Khutbah Jum'at
Khutbah Jum'at

Khutbah Jum’at: Belajar dari Nabi Cara Mengatasi Kesulitan

Khutbah Jum’at I

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 1

Kaum Muslimin sidang Jum’at yang dirahmati oleh ALLAH S.W.T.,

Senantiasa kita panjatkan Puji dan syukur kepada Allah SWT atas semua rahmat-Nya yang ditumpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat beribadah patuh kepada-Nya setiap saat untuk mencapai ridha-Nya.

Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berikhtiar menambahkan drajat ketakwaan kita kepada Allah S.W.T; takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT meletekkan kita semua pada martabat yang Dia ridhai, di dunia dan di akhirat. Amin ya rabbal ‘alamin.

 

Kaum Muslimin sidang Jum’at yang dirahmati oleh ALLAH S.W.T.,

Dalam kelahiran, hidup dan kematian adalah sunnatullah. Sebuah proses alam yang terjadi sebagai berkali-kali. sebab atau Karena sunnatullah, secara tidak langsung kita sebagai manusia tidak berhak untuk berbahagia dan bersedih. Biasanya manusia, menjelang kelahiran akan merasa senang atau bahagia. Demikian pula dengan kematian, wajarnya manusia akan merasa sedih dan kehilangan.

Teladan kita, Kanjeng nabi Muhammad SAW juga manusia, begitupun kita semua, dan juga mempunyai rasa takut, sedih, dan serta akan merasa kehilangan.

Allah SWT sendiri telah menjelaskan dalam QS Al Kahfi ayat 110:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا (الكهف) : 110

Artinya :

Katakanlah “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa’. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”.

 

Dan disebutkan pula dalam QS Fushshilat ayat 6:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ (فصلت): 6

Artinya :

Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya.

 

Oleh sebab itu, dalam aqidah As’ariyah Maturidiyah dikenal sifat jaiz nabi dan rasul :

أعراض البشرية

Nabi dan rasul memiliki sifat sebagaimana manusia pada umumnya.

 

Kaum Muslimin sidang Jum’at yang dirahmati oleh ALLAH S.W.T.,

Belajar dari Nabi Cara Mengatasi Kesulitan, Kanjeng Nabi Muhammad SAW mengalami sebuah keadaan yang sangat berat, Pada tahun 10 kenabian. Hal ini disebabkan oleh meningalnya dua seseorang yang sangat dicintai dan disayangi yaitu Abu Thalib (paman belaiu) dan Khadijah (istri beliau). Sehingga dalam kisah diingatkan dengan julukan ‘amul huzni (tahun kesedihan).

Penderitaan Nabi Muhammad S.A.W tidak berakhir hanya di situ saja, sesudah ditinggalkan dua orang tersayang dan tercinta, beliaupun hijrah ke Thaif. Yang salah satu tujuannya adalah menghilangkan semua kesedihan yang di alaminya.Tetapi malang tidak dapat ditolaknya, untung tidak dapat diraih. Selama 10 hari di Thaif tak ada satupun seseorang yang berkenan atau ingin masuk Islam. Lebih-lebih Nabi Muhammad S.A.W diusir dan dilempari batu oleh penduduk Thaif tersebut.

Saat Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W berpengaruh dalam titik hadir semangat perjuangan menegakkan Islam. Allah membukakan jalan, dan memberikan dorongan dan semangat pada Nabi Muhammad S.A.W . Allah S.W.T mengutus malaikat Jibril, untuk mengajak Nabi Muhammad S.A.W (mengisi ulang) dan menyemangati dengan “jalan-jalan” menelusuri jejak perjuangan Nabi terdahulu, menjejaki taman-taman di surga, dan lembah atau jurang-jurang di neraka. Diperlihatkan kepada Nabi Muhammad S.A.W, akibat dari kemalasan, ketamakan, dan keserakahan manusia. Dipertontonkan atau perlihatkan kepada Nabi Muhammad S.A.W buah dari berbagai, mawas diri, dan rendah hati. kejadian ini akhirnya menjadi hari yang dikenang dan diperingati setiap tahunnya oleh umat Islam sebagai isra’ mi’raj.

Kaum Muslimin sidang Jum’at yang dirahmati oleh ALLAH S.W.T.,

Bagaimana dengan kita? Sebagai manusia, mungkin kemarin, saat ini, atau bahkan besok akan mengalami menguras air mata atau yang kesedihan, dan menghabiskan energi. Belajar dari Habibuna Muhammad S.A.W, saat kita mengalami keadaan tenggelam, duka, maka pergilah, keluarlah, dan lihatlah! Temuilah orang-orang shalih, saksikanlah keindahan dan keberhasilan orang lain melampui jejang kehidupannya. Lihatlah kekecewaan orang yang terpuruk, terjerumus dalam keputusasaan.

Setelah semuanya kita lakukan, hal yang terakhir adalah shalat, menghadap sang khaliq (Allah SWT). Serahkan semuanya kembali kepada Allah SWT. Dan tak lupa berdoa sebagaimana doa nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas r.a:

عن أنس بن مالك قال : كان النبي صلى الله عليه وسلّم يقول : اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُبِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ, والعَجْزِ وَاْلكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالبُخْلِ، وضَلْعِ الدَّينِ, وغَلَبةِ الرِّجَال.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat gelisah (pesimis), sedih, malas, kikir, pengecut, terlilit hutang, dan keganasan orang lain.”

Akhirnya, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua, dan semoga kita semua yang hadir di sini diberi kekuatan oleh Allah untuk melewati setiap tahapan kehidupan dengan selamat dan berhasil menjadi umat Muhammad SAW yang sukses dunia maupun akhirat.

 

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 1b

Khutbah Jum’at II

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 2a

Khutbah Jumat - MutiaraPublic 2b

 

 

 

Oleh : Ustadz. Ahmad Hasan
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.