Menelisik Makna Hati (Qolbu) Sebenarnya
Menelisik Makna Hati (Qolbu) Sebenarnya

Menelisik Makna Hati (Qolbu) Sebenarnya ?!

Hati adalah ibarat Sang Raja,
Yang memerintah seluruh tubuh badan kita,
Yang ditaati seluruh rakyat jelatanya,
Sehingga tidak satu pun yang berbuat selain perintahnya Sang Raja,
Apabila Ia memerintahkan niscaya yang lain akan mematuhinya,
Bila hati memerintahkan tangan menampar,
Maka tangan akan mengerjakannya,
Bila hati memerintah mulut berbicara,
Maka mulut akan mematuhi dengan tanpa bertanya,
Begitulah juga seluruh anggota yang lainnya akan patuh padanya.
Hati itu juga dinamakan “Hakikat Ke-aku-an”,
Yaitu aku yang merasa memiliki segala sesuatu,
Aku itulah sebenarnya Hakikat Insan,
Sebagai ganti nama bagi Ruh bernama Qalbu,
Selama mana Ia dikandung jasad tubuh mati maka adalah kehidupan ini,
Jika sudah bercerai nanti, jasad mati tidak berguna lagi,
Maka mereputlah bangkai yang selama ini memang asal mati, sedang mati dan kekal mati.
Maka ketahui-lah Hatimu itu,
Dia-lah yang akan kembali ke negeri akhirat nanti,
Dia-lah yang akan bersatu kembali dengan Dzat-Nya sendiri,
Jika Ia kotor, maka pastilah disucikan terlebih dahulu sebelum menyatu,
Demikian dinamakan pembalasan atau siksa selepas mati azhorina,
Ia-lah yang di sini menguasai dan menakluki segala makhluk-makhluk abdi,
Ia-lah yang memerintah dan menakluk negara-negara besar mahu pun kecil di dunia ini,
Ia-lah yang dipatuhi oleh selruh alam semesta,
Kerana Ia-lah yang menjadi hikmat sehingga alam semesta ini dijadikan,
Kerana Ia-lah dijadikan juga syurga neraka, suka duka yang di alami bersilih ganti,
Kerana kalau tidak kerana Ia, maka segala makhluk seluruh semesta tidak dijadi.
Ia-lah datangnya dari alam al-amr,
Oleh kerana itu Ia akan menyatu lagi dengan Dzat-Nya sendiri nanti,
Ia-lah wujud sebelum alam syahadah ini (nyata semesta),
Ia-lah dihantarkan ke alam syahadah untuk menerima uji bukan menguji,
Ia-lah yang datang dari alam kejadian Tuhan yang menjadi rohani,
Ia-lah yang tidak menerima binasa atau fana selama-lamanya,
Ia-lah yang akan kembali ke alam akhirat,
Ia-lah yang sudah mengenal Tuhan di alam Roh Al-Bani sebelum wujudnya segala wujud nyata,
Ia-lah yang mengetahui segala hakikat sesuatu dengan tanggapan Ilmu-Nya,
Ia-lah yang Hidup, Ber-kehendak, Kuasa, Mengetahui, Melihat, Mendengar, Berkata,
Ia-lah rahsia Sifat Ma’ani yang menjadi Maknawiyah kepada jasad tubuh mati bila sebati.
Ia-lah yang digelar Fitrah ALLAH yang sudah mengenali dan mengetahui Agama-Nya,
Ia-lah yang tidak payah belajar atau menelaah kitab di alam Roh Al-Bani,
Ia-lah yang sudah mengenali segala sesuatu sebelum sebatinya di alam syahadah (tubuh jasad),
Ia-lah yang telah dan pernah mengakui dan menyaksikan Tuhan di alam Roh Al-Bani,
Ia-lah yang dimaksud di dalam Firman Tuhan di dalam Al-Quran :-
“Alastubirabbikum qolu bala syahidena.”,
Artinya :~ Bukankah Aku ini Tuhan mu? Mereka menjawab, Bah kan Kami menyaksi.
Ia-lah juga dijadikan sebab mengapa diutuskan para Nabi dan Rasul di muka dunia,
Ia-lah sebenarnya yang diperingatkan oleh setiap Firman Allah dan Sabda Rasul,
Ia-lah yang terhijab dengan Tuhan oleh jasad mati dan hawa nafsu,
Ia-lah yang di sini tersentuh kekotoran dan wajib dibersihkan kembali seperti fitrah-Nya,
Ia-lah yang dimaksud di dalam Firman Tuhan di dalam Al-Quran :-
“Fitratallah hil-lati fatharan-nasa alaiha la tabadi la li-kholqil lahi dzalikaddinul qoyyim.”
Artinya :~ Dia-lah fitrah Allah yang dijadikan sesuai pada manusia, tidak dapat diubah-ubah pada kejadian Allah, itulah Agama yang benar.”
Ia-lah yang kemudian sesudah sebati dengan akal dan hawa nafsu di alam syahadah (jasad tubuh),
Akan tersentuh dan terbahagi kepada dua iaitu taat dan ingkar,
Ia yang taat itulah nanti yang dinamakan Insan Kamil,
Dan Ia yang ingkar itulah nanti yang dinamakan kufur dan kafir,
Ia yang taat akan tetap membersihkan Diri-Nya sebagaimana fitrah,
Ia yang ingkar akan mengotorkan Diri-Nya bersalahan dengan fitrah,
Ia-lah yang dihantar ke alam syahadah dengan maksud ubudiyyah,
Ia-lah yang dimaksud di dalam Firman Tuhan di dalam Al-Quran :-
“Wama kholaqtul jinna wal-insa illa liya’ budun.”
Artinya :~ Tidaklah Aku jadikan jin (nafsu) dan manusia (hati) melainkan supaya beribadat kepada Aku.
Maka ketahui-lah Hati mu itu,
Masuklah dalam memehatikannya disetiap waktu,
Kerana Ia-lah yang akan menjadi akibat dari segala perbuatan mu,
Dan Ia-lah yang bertanggungjawab atas segala gerak dan diam mu,
Selamatkanlah Ia dengan masuk ke dalam Gerak dan Diam ALLAH,
Janganlah engkau ragu dan janganlah engkau menyekutukan lagi!!!
Janganlah engkau ragu dan janganlah engkau menyekutukan lagi!!!
Janganlah engkau ragu dan janganlah engkau menyekutukan lagi!!!
Serta jangan pula sampai lari!!!!
 
Disadur Dari : Kitab Sajaratul Makrifatuhu.
Karangan : Imam Sayyid Hidayatullah.
Oleh : Sayyid Hidayatullah 
Redaktur : Aminatul Jannah
Dipublikasikan Oleh : MutiaraPublic.com

DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Hati adalah ibarat Sang Raja, Yang memerintah seluruh tubuh badan kita, Yang ditaati seluruh rakyat jelatanya, Sehingga tidak satu pun yang berbuat selain perintahnya Sang Raja, Apabila Ia memerintahkan niscaya yang lain akan mematuhinya, Bila hati memerintahkan tangan menampar, Maka tangan akan mengerjakannya, Bila hati memerintah mulut berbicara, Maka mulut akan mematuhi dengan tanpa bertanya, …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.