Panduan dan Tata Cara Sholat Istisqa, Lengkap
Panduan dan Tata Cara Sholat Istisqa, Lengkap !

Panduan Dan Tata Cara Sholat Istisqa, Lengkap !

MutiaraPublic.com – Saudaraku dalam menghadapi bencana kekeringan sebagaimana yang telah terjadi di beberapa daerah khususnya di kawasan negara kita, Sungguh Islam telah mengajarkan satu sholat Istisqa agar mampu mengatasi bencana kekeringan tersebut dengan Izin Allah SWT.

Sholat Istisqa adalah sholat yang sangat dianjurkan dalam rangka memohon kepada Allah ketika kita menghadapi kekeringan atau sumber mata air sudah lama mengering, Sholat Istisqa ini disunnah-kan berdasarkan sebab dzahir-nya. Dan sholat istisqa ini, tidak lagi dianjurkan apabila sebab-sebab-nya sudah tiada (hilang), seperti misal ; sudah mulai turun hujan atau sudah mengalirnya mata air dari sumber-nya.

Dalil Perintah Sholat Istisqa

Sholat istisqa ini hukumnya sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi mereka yang terkena musibah bencana kekeringan. Berdasarkan contoh dari Rasulullah SAW yang disebutkan dalam hadits Abdullah bin Zaid r.a., {” Baginda Rasulullah SAW pernah pergi (keluar) ke lapangan untuk melaksanakan sholat meminta hujan, beliau kemudian menghadap ke kiblat dan membalik-kan selendang-nya kemudian sholat dua rakaat (sholat istisqa) “} (Muttafaqun ‘Alaih).

Panduan dan Tata Cara Sholat Istisqa

Sebelum kita melakukan sholat istisqa dianjurkan bagi seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar (memohon ampunan kepada Sang Pencipta dari segala dosa yang telah diperbuatnya), karena dengan beristighfar akan dimurahkan dan dilimpahkan rahmat-Nya sehingga Allah SWT pun meridhoi keinginan kita agar terbebas dari bencana kekeringan yang melanda.

Sebagaimana Allah SWT telah berfirman :

{” Wahai kaumku, mohon-lah ampun kepada Tuhan kalian, kemudian bertaubat-lah kalian kepada-Nya (Allah SWT), pasti Dia akan menurun-kan hujan yang sangat lebat atas kalian, dan Dia (Allah SWT) akan menambah-kan kekuatan pada kekuatan kalian. Dan janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa “} (QS. Hud : 52).

Tempat Melaksanakan Sholat Istisqa

Disunnahkan bagi kita untuk melaksana-kan sholat istisqa ini di lapangan terbuka dan sebagian ulama juga memperboleh-kan untuk dilaksanakan di masjid asal-kan ada sebab-sebab tertentu atau dalam kondisi terpaksa.

Bacaan Niat dan Tata Cara Shalat Istisqo

أُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ (……..)  لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatal Istisqa’i Rak’ataini (imaman/ ma’muman) Lillahi Ta’ala.

Artinya: {” Saya Niat Salat Sunah Istisqa’ Dua Rakaat (jadi imam/ makmum) Karena Allah Ta’ala “}.

  1. Sholat dilaksan-kan 2 rakaat, sebagaimana layaknya Sholat ‘Ied, Pada Rakaat pertama takbir sebanyak tujuh kali dan rakaat kedua takbir sebanyak lima kali. Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: {” Laksanakanlah pada Istisqo ini seperti hal-nya pada waktu ‘Ied “}.
  2. Pada Rakaat pertama disunnah-kan untuk membaca surat Al-A’la selanjutnya pada Rakaat ke-dua disnunnah-kan membaca surat Al-Ghasiyah.
  3. Setelah Selesai Melaksanakan Sholat Istisqa, lalu diteruskan dengan khutbah 2 kali, sembari memperbanyak bacaan istighfar.
  4. Berdoalah dengan menghadap ke-kiblat dan dengan mengangkat ke-dua tangan setinggi mungkin, berdoalah sambil hati kita bersimpuh dengan sepenuhnya pengharapan dan ketundukan kita kepada Sang Maha Pemberi Hujan Dialah Allah SWT.
  5. Dan Dianjurkan untuk doa Istisqo ini dibacakan oleh orang shalih dan Ahli Bait.

Berikut ini adalah Doa Istisqa Lengkap dengan Artinya :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ، اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنا غَيْثاً مُغِيثاً هَنِيئاً مَرِيئاً غَدَقاً مُجَلِّلاً سَحّاً عامّاً طَبَقاً دَائِماً؛ اللَّهُمَّ على الظِّرَابِ وَمَنابِتِ الشَّجَرِ، وَبُطُونِ الأوْدِيَةِ؛ اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفّاراً، فأرْسلِ السَّماءَ عَلَيْنا مِدْرَاراً؛ اللَّهُمَّ اسْقِنا الغَيْثَ وَلا تَجْعَلْنا مِنَ القَانِطِينَ. اللهم إنَّ بِالعِبادِ والبِلادِ والبهائم والخلق من اللأواء والجهد والضنك ما لا نشكوه إلا إليك. اللَّهُمَّ أنْبِتْ لَنا الزَّرْعَ، وَأدِرَّ لَنا الضَّرْعَ، وَاسْقِنا مِنْ بَرَكاتِ السَّماءِ، وأنْبِتْ لَنا مِنْ بَرَكاتِ الأرْضِ؛ اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الجَهْدَ وَالجُوعَ والعُرْيَ، واكْشِفْ عَنَّا مِنَ البَلاءِ ما لا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

اَلَلّهُمَّ اسْقِنَا الغَيْثَ وَانْصُرْنَا عَلَى الأَعْدَاءِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ أَمَرْتَنَا بِدُعَائِكَ وَوَعَدْتَنَا إِجَابَتَكَ، وَقَدْ دَعَوْنَاكَ كَمَا أَمَرْتَنَا فَأَجَبْنَا كَمَا وَعَدْتَنَا، اَللَّهُمَّ امنن علينا بمغفرة ما قارفنا، وإجابتك في سقيانا، وسعة رزقنا.

 

Artinya : {” Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang merajai hari pembalasan, tidak ada Tuhan selain Allah yang melakukan apa yang Ia kehendaki, ya Allah Engkaulah Allah tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau Mahakaya dan kami orang-orang fakir, turunkanlah pada kami hujan, dan jadikan apa yang Engkau turunkan sebagai kekuatan dan bekal hingga suatu batas yang lama.

Ya Allah, turunkan bagi kami hujan 3x, Ya Allah, turunkan bagi kami hujan yang menyuburkan, menyejahterakan, bermanfaat, mengalir dari atas ke bawah merata, dan terus-menerus kebaikannya bagi negeri dan penghuninya. Ya Allah pada pegunungan, Shalallahu ‘Alaihi wa Sallamah ladang dan danau-danau. Ya Allah kami beristighfar kepada-Mu, sesungguhnya Engkau penerima ampun, turunkan kepada hujan dari langit yang terus menerus memberikan kebaikan. Ya Allah turunkanlah hujan dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa.

Ya Allah negeri dan penduduknya mengalami kesulitan, kesengsaraan, kesempitan dan kami tidak mengadu kecuali kepada-Mu. Ya Allah tumbuhkanlah bagi kami tanaman, suburkanlah susu-sus ternak kami, turunkanlah hujan dari keberkahan langit dan tumbuhkanlah tanaman dari keberkahan bumi. Ya Allah angkatlah dari kami kesusahan, kelaparan, dan terbukanya aurat, singkapkan dari kami musibah dan tidak ada yang dapat menyingkapkannya kecuali Engkau

Ya Allah turunkanlah hujan dan tolonglah kami atas musuh. Ya Allah Engkau telah memerintahkan kami untuk berdoa, dan berjanji untuk mengabulkan. Dan kami telah berdoa sebagaimana engkau perintahkan, maka kabulkanlah sebagaimana Engkau telah janjikan. Ya Allah berikanlah anugerah ampunan-Mu atas kesalahan kami, dan kabulkan hujan untuk kami dan kelapangan rezeki. “}

 

Sebaiknya lakukan dengan penuh Khusu’ serta perbanyaklah sedekah kepada kaum faqir dan dhuafa. Dan Apabila setelah kita selesai sholat istisqa ini, hujan masih belum juga turun, maka kita laksanakan lagi sholat istisqa ini pada keesokan harinya dengan penuh khusu’, laksanakan sampai beberapa kali atau sampai hujan turun.

Dan Apabila hujan sudah diturunkan oleh Allah SWT, maka dianjur-kan untuk bersujud syukur dan bertasbih-lah atau dengan membaca doa berikut :

Doa Setelah Turun Hujan

اللّهُمَّ اجْعَلهُ صَيِّبَاً هَنِيئاً نافعاً. اللهم حوالينا ولا علينا.ويقولون: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Artinya : {” Ya Allah.. jadikan-lah hujan yang menyejahtera-kan dan dapat bermanfaat. Ya Allah… turunkan-lah (rahmat hujan ini) di sekeliling kami bukan adzab bagi kam “} Dan para jamaah mengucapkan : {” Hujan turun dengan karunia dan rahmat Allah SWT “}.

 

Semoga Bermanfaat !

 

 

 

Oleh : Ustadz Rahmad Hidayat
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

18 comments

  1. Abdullah Diu

    apakah diantara takbir di selingi dengan zikir Subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallah allah akbar

    • Team MutiaraPublic

      Assalamualaikum Wr. Wb.

      Terimakasih atas komentar serta pertanyaannya saudaraku, Iya betul saudaraku.., sebagaimana layaknya sholat ied tersebut, disetiap (setelah) Takbir saudara berdzikir “Subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallah allah akbar”.

      Semoga saudara selalu dilimpahkan Rahmat Oleh Allah SWT. Aaamiiin….!

  2. Terima kasih atas penjelasannya, sangat bermanfaat.

    • Team MutiaraPublic

      Sama-sama saudariku, terima kasih juga sudah berkomentar, semoga saudari dilimpahkan Rahmat oleh Allah SWT

  3. rukun khutbahx seperti khutbah jumat yah? Trus apa suara imam dijahrkan ? kemudian jam berapa baiknya di mulai?

    • Team MutiaraPublic

      Assalamu’alaikum Wr. Wb.

      Terimakasih atas pertanyaannya saudaraku, Ya… betul sekali saudaraku ! Untuk waktu pelaksanaannya sebenarnya Shalat istisqa tidak memiliki waktu khusus saudaraku, Namun… menurut pendapat sebagian Ulama waktu yang lebih utama adalah sebagaimana waktu pelaksanaan ketika kita shalat ‘Id, yaitu waktu ketika matahari sudah mulai terlihat. Hal ini tentunya Sebagaimana dalam hadits dari ‘Aisyah Radhiallahu’anha disebutkan bahwa :

      فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم حين بدا حاجب الشمس

      Artinya : {” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar ketika matahari mulai terlihat “}

      Semoga Allah selalu melimpahkan Karunia dan Rahmat kepada saudaraku Abu Akmal. Aamiin !

  4. hendra aristyawan

    Assalamu’alaikum,
    Sangat bermanfaat.
    Utk pelaksanaannya boleh beberapa hari/bbrp bulan sampai hujan turun ya?
    Semoga segera dibumikan sholat sunnah istisqo di pemerintahan, di majelis-majelis dzikir di seluruh Indonesia yang lagi dilanda kemarau panjang dan asap yang parah di sumatra, kalimantan, sebagian sulawesi mulai terima dampaknya.
    Semoga musim hujan dipercepat oleh Alloh SWT
    Aamiin Yaa Robbal’aalamiin.
    Mohon maaf jika ada kata yg khilaf.
    Wassalamu’alaikum

    • Team MutiaraPublic

      Waalaikumsalam Wr. Wb.

      Terimakasih atas komentar dan Doanya saudaraku Hendra Aristyawan, Betul sekali saudaraku, dalam pelaksanaan Sholat Istisqa ini boleh dan sangat dianjurkan dilakukan beberapa hari atau bulan hingga Hujan tersebut Turun saudaraku.

      Semoga doa dan niat saudara Hendra Aristiyawan diijabah oleh Allah SWT. dan dijadikan Hamba yang dilindungi oleh Allah SWT. Aamiin !

  5. Ttg rida’ ato selendang yg d pindahkan posisinya sebagaimana d jelaskan dlm byk hadis shahih bagaimana?

    • Team MutiaraPublic

      Assalamu’alaikum Wr. Wb.

      Terimakasih atas pertanyaannya saudaraku Hazim, Perihal membalikan rida’ ini dapat dilakukan setelah berdoa, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah, atau ketika hendak berdoa, sebagaimana hadits Abdullah bin Zaid r.a. :

      {” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam keluar menuju lapangan untuk istisqa’. Beliau membalik rida’-nya ketika mulai menghadap kiblat “} (HR. Muslim, no.894)

      Akan tetapi.., terjadi pererbeda pendapat di kalangan para Ulama, Apakah hanya imam yang melakukan hal tersebut ataukah makmum juga ? Perbedaan pendapat ini pun terkait beberapa riwayat yang diperselisihkan perihal keshahihannya, diantaranya hadits berikut di bawah ini :

      {” Saya melihat Rasulullah SAW ketika (sholat) istisqa beliau memperpanjang doanya, memperbanyak permintaannya, lalu membalik badan ke arah kiblat dan membalik posisi rida’-nya, kain yang atas di perut dipindah ke punggung. Lalu orang-orang pun ikut membalik rida’ mereka” (HR. Ahmad, 4/41. Syaikh Al Albani dalam Tamaamul Minnah, 264, berkata: ‘Sanadnya qawi, namun… lafadz ‘orang-orang pun ikut membalik rida’ mereka‘ adalah lafadz yang syadz‘).

      Kebanyakan para ahli hadits menilai bahwa hadits tersebut atau semisalnya sebagai hadits yang syadz (Syadz = “hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya yang bertentangan dengan perawi yang lebih terpercaya”.). Wallahu’alam Saudaraku, yang lebih rajih, perbuatan ini hanya dianjurkan kepada imam.

      Rida’ dalam hal ini bisa digantikan dengan yang semisalnya. Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan hafizhahullah berkata: “Disunnahkan membalikkan rida’ ketika mengakhiri doa. Ujung kanan diletakkan di sebelah kiri,yang kiri diletakkan di sebelah kanan. Demikian juga kain yang sejenis rida’, seperti abaya atau yang lain”. (Al Mulakhas Al Fiqhi 289).

      Semoga saudara dijadikan dan digolongkan Hamba yang Taqwa oleh Allah SWT. Aamiin !

  6. Alhamdulillah Ilmu ini sangat besar manfaatnya, dengan membacanya semoga kita selalu beristighfar dan minta ampun kpd Allah atas dosa dan kesalahan yg telah kita perbuat. Ada yg ingin saya tanyakan yaitu ; ada yg mengatakan sebelum melaksanakan sholat Istiqo puasa selama 3 hari dan bila kita meminjam barang orang harus dikembaliikan dahulu, serta berpakaian yg sederhana (bukan pakaianbagus)

    • Team MutiaraPublic

      Assalamu’alaikum Wr. Wb.

      Terimakasih atas komentar dan share-nya saudaraku.., Betul sekali saudaraku H. Fikri perihal berpuasa selama tiga hari.. dll. hal itu adalah bersifat sunnah saudaraku… Sebagaimana dalam hadist berikut ini :

      {” Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Nabi Muhammad SAW keluar (untuk menunaikan shalat istisqa) dengan merendahkan hati, mengenakan pakaian biasa (penampilan sederhana), dengan penuh khusyu’ dan dengan penuh harapan. Maka beliau shalat dua raka’at sebagaimana shalat ied (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai’).

      Dan yang terpenting adalah niat dan tingkat ke khusu’an saudaraku dalam menunaikan sholat Istisqa ini.

      Semoga saudara H. Fikri selalu mendapat lindungan Allah SWT. Aamiin..!

  7. Althofur Rohman

    Kl ngak pakai khutbah boleh ngak? Jadi habis sholat langsung do’a. Terima kasih

    • Team MutiaraPublic

      Assalamu’alaikum Wr. Wb.

      TerimaKasih atas komentar dan pertanyaannya saudaraku Althofur Rahman! Boleh saudaraku, akan tetapi lebih baik pakai Khutbah karena Khutbah istisqa disini hukumnya adalah sunnah, sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Aisyah dan hadits Ibnu ‘Abbas. Namun jika saudara tidak pakai khutbah juga tidak apa-apa (tidak berdosa), dan Insyaallah Sholat Istisqa saudara tetap Syah…! Yang terpenting lakukan sholat Istisqa ini dengan penuh khusu’ dan Hak karena berharap pertolongan dan Ridho dari Allah SWT.

      Semoga saudara Althofur Rohman sellau dalam Lindungan Allah SWT. Aamiin !

  8. klo bisa minta dikirimkan amalan dzikir dan tuntunan sholat dhuha dan tahajud lengkap berikut fadilahnya, terima kasih.

  9. assalamu alaikum
    artikelnya sangat baermanfaat, terima kasih atas penjelasannya
    saya mau bertanya,,
    bagaimana jika imam lupa memindahkan selendang?

    • Team MutiaraPublic

      Waalaikumsalam Wr. Wb.

      Terimakasih juga atas komentarnya saudari Amelia Yang Semoga Allah SWT selalu melimpahkan RahmatNya. Tidak apa-apa jika imam lupa memindahkan selendang tersebut saudariku, insyaallah tetap Sah dan insyaallah sholat Istisqa tersebut diterima oleh Allah SWT, serta medapat pahal sebagaimana mestinya.

      Semoga Saudari Amelia beserta keluarga selalu dalam Ridho Allah SWT. Aamiiin…

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.