan Shalat Fardu lainnya.. ialah didahului oleh adanya suatu khutbah pada Shalat Jum’at. Dan Khutbah Shalat jum’at ini merupakan syarat sah-nya sutatu Shalat Jum’at itu sendiri, dalam artian, jika Shalat Jum’at tersebut tidak didahului dengan suatu Khutbah Jum’at, maka Shalat Jum’atnya tersebut tidak sah dan harus diulangi lagi Shalat Jum’atnya.

Berikut tata cara dalam melakasanakan Shalat Jum’at ;

  1. Khatib naik ke atas mimbar setelah waktu dzuhur (tergelincirnya matahari), kemudian Khatib memberi salam dan selanjutnya ia duduk.
  2. Sedangkan Muadzin mengumandangkan suara adzan, yakni sebagaimana biasanya adzan dzuhur.
  3. Khutbah pertama : Khatib berdiri untuk segera melakukan khutbah yang dimulai dengan bacaan hamdalah serta pujian kepada Allah SWT. dan kemudian membacakan shalawat kepada Rasulullah SAW. selanjutnya memberikan suatu nasehat kepada para jama’ah Jum’at, dan mengingatkan kepada mereka dengan suara yang lantang dan tegas (anjuran/ rekomendasi), menyampaikan perintah Allah SWT. dan laranganNyadan RasulNya. serta mendorong mereka dalam hal untuk berbuat kebaikan dan kebajikan serta menyuarakan akan takutnya terhadap siksa Allah SWT. dari berbuat keburukan, mengingatkan mereka akan janji-janji Allah SWT. atas kebaikan yang kita perbuat, Kemudian Khatib duduk sebentar.
  4. Khutbah kedua: Khatib memulai Khutbah yang kedua tersebut dengan bacaan hamdalah serta pujian kepada Allah SWT. Lalu melanjutkan khutbahnya tersebut dengan tata cara/ pelaksanaan yang sama dengan khutbah pertama hingga khutbah selesai.
  5. Selanjutnya Khatib turun dari atas mimbar. Kemudian muadzin mengumandangkan iqamat agar segera menjalankan/ melaksanakan shalat Jum’at tersebut. Kemudian memimpin shalat Jum’at secara berjama’ah melaksanakan Shalat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan-bacaannya.

Adapun rukun dari Khutbah Jumat yaitu lima perkara, sebagai berikut :

1. Rukun yang Pertama ; Hamdalah

Khutbah Shalat Jumat tersebut harus (wajib) dimulai dengan bacaan hamdalah. yakni lafadz yang memuji Allah SWT. Misal lafadz Alhamdulillah, atau Ahmadullah, atau innalhamda-lillah. Untuk bacaan pendeknya, yakni minimal ada kata (lafadz) alhamd dan Allah, baik itu di Khutbah Shalat Jum’at pertama atau pun kedua.


2. Rukun yang Kedua ; Shalawat kepada Nabi SAW

Shalawat kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW. harus (wajib) dilafadzkan dengan jelas sekali, minimal paling tidak ada ucapan (kata) shalawat. Misal seperti, shalli ‘ala Muhammad,  atau as-shalatu ‘ala Muhammad atau ana mushallai ala Muhammad.

 

3. Rukun yang Ketiga ; Washiyat untuk Taqwa pada Allah SWT.

Maksud dari  “washiyat” ini adalah anjuran atau ajakan atau perintah untuk bertakwa kepada Allah SWT. Serta menurut pendapat Az-Zayadi, washiyat ini merupakan perintah untuk melaksanakan perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan-laranganNya. Sedangkan menurut pendapat Ibnu Hajar, hanya cukup dengan ajakan dalam mengerjakan perintah Allah SWT. Sedangkan menurut pendapat dari Ar-Ramli, washiyat itu wajib berbentuk seruan terhadap ketaatan kepada Allah SWT.
Untuk Lafadznya sendiri itu bisa lebih bebas.

Misal seperti dalam bentuk kalimat ; “marilah kita bertaqwa serta menjadi hamba yang taat kepada Allah Yang Maha Esa.” atau bisa juga dengan kalimat ; “Takutlah kalian kepada Allah SWT.”

4. Rukun yang Keempat ; Membaca ayat suci Al-Quran pada salah satunya

Minimal satu kalimat dari ayat-ayat suci Al-Quran yang pastinya mengandung makna lengkap. Artinya bukan hanya sekedar potongan dari ayat-ayat yang belum lengkap maknanya (pengertiannya).

Mengenai tema ayatnya itu bebas, artinya tidak ada ketentuan wajib perihal ayat tentang hukum atau perintah atau larangan. dan Boleh juga dengan ayat Al-Qur’an mengenai kisah umat-umat terdahulu serta yang lainnya.

أَمّا بَعْدُ
ammaa ba’du !

Selanjutnya kita berwasiat untuk diri sendiri serta para jamaah supaya selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT., kemudial mulai berkhutbah dengan/ sesuai topiknya. Memanggil para jamaah tersebut bisa juga dengan panggilan “ayyuhal muslimun”, atau “sidang jum’at yang dirahmati oleh Allah” dan lainnya.

Berikut isi Khutbah Pertama ;

Setelah menutup khutbah pertama dengan memabaca do’a untuk seluruh para kaum muslimin dan kaum muslimat.

Lalu selanjutnya, duduk sejenak/ sebentar untuk memberikan kesempatan kepada para jamaah jum’at agar beristighfar serta membaca shalawat kepada Rasulullah secara perlahan. Setelah itu, maka Khatib Jum’at kembali berdiri/ naik ke mimbar untuk memulai Khutbahnya yang kedua. Sebaiknya dilakukan dengan mengawali bacaaan hamdalah serta diikuti dengan bacaan shalawat nabi.

Selanjutnya di isi dengan bacaan khutbah baik berupa ringkasan, maupun hal-hal yang terkait dengan tema/ isi khutbah pada khutbah pertama yang berupa washiyat taqwa.

Isi Khutbah Kedua

 

5. Rukun Kelima: Doa untuk umat Islam di khutbah kedua

Pada bagian akhir ini, Khatib Jum’at haruslah mengucapkan kalimat/ lafadz atau doa yang intinya adalah meminta kepada Allah SWT. kana kebaikan bagi umat Islam. Misal contoh bacaan/ kalimat ; Allahumma ajirna minannar atau Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat .

Selanjutnya yang terakhir Khatib turun dari tempat mimbar tersebut, yang mana langsung diikuti dengan ucapan iqamat untuk segera memulai/ melaksanakan shalat jum’at 2 raka’at. dan Shalat Jum’at tersebut bisa dilaksanakan dengan membaca surat Al-Jum’ah atau Al-Ghasyiyyah, atau  surat yang lainnya.

Semoga bermanfaat bagi anda !

 

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

8 comments

  1. Sipp dah makasih 😀 buat praktek nih aku cuma butuh Khutbahnya doang :v

  2. terima kasih pak admin,artikel ini bgtu bermanfaat bagi sya,yg seorang muallaf..

  3. nurul assyifa

    mksh yha pak …

  4. matur nuwun,artikelnya …..buat belajar persiapan pd jamaah kami..*

  5. Ustad bisa ndak ana minta dasar-dasar dalil dari rosullulloh, mengingat banyak sekali penyimpangan ilmu yg terjadi. Zajakalloh ustad barokallohufiq.

    • Team MutiaraPublic

      Terima Kasih saudariku, berikut salah satu dalil dan hadits tentang seruan sholat jumat tersebut :

      Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Jumu’ah : 9)

      “Shalat Jum’at adalah hak yang wajib atas setiap Muslim dengan berjama’ah, kecuali empat orang : hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang-orang yang sakit.” (HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi, Ad-Daraquthn, Al-Hakim, dan selainnya, Shahih dari Thariq bin Syihab).

      Semoga Allah merahmati Saudariku dan Muslim Lainnya. Aamiin !

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.