Kalimat Bijak Penyejuk Hati Terbaru
Kalimat Bijak Penyejuk Hati Terbaru

Sebuah Nasehat Untaian Syair Alam..! Part1

Ilustrasi
Wahai kaum muslim
Mari kita perhatikan
Sebuah pelajaran berharga dari Tuhan
Berupa untaian hikmah kehidupan
Sebagai pelajaran bagi kaum beriman
Untuk bekal perjalanan kehidupan
Pertama,
Dari air kita belajar ketenangan
Air beriak tanda tak dalam
Semakin dalam semakin tenang
Ibarat sebuah perumpamaan 
Untuk orang berilmu dan orang bodoh
Banyak mulut memang simbol kebodohan
Banyak diam memang simbol kebijaksanaan
Kedua,
Dari Batu kita belajar ketegaran
Belajar sabar menghadapi cobaan
Seperti Batu karang 
Yang takkan menyerah 
Di timpa ombak yang berdeburan
Jangan seperti Sampah ditengah lautan
Yang terombang ambing tanpa tujuan
Seperti orang yang menuruti tren zaman
Mereka tak tahu kearah manakah mereka berjalan
Entah untuk gengsi kehidupan 
Atau hanya untuk memenuhi nafsu liar
Ujung-ujungnya pasti menyengsarakan
Selalu tidak puas dengan keadaan
Selalu mengikuti  perubahan mode 
Selalu berpenampilan serba  kebarat-baratan
Menyukai cara berpakaian tapi hakikatnya telanjang
Menyukai hidup cara binatang Jalang
Telanjang dikatakan lebih baik 
Daripada berpenampilan sopan
Sebuah cara berpikir dan pola hidup serba edan !
Ketiga,
Dari lebah kita belajar memberi manfaat
Saling tolong menolong dalam kehidupan
Tidak memandang sebuah perbedaan
Karena bunga bukan bangsa lebah
Padahal lebah setia membantu penyerbukan
Begitu juga bunga memberi imbalan 
Berupa madu kepada lebah 
Keduanya saling membutuhkan
Sebuah gambaran keharmonisan kehidupan
Dapatkah manusia belajar demikian?
Ditengah maraknya globalisasi zaman
Seiring ditonjolkan individualisme 
Dan Egoisme yang diperturutkan
Ideologi materialisme yang dipertuhankan

Bukankah manusia sering berkata
Kita adalah makhluk sosial
Yang tidak pernah bisa lepas
Dari sebuah patah kata “kita saling membutuhkan”
Namun kenyataan kehidupan
Realitas perubahan zaman
Yang tidak terkontrol dengan benar
Sehingga manusia lupa dirinya sendiri
Lupa Tuhan, Lupa daratan, Lupa Ingatan
Lupa saudara, Lupa keluarga, Lupa Teman
Lupa budaya, Lupa agama, rusak moral
Manusia kemudian memilih menjual diri kepada setan
Daripada menjadi Abdi Tuhan
Memilih menjadi binatang jalang
Yang menuruti hawa nafsu liar
Senang sesaat, sengsara selamanya kemudian

Coba perhatikan
Bangsa lebah, tidak pernah berbuat demikian
Makanannya selalu halal dan menyehatkan
Tak kenal lelah tuk saling berbagi rezeki
Kepada sesama makhluk-Nya
Tanpa memandang perbedaan
Hanya memandang kemaslahatan
Demi keharmonisan kehidupan
Namun kenapa
Didalam dunia modern
Dunia lebah bukan lagi hikmah
Namun hanya teori bualan
Pelajaran disekolahan
Dikatakan lebah hanya binatang
Tak punya akal pikiran
Menuruti naluri dan metaformosa kehidupan
Namun apakah tak sadar
Manusia telah kehilangan Guru besar
Dengan anggapan dia lebih mulia dari bangsa binatang
Sehingga tak mau mengambil pelajaran
Dari bangsa lebah yang dianggap lebih rendah
Namun sekali lagi manusia tlah lupa diri
Padahal dari lebah dia mengambil madunya
Dari lebah mengambil banyak manfaatnya
Dari madu lebah dia menyembuhkan penyakitnya
Cara hidup mereka benar-benar mulia
Sadarkah kita Manusia
Yang menganggap diri paling besar
Paling merasa punya kepandaian
Paling punya akal pikiran
Makhluk paling berpendidikan
Gelar sarjana ia banggakan
Namun kenapa 
Tak ia gunakan untuk memahami
Hakikat dunia binatang dan tumbuhan
Bahwa naluri lebah jauh lebih mulia
Daripada sistem hidup manusia 
Yang mengikuti hawa nafsunya
Ideologi sesat yang diagungkan
Egoisme yang diperturutkan
Individualisme dan materialisme dipertuhankan
Yang berakibat rendahnya martabat
Dan merosotnya moral manusia
Sehingga mau tak mau 
Manusia harus menjadi mahluk dungu
Tak bisa memandang sekitar
Hanya mampu memandang diri sendiri
Hanya mampu berguru pada naluri kebodohan 
Memang Pantaslah 
Dengan mudahnya setan menyesatkan
Makhluk yang membusungkan dada
Yang menjadikan sombong, ujub, riya’
Sebagai identitas kebanggaannya
Merasa bangga dengan kepintaran otak kecilnya
Merasa besar dengan kekayaan dan jabatannya
Padahal binatang sekecil lebah
Ternyata tak mampu manusia menandinginya

Lanjut Ke : Sebuah Nasehat Untaian Syair Alam..! Part2

Dari : M. Ashabus Samaa’un
(seorang penyair dan anggota majelis dakwah ashabul muslimin)
Dipublikasikan Oleh : Mutiara Public


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.