Khutbah Jumat, Enam Pilar Menegakkan Ibadah
Khutbah Jumat, Enam Pilar Menegakkan Ibadah (Foto ; Masjid Al-Falah Kota Jambi)

Khutbah Jumat, Enam Pilar Menegakkan Ibadah

Khutbah I

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 1

Hadirin, jama’ah jumat yang dirahmati Allah SWT

MutiaraPublic.com – Pada Khutbah Jumat kali ini, Hal yang terpenting didalam kehidupan ini adalah bagaimana seorang hamba menegakkan peribadatannya kepada Allah SWT, ibadah yang sejati, ibadah yang sebenar-benarnya ibadah. Allah SWT berfirman ;

QS ADZ DZARIYAT ayat 56

Menegakkan peribadatan ini, merupakan misi dakwah para nabi dan para rasul, Sungguh Allah SWT telah mengutus pada setiap umat seorang rasul agar supaya orang-orang tersebut beribadah, agar supaya para rasul manyuruhkan umatnya beribadah kepada Allah SWT.

Allah SWT memuji para nabi dan para rasul dengan sifat-sifat penghambaan yang mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT. Seluruh nabi dan rasul dipuji oleh Allah SWT dengan satu sifat yaitu sifat sebagai seorang hamba.

Seperti halnya Nabi kita baginda Muhammad SAW, Allah SWT menyebutnya dengan predikat hamba diberbagai kedudukan penting, ketika Al-Qur’an diturunkan. beliau disebut sebagai seorang hamba diberbagai ayat, dan Allah SWT perintah kepada Nabi Muhammad SAW untuk menegakkan ibadah kepada Allah SWT, hingga akhir hayat.

Allah Berfirman yang artinya ;

{” Beribadahlah untuk Rabb-mu (Allah SWT), sampai datang kematianmu “} (QS. Al-Hijr : 99)

Hadirin, jama’ah jumat yang dirahmati Allah SWT

Peribadatan kepada Allah SWT, ini adalah puncak yang dituntut dan dicari oleh setiap muslim yang ingin mendapatkan kebahagiaan. Peribadatan kepada Allah SWT, itulah hakikat dari keberuntungan dan keberhasilan. oleh karena itu, siapa yang yang mendapatkan kelezatan peribadatan ini, maka dia pasti mendapat keindahan dan kebahagiaan di syurga kelak dikemudian hari. Dan sebelum dia masuk ke syurga di akhirat, dia telah merasakan syurga di dunia, dengan kenikmatan ibadah kepada Allah SWT.

Karena itu nabi Muhammad SAW, beliau bersabda yang artinya ; {” Dan telah dijadikan penyejuk mataku itu ada didalam sholat “} (H.R. Nasai dan Ahmad). Beliau anggap bahwa kesejukannya di kehidupan dunia adalah dengan melakukan sholat kepada Allah SWT, dan sholat ini sebagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Hadirin, jama’ah jumat yang dirahmati Allah SWT

Didalam menjelaskan makna hadits ini, karen hadits ini kadang seseorang melakukan sholat, tapi dia tidak merasakan nikmatnya dan sejuknya sholat tersebut. Maka Ibnul Qayyim r.a. beliau menjelaskan tentang hadits ini, beliau menyebut bahwa ada Enam Perkara pokok yang hendaknya dihadirkan oleh seorang hamba.

Enam hal ini adalah enam pilar ibadah kepada Allah SWT, yang hendaknya dihadirkan saat seorang melakukan ibadah Sholat. Dan enam hal ini juga tidak hanya terbatah didalam sholat saja, tetapi ini ada kaidah didalam semua ibadah yang ditegakkan kepada Allah SWT.

Pilar Yang Pertama Dalam Beribadah,

Bagisiapa yang ingin menegakkan ibadah kepada Allah SWT, harusnya dihadirkan didalam dirinya suatu keikhlasan kepada Allah SWT. Dia harus ikhlas dalam melakukan setiap ibadahnya, dia ikhlas menegakkan ibadah itu hanya untuk Allah SWT, bukan mengharapkan sanjungan manusia, karena Allah SWT hanya menerima ibadah yang ikhlas.

Oleh karena itu, keikhlasan adalah tuntutan didalam setiap perkara, didalam setiap ibadah kepada Allah SWT. Apalagi itu adalah ibadah-ibadah yang agung, seperti ; Dalam menuntut ilmu agama, Dalam berdakwah dijalan Allah SWT, Menegakkan simbol-simbol Allah SWT.

Sudah banyak orang-orang berpikiran bahwa dirinya ingin berdakwah dijalan Allah SWT atau ingin menegakkan Agama, tetapi hakikatnya dia tidak berdakwah dijalan Allah SWT, melainkan dia menyuruh manusia agar mengikuti kemauannya sendiri, menyuruh manusia kepada kepentingannya, dan menyuruh manusia kepada hal-hal yang membawa kemaslahatannya sendiri.

Karena itu keikhlasan harusnya dibawa dalam kemaslahatan beribadah kepada Allah SWT, dalam segala hal.

Pilar Yang Kedua Dalam Beribadah,

Dia menghadirkan posisi kejujuran, jenjang kejujuran, dan jenjang nasehat. Nasehat itu adalah seseorang yang mengikhlaskan sesuatu pada hal yang dia maksudkan, dia bersungguh-sungguh didalamnya, menegakkan kebaikan yang merupakan hal sesuatu itu, inilah yang dikatakan sebagai nasehat.

Maka bentuk nasehat didalam suatu ibadah, hendaknya ada kejujuran didalam melakukan suatu ibadah tersebut. Betul-betul ia mencurahkan segala kekuatannya, ia mengerahkan segala perhatiannya didalam menyempurnakan ibadah itu kepada Allah SWT. Apakah itu didalam sholat, dia punya kesungguhan, bagaimana didalam sholat itu dia sempurnakan dari sisi rukun-rukunnya, kewajiban-kewajibannya, dan dengan sunnahnya. Dan dia memperhatikan kekhusukannya hanya kepada Allah SWT.

Maka ini adalah posisi kejujuran dan kejujuran itu pasti akan membawa kebaikan bagi seorang hamba. Karena itu, sebagai seorang hamba hendaklah selalu menjaga kejujuran dan kesungguhan didalam menegakkan ibadah kepada Allah SWT.

Pilar Yang Ketiga Dalam Beribadah,

Hendaklah seseorang meniru dan mencontoh baginda Rasululla SAW pada setiap ibadah yang dilakukan. Pelaksanaan dari ibadah tidak akan diterima kecuali dilakukan berdasarkan tuntunan dan contoh dari Rasulullah SAW.

Setiap ibadah haruslah dibangun diatas petunjuk Rasulullah SAW, karena Agama kita ini adalah wahyu dari Allah SWT, dan adalah tuntunan dari wahyu melalui perantara Rasulullah SAW. Agama kita bukanlah suatu adat-istiadat, dan bukan warisan leluhur nenek moyang, dan bukan pula inspirasi dari pemikiran manusia, tetapi Agama adalah wahyu yang datangnya dari Allah SWT melalui perantara Rasulullah Muhammad SAW.

Karena itu kewajiban seorang muslim dan muslimah dalam menegakkan ibadah. Dan hendaknya ibadah tersebut dibangung diatas tuntunan Rasulullah SAW.

Pilar Yang Keempat Dalam Beribadah,

Hendaklah dia menghadirkan ikhsanRasulullah SAW mengajarkan kepada seorang hamba posisi yang tinggi didalam peribadatan yaitu dia diposisi “ikhsan”, dan posisi ikhsan ada dua tingkatan ;

  1. Posisi ikhsan yang ini adalah posisi yang lebih tinggi adalah ketika dia beribadah kepada Allah SWT, seakan-akan ia melihat Allah SWT. dikarenakan rasa cinta didalam hatinya sangat besar kepada Allah SWT dan rasa takutnya (dalam mengingkari larangan Allah SWT) yang sangat dahsyat. Hal inilah yang menyebabkan ia sangat dekat kepada Allah SWT, dan ketika ia melakukan ibadah itu seakan-akan melihat Allah SWT.
  2. Posisi ikhsan yang ini adalah posisi yang lebih tinggi. jika engkau tidak mampu kepada jenjang yang ini maka Baginda Rasulullah SAW bersabda yang artinya ; {” Kalu engkau tidak mampu (seakan-akan) melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Allah SWT Melihatmu “}. Seorang hamba akan menegakkan ibadah ketika dirinya merasa selalu diperhatikan oleh Allah SWT. Sungguh tidak ada suatu hal yang kecil maupun yang besar kecuali Allah SWT mengetahui dan melihat perbuatannya.

Sungguh Allah SWT cinta pada orang-orang yang berbuat ikhsan, dan Allah bersama pada orang-orang yang berbuat ikhsan tersebut.

Pilar Yang Kelima Dalam Beribadah,

Jenjang yang hendak dibangun oleh seorang muslim adalah Bersyukur bahwasanya didalam setiap ia beribadah hendaklah ditegakkan semata-mata itu merupakan Anugrah dari Allah SWT, maka dia bersyukur terhadap Nikmat Allah SWT yang dapat menunjukkan kepadanya jalan-jalan ibadah tersebut. Memperlihatkan kepadanya apa yang mendekatkannya kepada Allah SWT, sehingga dia bersyukur hanya kepada Allah SWT.

Apabila dihadirkan dalam setiap ibadah, tatkala ia sedang melakukan ibadah tersebut dia merasa bahwa dirinya sebenarnya tidak memiliki apapun, tidak mempunyai apapun, dan tidak ada daya upaya baginya kecuali hanya dari sisi Allah SWT.

Apapun yang disedekahkan, apapun yang diserahkan, apapun yang dikorbankan itu hakikatnya Anugrah pemberian dari sisi Allah SWT. Bukan dari kemampuannya, bukan pula dari kekuatannya, bukan pula dari kepandaiannya, dan bukan pula keutamaan yang semata berasal dari dirinya, tapi itu adalah keutamaan yang semata -mata dari Allah SWT.

Pilar Yang Keenam Dalam Beribadah,

Hal Ini berlaku bagi seluruh ibadah lainnya, yakni hendaklah dalam melakukan ibadah seorang hamba menghadirkan bahwa dia (merasa) selalu kurang dalam melakukan ibadah. Sebab apapun yang dilakukan seorang hamba dalam melakukan ibadah tersebut pasti ada kekurangan, dimana dia sebagai seorang manusia yang pasti tak luput dari suatu kekurangan.

Maka perasaan pada dirinya karena telah melakukan kekurangan, merasa banyak kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan. Dan hal itulah yang akan menyebabkan ia merasa lebih terpacu lagi untuk menegakkan ibadah dan melakukan ibadah-ibadah lainnya kepada Allah SWT.

Dengan menghadirkan posisi “Selalu kurang didalam beribadah”, maka tentunya ini akan menyebabkan dirinya semakin dekat dengan Allah SWT. Bukan malah seperti sebagian orang yang ketika dirinya melakukan suatu ibadah, ia merasa dirinya telah berbuat jasa banyak dalam ibadah tersebut. Dia merasa dirinya sudah berbuat sesuatu untuk islam dan kaum muslimin lainnya, padahal ibadahnya tersebut belum tentu dinilai disisi Allah SWT karena mungkin adanya faktor keikhlasannya yang berkurang atau hilang dari seorang hamba tersebut.

Maka itulah Enam Pilar yang harus dibangung oleh kita, pada saat kita melakukan ibadah kepada Allah SWT, dalam meraih predikat yang Agung ini bagi seorang hamba Allah SWT.

Semoga kita semua tergolong orang-orang yang selalu beribadah kepada Allah SWT, sampai kematian datang menjemput kita. Amin !

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 1b

Khutbah II 

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 2a

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 2b

 

Baca juga ini : Khutbah Jumat, Menjaga Diri Dari Penyakit Syubhat

 

 

 

Oleh : Ustad Dzulqornain
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

2 comments

  1. Muhammad Amirul

    Assalamualaikum,

    Terima kasih mutiarapublic, kalau boleh saya ijin pakek buat kelengkapan materi saya ?

    • Team MutiaraPublic

      Waalaikum Salam saudaraku,

      Silahkan Anda pakai atau sebarkan artikel ini demi kepentingan Ummat !

      Terima kasih atas koment-nya saudaraku.

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.