Khutbah Jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan
Khutbah Jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan (foto ; flickr)

Khutbah Jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan

Khutbah I

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 1

Saudaraku, Sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT.

MutiaraPublic.com – Pada khutbah jumat kali ini, Khatib ingin mewasiatkan khususnya kepada diri khatib secara pribadi dan juga kepada para jamaah jumat sekalian supaya senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, yakni dengan sebenar-benarnya takwa, mengamalkan perintahnya dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Karena pada hakikatnya ketakwaan inilah yang kelak akan bermanfaat bagi setiap hamba.

Allah SWT Berfirman ;

Khutbah jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan 1

Seorang penyair juga mengatakan ;

Khutbah jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan 2

Maka dari itu jamaah jumat sekalian, ketakwaan itu sangatlah kita perlukan dan butuhkan di setiap saat, setiap waktu, sebab kematian, ajal itu tidak menunggu kapan kita bertakwa.

Segala puji bagi Allah SWT yang selalu, yang terus menerus memberikan kita suatu nikmat yang sangat melimpah ini, sebab sebesar-besarnya “nikmat” yang Allah SWT berikan pada kita semua ini adalah nikmat Islam dan nikmat Iman.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Baginda kita, imam kita, Nabi kita, penyejuk hati kita, yakni Muhammad SAW, beserta keluarganya, beserta para sahabatnya, serta pengikutnya hingga kelak, akhir zaman.

Saudaraku, Sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT.

Kita tahu pada saat ini merupakan musim hujan, dimana hampir setiap hari hujan turun disekitar kita. Ada sebagian dari mereka yang menyukai turunnya musim hujan ini, karena mereka seperti halnya petani bergembira dengan bertambahnya air (diairinya) tanaman-tanaman mereka, dan lain sebagainya. Namun, di sisi lain, ada sebagian dari mereka yang mencela musim hujan kali ini, mungkin disebabkan berbagai aktivitas mereka yang terhambat, kepergian mereka ke sanak saudara harus tertunda, atau janji-janji mereka bersama klient harus dibatalkan, dan lain sebagainya.

Ketahuilah saudaraku, dengan mencela-cela hujan tersebut sungguh adalah merupakan perbuatan dosa besar, karena sejatinya, dengan kita mencela hujan berarti sama saja kita mencela pencipta hujan itu sendiri yakni Allah SWT. Dalam sebuah hadits qudsi, Baginda Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman ;

Khutbah jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan 3

Hadits ini menjelaskan pada kita semua, bahwasanya mereka (seorang anak Adam) telah berbuat dzalim kepada Allah SWT jika mereka mencela siang dan mencela malam, serta mecela waktu, atau juga di dalamnya mencela cuaca karena sesungguhnya dengan takdir Allah SWT lah terjadinya waktu siang dan dan waktu malam. serta terjadinya panas dan juga terjadinya hujan tersebut.

Saudaraku, Sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT.

Saya sangat yakin, masih segar diingatan saudara, bagaimana susahnya menjalani hidup dalam suatu kondisi yang kekeringan. Tanaman menjadi kering, tanah berdebu, sumber mata air menjadi susut, serta cuaca pun terasa gerah, panas menyengat. Akan tetapi pada saat sekarang ini semuanya telah berubah, yang dulunya kering kini tanah menjadi becek, genangan air sangat mudah Anda temui, pemandangan indah (hijau) di mana-mana, serta suhu udara pun terasa sejuk. Semuanya ini terjadi berkat turunnya hujan yang Allah SWT berikan kepada kita.

Melalui mimbar sidang jumat (khutbah jumat) ini, saya secara pribadi mengajak kepada saudara semua untuk lebih merenungkan nikmat dan fungsi hujan ini secara utuh, sehingga saudaraku sekalian dapat menyikapi hujan ini dengan baik. Dengan merenungi nikmat dan fungsi hujan ini, saudara akan semakin merasakan betapa nikmatnya setiap tetesan air hujan yang telah menyirami negeri ini. Sungguh diantara fungsi tetesan air hujan ini adalah sebagai berikut ;

Fungsi Pertama : Hujan Bisa Menghidupkan Tumbuhan

Sehebat apapun teknologi kita dalam hal memelihara tumbuhan-tumbuhan, namun bila semuanya tanpa air, sangatlah mustahil rasanya tumbuhan ini bisa hidup, terlebih dengan membuahkan hasil. Karenanya, tidak dapat kita pungkiri bahwa setelah turunnya hujan ini, berbagai tumbuhan-tumbuhan yang dahulukala mati kemudian tertimbun dalam perut bumi, maka dengan sekejap sampah tumbuhan tersebut akan menjadi hidup dan dengan subur akan tumbuh.

{” Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran Allah SWT) bahwa engkau melihat bumi ini kering tandus (gersang), maka apabila Kami turunkan air di atasnya (hujan), maka niscaya ia bergerak dan (tumbuh) subur. Sesungguhnya Allah SWT Yang menghidupkannya tentu (pasti) dapat menghidupkan yang mati ; sesungguhnya Dia (Allah SWT) Maha Kuasa atas segala sesuatu “} (QS. Fusshilat: 39).

Fungsi Kedua : Hujan Sebagai Sumber Minuman Makhluk Hidup

Seluruh makhluk yang hidup di muka bumi ini terlebih yang bernyawa tidak mungkin dapat mempertahankan hidupnya tanpa mengonsumsi air minum. Oleh karena air minum tersebut adalah merupakan kebutuhan primer bagi seluruh makhluk. Maka ketika pada waktu awal menciptakan bumi ini, Allah SWT telah menyiapkan segalanya, termasuk air minum serta tumbuh-tumbuhan. Hal ini semua semata-mata demi menjaga kelangsungan hidup seluruh makhluk yang bernyawa secara umum.

Khutbah jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan 5

Maha Suci Allah SWT, yang sudah menyiapkan segalanya yaitu yang mejadi kebutuhan setiap makhluk-makhlukNya, sebelum mereka semua memintanya. Sungguh Tidak diragukan lagi mengenai fakta ini, yakni bukti kuat akan kemurahan Allah SWT.

Fungsi Ketiga : Hujan Sebagai Ilustrasi Nyata Mengenai Metode Turunnya Rezeki

Dan diantara sebuah hikmah yang bisa kita petik dari siklus hujan ini adalah seperti yang telah kita pelajari, yakni hujan sebagai ilustrasi nyata bahwasanya Allah SWT telah menurunkan rezeki kepada kita itu sedikit demi sedikit. Allah SWT melakukan hal ini semua karena bukan Dia pelit kepada kita atau bukan Allah SWT kawatir akan kehabisan stok rezeki-Nya, Namun sepenuhnya Allah SWT melakukan hal ini demi menjaga kemaslahatan kita, menjaga kemaslahatan hambanya.

Coba kita bayangkan, andai Allah SWT meurunkan rezeki-Nya tersebut kepada kita sekonyong-konyong seperti turunnya air terjun, niscaya kita pasti akan celaka dan binasa. Sebagaimana kita pasti akan binasa bila Allah SWT menurunkan air hujan itu misal seperti turunnnya air terjun. Oleh Karenanya, nikmatilah hidup ini, karena sejatinya Allah SWT telah menyiapkan rezeki yang cukup dan benar-benar cukup buat kita.

Allah SWT telah mengisyaratkan tentang semua ini melalui firman-Nya sebagai berikut ;

Khutbah jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan 6

Marilah kita cermati ayat diatas ini, setelah Allah SWT menjelaskan bahwasanya Dia menurunkan rezeki tersebut secara bertahap-tahap, Allah SWT menyebutkan bahwa hujan tersebut sebagai bukti dan sekaligus ilustrasi yang betul-betul nyata tentang turunnya rezeki kepada kita sebagai seorang hamba. Karena Allah SWT sungguh Maha Melihat dan lagi Maha Mengetahui setiap kondisi hamba-hamba-Nya, maka Allah SWT menurunkan air hujan beserta pula rezeki tersebut secara bertahap-tahap, supaya kita (manusia) tidak celaka.

Coba kita tanyakan, amati dan renungkan, Bagaimana rasanya bila Allah SWT turunkan air hujan tersebut seperti halnya air terjun yang sangat deras ? Coba kita tanyakan, amati dan renungkan, Bagaimana jika Allah SWT menyatukan jatah hujan tersebut untuk satu bulan saja kemudian diturunkan hujan tersebut pada satu hari saja (dihari yang sama) ?

Demikian pula seperti halnya jatah rezeki kita. niscaya kita akan ditimpa celaka jika Allah SWT menurunkan rezeki tersebut tidak tepat waktu. Kita pasti akan kesusahan jika Allah SWT menurunkan seluruh jatah rezeki tersebut sekali dalam seumur hidup. Sungguh Bila hal demikian ini terjadi, pastinya kita akan kesusahan dalam mencari tempat atau almari sebagai tempat menyimpan jatah baju, dan kita akan merasa kebingungan dalam mencari lumbung guna menyimpan padi atau jatah beras kita, serta kesulitan dalam membangun waduk guna menampung seluruh jatah air kita.

Fungsi Keempat : Hujan Sebagai Tentara Allah

Akhir-akhir sekarang ini diberbagai penjuru negeri kita sering sekali dilanda suatu petaka dan bencana. Dan salah satu dari penyebab datangnya suatu bencana tersebut adalah hujan (air hujan). Fenomena ini sering terjadi di hadapan atau di depan mata kita, sungguh merupakan bukti yang nyata bahwasanya hujan yang sedia kala merupakan gambaran (wujud) dari rahmat Allah SWT, Namun hal itu bisa saja berubah menjadi bala tentara Allah SWT yang mampu membinasakan mereka (orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT). Dengan demikian, bila di umpamakan hujan ini bagaikan “pisau bermata dua”, dalam artian hujan bisa menguntungkan dan juga bisa mencelakakan atau membinasakan.

Di antara bukti sejarah mengenai fungsi hujan yang keempat ini adalah seperti kisah Nabi Nuh A.S., bagaimana segerombolan hujan yang turun dari langit pada masa itu, Allah SWT membalas keangkuhan mereka yakni kaum Nabi Nuh A.S.

Khutbah jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan 7

Fungsi Kelima : Hujan Adalah Ilustrasi Nyata Tentang Proses Kebangkitan Manusia Pada Hari Kiamat

Khutbah jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan 8

Tidakkah kita amati bersama, semasa musim kemarau betapa biji-bijian tersebut telah tertanam di dalam perut bumi. Sesaat setelah turunnya air hujan, seluruh biji-bijian tersebut akan muncul ke muka bumi serta akan tumbuh subur. Demikian pula lah yang akan kita alami kelak di hari akahir, di hari kiamat. Sahabat Abu Hurairah mengisahkan dari Baginda Rasulullah SAW yang artinya ;

Khutbah jumat, Mengkaji Kebesaran Allah Tentang Hujan 9

Saudaraku, Sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT.

Semoga khutbah jumat ini bisa menggugah iman kita dan bisa menjadi pelajaran yang berharga di kehidupan kita sekarang ini. Dengan mengkaji dan memahami berbagai fungsi hujan tersebut, kita bisa mensyukuri hujan dengan baik, sehingga Allah SWT senantiasa melimpat gandakan nikmatNya tersebut kepada kita semua.

Amin..!

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 1b

Khutbah II

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 2a

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 2b

Baca juga ini : Delapan Sebab Sebab Keberkahan

 

 

 

Oleh : Ustad Jauhari
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.