Khutbah Jumat - Memetik Buah Pekerti Takwa
Khutbah Jumat - Memetik Buah Pekerti Takwa (foto : ilustrasi)

Khutbah Jumat – Memetik Buah Pekerti Takwa

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 1

Khutbah Jumat I

MutiaraPublicSaudara Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia, Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan taatlah kepada-Nya. Agungkanlah perintah-perintah Allah dan jangan bermaksiat kepada-Nya, serta berlakulah takut dan bertakwa harap penuh kepada Allah S.W.T. Ketahuilah, bahwa ketakwaan akan mendatangkan keburuntangan. Maka, bersungguh-sungguhlah dalam melakukan ketaatan, karena orang yang bersungguh-sungguh melakukannya akan memperoleh kejayaan

Takwa tidak boleh bersifat statis, melainkan harus selalu ditumbuhkan dan ditinggikan. Karena itulah, dalam setiap khutbah Jum’at, seorang khatib selalu harus bertakwa kepada Allah S.W.T. dengan takwa yang sebenarnya, dan janganlah mati kecuali sebagai orang muslim yang Taqwa kepada Allah SWT.

Saudara Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Sebenarnya manusia mengetahui kebenaran dan pentingnya takwa. Namun kebanyakan mereka berpura-pura lupa bahkan menutup mata dan telinganya. Mereka lakukan itu karena terdorong agar dapat terus mengumbar hawa nafsu dan menuruti kesenanganya. Padahal mereka tahu persis, kehidupan ini bagaikan samudera luas dan ganas. Sungguh tidak mudah untuk mengarunginya. Karena itu sebaiknya manusia menumpang perahu yang dapat menyelamatkannya dari dari keterpurukan karam, yaitu perahu iman dan takwa. Kemudian tetaplah selalu berkatakwa bila menginginkan kebahagiaan dan keselamatan dunia-akhiratnya.

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda:

“Barangsiapa yang memusatkan piirannya pada satu hal, yaitu takwa, niscaya Allah akan melindunginya dari kesusahan-kesusahan di dunia dan akhirat.”

Perbedaan manusia dengan satu dengan manusia lainnya hanyalah atas dasar takwa, yang merupakan masalah tanggung jawab setiap orang orang kepada Allah. Ia tdak dilihat dari jenjang status sosialnya dalam pergulan dan kehidupan masyarakat. Karena nilai takwa hanya ada di dalam dada, yaitu berseminya keikhlasan hati ketika menjalankan ketaatan kepada Allah S.W.T.

Saudara Muslimin Sidang Jumat Yang Berbahagia

Takwa adalah tingkat kwalitas yang paling tinggi yang dicapai oleh manusia, sehingga perbuatan takwa akan dapat menggambarkan kepribadian dan tingkah laku yang ideal bagi seseorang didalam perhambaannya kepada Allah, juga dalam pergaulan di antara sesama manusia. Karena itu, pengaruh/ buah pekerti takwa dalam kehidupan bermasyarakat sangat besar. Di mana dengan takwa akan terwujud suatu masyarakat yang tertib, aman dan dinamis. Sebab, warga masyarakatnya telah mampu menjaga diri dari kejahatan dan selalu menetapi kewajiban sebagai orang-orang yang muttaqin.

Dan kiranya, amatlah penting bagi manusia untuk lebih memahami masalah takwa, serta berupaya untuk mengetahui makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Ketahuilah, takwa dapat diartikan takut, yaitu takut kepada siksa Allah S.W.T. sebagai akibat berbuat durhaka dan maksiat kepada-Nya. Bisa berarti taat, yaitu melakukan ketaatan dan beribadah kepada Allah dengan penuh ketaatan yang sebenarnya. Adapun makna hakiki dari takwa ialah membersihkan hati dari segala dosa. Allah S.W.T. berfiman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (Q.S. An Nur: 52).

Sedangkan batasan dari pada takwa, menurut Iman Al-Ghazali sebagaimana yang diajarkan  oleh para gurunya, adalah membersihkan hati dari dosa yang belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga didapatkan kekuatan dan tekad untuk membentengi diri dari segala maksiat. Kemudian Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa takwa ialah menjauhi apa yang di khawatirkan bisa membahayakan diri dalam urusan agama . Karena itulah, maka para pelakunya disebut muttaqin,

Saudara Muslimin Sidang Jumat Yang Berbahagia

Dijelaskan, bahwa barangsiapa ingin bertakwa kepada Allah, ia harus selalu mewaspadai bujukan hawa nafsunya dan dapat mengendalikannya dengan tekad yang kuat. Orang yang bertakwa harus menjaga lima anggota tubuhnya yang pook, yaitu mata, telinga, mulut, hati dan perut, dari laku perbuatan yang membahayakan, seperti berbuat maksiat, makan barang haram, suka berlebih-lebihan dan berlaku boros. Dengan kata lain, orang yang bertakwa haruslah orang yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang kokoh, dan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah Sidang Jum’at Yang Berbahagia.

Banyak kebaikan dan macam-macam pahala diberikan oleh Allah sebagai buah pekerti takwa. Imam Al Ghazali, setelah menekuni ayat-ayat yang menuturkn masalah takwa, menyebabkan bahwa ada 12 jaminan kebaikan dari Allah untuk orang-orang yang bertakwa:

  1. Mereka mendapat pujian dan sanjungan dari Allah. Karena takwa termasuk perkara yang diutamakan oleh-Nya.
  2. Mereka selamat dari bahaya musuh, dari tipu daya dan ancamannya.
  3. Memperoleh kekuatan dan pertolongan. Karena Allah selalu beserta orang-orang yang bertakwa dan mengasihinya.
  4. Dibebaskan dari kesulitan dan diberi rezeki halal, yang datangnya tidak terduga-duga.
  5. Amal perbuatan mereka semakin menjadi baik.
  6. Dosa-dosa mereka dihapuskan, karena Allah telah mengampuninya.
  7. Mereka menjadi orang-orang terkasih, disebabkan Allah mencintai mereka.
  8. Memperoleh jaminan diterimanya amal, karena Allah menerma amal orang –orang yang bertakwa.
  9. Menempati derajat mulia, karena Allah telah memuiakan mereka.
  10. Ketika saat-saat kematian tiba, mereka merasakan nikmat dan gembira.
  11. Di akhirat mereka selamat dari mereka.
  12. Mereka masuk surga, dan kekal di dalamnya.

 

Jamaah Sidang Jum’at Yang Berbahagia.

Jadi jelas, bahwa orang yang ber-pekerti takwa pasti akan dapat memetik buahnya. Bahkan, misalkan takwa itu diibaratkan pohon yang bisa tumbuh lebat dan indah serta berbuah banyak dan lezat rasanya, tentu bagi petani yang memiliki pengetahuan dan berpandangan jauh ke depan akan senang menanamnya dan  merawat sebaik-baiknya. Semoga Allah s.w.t memberkahi amal dan usaha kita untuk menjadikan kita golongan hambanya-Nya yang bertakwa. Aamiiinnnn..!

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 1b

Khutbah Jumat II

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 2a

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 2b

 

 

 

Oleh : Ustadz Rahmad Hidayat
Editor : Suparto
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.