Bisnis Tanpa Modal (uang) ala Rasulullah SAW
Bisnis Tanpa Modal (uang) ala Rasulullah SAW

Bisnis Tanpa Modal (uang) ala Rasulullah SAW

MutiaraPublic.com – Walaupun keinginan serta kemauan dari diri sendiri dalam memulai suatu bisnis/ usaha sudah menggebu-gebu, Akan tetapi masih saja problematika selalu muncul dan terbentur dalam masalah klasik yang terus-terusan menghantui anda, Yakni, masalah Duit/ Uang/ Modal.

Mungkin bagi anda, Duit/ Uang adalah merupakan syarat mutlak (nomor satu) yang harus dimiliki untuk bisa memulai suatu usaha. Namun pada kenyataannya, apabila kita ingin memulai suatu usaha, Duit/ Uang itu merupakan nomor kesekian.

Saudaraku, tentu tidak bisa dipungkiri lagi, jika anda sudah mempunyai Uang sebelum anda melangkah untuk membuka usaha, itu memang perioritasnya lebih baik. Lantas, bagi anda yang tidak memiliki uang itu bukan tidak bisa memulai suatu usaha yang baik, serta mendapatkan vonis bahwa anda tidak bisa menjadi pengusaha ?!

Kami tegaskan pernyataan tersebut Salah Besar. Lihatlah di sekeliling kita dan coba diperhatikan, bahwasanya masih banyak diantara mereka yang awalnya tidak memiliki Duit/ Uang sebagai modal utama, kemudian sekarang sudah memiliki usaha yang sukses dan insyaallah akan berjalan baik.

Jika anda masih ragu, maka lihat dan pelajarilah teladan tercinta kita, yakni baginda Rasulullah Muhammad SAW. Beliau telah tercatat dalam sejarah dunia sebagai seorang “enterpreneur” yang sukses dan sangat handal. baginda Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang pengusaha sejati. Dan melihat sepak terjang beliau dalam berbisnis (sebelum masa kerasulannya beliau) sungguh begitu sangat menginspirasi.

Jadi artinya adalah, apakah modal utama memulai bisnis/ usaha? Jika Anda masih menjawab uang, mungkin saja benar, tapi ingat ! tidak dalam berbisnis ala baginda Rasulullah SAW.

Seperti yang dikatakan oleh pakar ekonomi syariah, yakni Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. yang mengatakan bahwa ; {” Yang menjadi number one capital dalam berbisnis ala Rasulullah adalah sebuah kepercayaan (trust) serta kompetensi “}

Menurut Dr. Syafii Antonio tersebut, dalam trust itu terdapat integritas serta kemampuan dalam melaksanakan Bisnis/ Usaha. baginda Rasulullah SAW membangun usaha dimulai dari kecil, dari sekadar menjadi buruh/ pekerja, hingga beliau dipercaya menjadi supervisor, kemudian menjadi manager, dan selanjutnya menjadi investor.

Saudaraku, dalam mengawali bisnisnya tersebut, baginda Rasulullah SAW Sama sekali tidak memiliki uang. Bagaimana mungkin, baginda Rasulullah SAW dikatakan punya uang sebagai modal usaha, jika beliau sejak usia 6 tahun sudah menjadi yatim piatu, dan beliau juga tidak menerima harta warisan?!

Lantas, apa yang dilakukan baginda Rasulullah SAW untuk bisa memulai usahanya tersebut dan menjadi seorang pengusaha yang sukses ?

Saudaraku, sesungguhnya yang dikerjakan pertama kali oleh baginda Rasulullah SAW pada masa itu adalah malakukan magang (internship).

baginda Rasulullah SAW bekerja magang kepada pamannya yang bernama Abu Thalib. Hal ini dilakukan baginda Rasulullah SAW sejak berusia 12 – 17 tahun. Mungkin dalam masa sekarang ini, bisa disamakan dengan halnya kita menjadi seorang buruh/ karyawan.

Dalam rentang masa itu, baginda Rasulullah SAW mempelajari dan menyerap seluruh ilmu perdagangan dari pamannya (Abu Thalib), serta juga dari berbagai partner bisnisnya. baginda Rasulullah SAW memperkaya dirinya dengan ilmu perdagangan yang telah membawa keberhasilan.

Baginda Rasulullah SAW mempelajari seluk-beluk pasar, seperti misal ;

  • Apa yang sekiranya membuat roda ekonomi pasar selalu bergerak cepat ?,
  • Apa yang membuat pasar tersebut terdapat kejujuran ?,
  • Apa yang membuat pasar tersebut terdapat kecurangan ?,
  • Bagaimana mengatasi hal tersebut ?.
  • Apa yang bisa membuat pelanggan senang berbisnis dengan beliau ?, dan
  • Yang terenting Bagaimana selalu menjaga hubungan baik dengan mitra ?.

Dalam kurun waktu 5 tahun tersebut, di usianya yang ke 17 tahun. Baginda Rasulullah SAW sudah “naik kelas” menjadi seorang pemilik Usaha/ Bisnis, Walaupun hanya berupa cikal bakal. Bayangkan saja, di usianya yang ke 17 tahun sudah menjadi business owner? Sungguh Luar biasa !

Tahukan Anda apa langkah selanjutnya dari baginda Rasulullah SAW? Beliau menjadi seorang Investment Manager. Alhamdulillah dalam perkembangannya, banyak pemilik modal (Orang Kaya) di kota Makkah yang kemudian mempercayakan uangnya kepada kemampuan baginda Rasulullah SAW untuk dikelola menjadi lebih besar, dengan cara menitipkan modalnya kepada baginda Rasulullah SAW.

Bahkan, salah satu penghargaan yang diberikan oleh bangsa Arab kepada baginda Rasulullah SAW dari pengalaman berdagangnya adalah Gelar “Al-Amin”.

Salah satu dari sekian banyak para pemilik modal yang tertarik “kepincut” dengan track record baginda Rasulullah SAW adalah Siti Khadijah. Pastinya anda sudah tahu bukan, siapa Siti Khadijah tersebut? Ya, Siti Khadijah adalah seorang wanita pengusaha yang profesional dan sukses. Orang se-sukses Siti Khadijah tidaklah mungkin sembarangan dalam menitipkan modalnya begitu saja kepada baginda Rasulullah SAW. Pastinya Siti Khadijah sudah benar-benar memperhitungkan. Dalam perkembangannya itu, Ketertarikan Siti Khadijah kepada baginda Rasulullah SAW tidak hanya untuk urusan bisnis saja, Akan tetapi risalah Islam yang dibawa baginda Rasulullah SAW, yang kemudian pada akhirnya Siti Khadijah menjadi istri pertama baginda Rasulullah SAW.

Dapat anda bayangkan, sebelum beliau menikah dengan Siti Khadijah saja, beliau sudah begitu sukses dalam berbisnis, apa jadinya setelah beliau menikah dengan seorang wanita yang juga pengusaha sukses ?

Nah, dari sinilah anda sudah bisa mengambil berbagai kesimpulannya, bahwa uang tersebut bukanlah menjadi alasan utama untuk memulai bisnis. Kalau Duit/ Uang menjadi kendala utama, maka jadikanlah kepercayaan orang lain sebagai modal utama anda.

Tentunya anda harus menjaga betul setiap amanah orang lain tersebut. Kalau anda bisa menjaga amanah itu tanpa cacat, Insyaallah 100% orang tersebut akan terus mengandalkan anda dalam berbisnis, Seperti misal ; salah satunya menjadikan kita sebagai pengelola keuangannya. Dari hasil mengelola uang seseorang tersebut, tentunya anda akan mendapatkan Mudharabah (bagi hasil). Walaupun Sedikit demi sedikit, dengan disertai keuletan anda serta niat baik anda untuk menjadi seorang pengusaha, insyaallah kesuksesan akan sangat terbuka lebar.

Amin Ya Robbal’alamin !

 

 

Oleh : Didik Sugianto
Redaktur : Babur Rahmah

***

Referensi : Eksiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.