Sebuah Nasehat Untaian Syair Alam..! Part2

Ilustrasi

Berteriaklah
Aku beta, aku beta, aku beta
Bangga diri dan lupa diri
Puaskanlah naluri korupsi
Hura-hura dan bergembira sesuka  hati
Membuat banyak orang  tersakiti
Membuat Rakyat terzalimi
Menjadikan hukum bisa dijual beli
Tapi tunggulah pembalasan
dari Allah Tuhan yang Maha Menciptakan
Azab jahanam yang kekal menyengsarakan
Wahai monyet-monyet rakus 
Yang Tak mau berbagi  kepada temannya
Suka mencuri dan menghianati
Yang penting perut kenyang
Yang penting beta senang
Jika suatu saat hari pembalasan datang
Janganlah salahkan siapapun
Kecuali salahkan dirimu sendiri
Yang  punya akal tapi tidak digunakan
Yang punya hati tapi tak mau berperasaan 
Yang punya mata tapi tidak untuk melihat
Yang punya telinga tidak untuk mendengar
Segala peringatan Tuhan
Baik yang tersirat maupun yang tersurat
Yang memperingatkan dekatnya hari kiamat
Supaya manusia taat beribadat
Supaya  manusia berlomba menyebar maslahat
Janganlah menjadi ahli maksiat
Kemana-mana mengumbar syahwat
Jangan memilih kesenangan sesaat
Yang berdampak kekal sengsara di akhirat 

Wahai kaum muda
Apakah sebenarnya yang patut dibanggakan ?
Dari kemajuan teknologi dan globalisasi zaman
Jika hanya membuat kalian Menjadi makhluk dungu hilang ingatan
Dari gila chatingan dan facebookan, Game online dan PS-an
Kemudian membuat lupa belajar, PR sekolah tidak dikerjakan
Malam-malam keluar nongkrong dijalanan
Udah kaya preman kemalaman
Sampai Mabuk-mabukan, pacaran dan tawuran
Kemudian berdampak Rusaknya masa depan kalian

Siapakah yang patut disalahkan?
Jangan menyalahkan kemajuan zaman
Teknologi hanya identitas peradaban 
Namun jika ternyata membuat ilmu agama sudah diabaikan
Akan berakibat amat fatal 
manusia semakin jauh dari Tuhannya
manusia semakin jauh dari fitrahnya
manusia semakin rusak moralnya 
manusia menjadi egois dan bangga diri karenanya
Kemudian menjadi budak setan 
Memuja harta benda dan jabatan berlebihan
Tidak peduli harta dari mana ia dapatkan
Entah halal atau haram
Menjadi Lupa diri lupa Tuhan
Menjadi makhluk dungu hilang ingatan
Berpikir dengan Ideologi serba salah 
Bagaikan monyet rakus nan serakah
Bodoh, egois, dan tak mau mengalah 
Wahai Remaja, Wahai Darah Muda
Jangan suka mengikuti tren zaman
Gaya hidup ala kebarat-baratan
Gaya hidup manusia lupa ingatan
Gaya hidup penyembah kebodohan
Yang membolak balikan kenyataan
Yang jelek dibenarkan
Yang benar disalahkan
Memuja harta benda dan kemegahan
Egois, serakah dan tak kenal perikemanusiaan
Sebuah hidup ala bintang jalang
Namun diagung-agungkan
Sebab manusia tlah kehilangan jati diri
Karena kesombongannya kepada Tuhan
Tak mau terikat syari’at dan peraturan
Memuja gaya hidup kebebasan 
bebas tapi kebablasan
Indahnya sebentar namun membinasakan !
Keempat,
Dari kupu-kupu kita belajar perubahan
Ulat, kepompong kemudian menjadi kupu-kupu
Bukanlah sebuah perjuangan yang singkat
Perubahan besar perlu perjuangan dan kesabaran
Jangan lekas mengeluh 
Jangan lekas putus asa
Untuk bisa mencapai cita-cita 
Segalanya butuh pengorbanan 
Ibarat bayi berjalan merangkak untuk bisa berjalan
Membutuhkan proses cukup panjang
Tidak kenal menyerah dan penderitaan
Terjatuh seribu kali bukanlah rintangan
Asalkan kita sampai puncak tujuan
Asalkan kita hidup bahagia kemudian
Apalagi kalian para pelajar
Tentunya perjuangan kalian lebih mudah daripada kupu-kupu
Karena kalian tidak memikirkan biaya sekolah dan uang saku
Karena semua biaya ditanggung orang tuamu 
Hanya tinggal duduk, diam dan perhatikan pelajaran di sekolahan
Belajar sungguh-sungguh dan perhatikan guru menerangkan
Namun kenapa PR saja tidak dikerjakan
Belajar malas-malasan
Pulang sekolah kebut-kebutan
Ada yang nongkrong dijalanan 
Bahkan mabuk miras sampai tawuran
Bahkan pacaran, 
seks bebas kemudian hamil bayinya digugurkan
Kemudian dikeluarkan dari sekolahan
Tidak malukah kalian
Kepada Allah yang menciptakan kalian?
Tidak ada harganya kah
Nasehat guru dimata kalian?
Tidak kasiankah 
Kepada orang tua yang mendidik dan mengasihi kalian?
Dan pontang panting cari rejeki demi kebahagiaanmu di masa depan
Masih sombongkah kalian 
Air dan batu karang ternyata lebih sabar dan tenang
Ternyata cara hidup lebah dan kupu-kupu 
jauh lebih baik daripada kalian?
Tidak sadarkah kalian
Bahwa masa depan kalian itu suram !
Sekelam awan hitam dimalam kelam 
Maukah masa tua kalian jadi penangguran
Atau preman, jambret dan copet jalanan 
Jalan hidup sengsara serba kesulitan
Sebagai akibat menyepelekan pendidikan 
Sebagai akibat menyepelekan aturan Tuhan 
Sebagai akibat kasih sayang orang tua 
Dibalas kedurhakaan dan kemaksiatan !
Belum lagi azab akhirat yang kekal 
Menunggu untuk membinasakan 
Siksa pedih tak terbayangkan 
Sebelum terlambat, Berhentilah berbuat demikian
Karena masa kalian adalah masa paling rawan
Segala godaan dan rayuan setan 
Masa paling labil dan butuh perhatian
Masa paling terikat pertanggung jawaban
Masa paling menentukan jalan kehidupan
masa remaja memang surga dunia
Namun neraka diakhiratnya
Jika digunakan umurmu 
Untuk hal sia-sia
Ingatlah, pahami dan pasang telinga
Masa muda bukan masa hura-hura
Tapi sebuah masa perjuangan berat
Yang tidak kuat menahan cobaan pasti sekarat
Seperti kepompong yang berjuang menjadi kupu-kupu
Tidak sedikit yang gagal melalui metaformosis kehidupan 
Karena penyakit malas dan ketidaksabaran 
Itulah untaian syair untuk kalian
Bagi siapa saja yang merasa berakal
Yang mau berguru kepada alam sekitar
Sebagai bekal perjalanan hidup yang panjang
Begitulah cara Allah Tuhan Maha Berilmu
Mengajari manusia Hikmah kehidupan
Dengan perantara kalam dan ciptaan-Nya
Supaya manusia Belajar Hikmah dari alam semesta
Agar tidak lupa diri lupa ingatan
Dan agar patuh kepada aturan Tuhan
Supaya bahagia di dunia
Dan damai sentosa di akhirat kemudian



Dari : M. Ashabus Samaa’un
(seorang penyair dan anggota majelis dakwah ashabul muslimin)
Dipublikasikan Oleh : Mutiara Public



DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.