Bapak Kimia Modern Jabir bin Hayyan
Bapak Kimia Modern Jabir bin Hayyan

Bapak Kimia Modern Kita, Jabir bin Hayyan

MutiaraPublic.com Di dunia barat, Abu Musa Jabir bin Hayyan ini dikenal dengan nama Geber, beliau merupakan seorang tokoh Muslim polymath (memiliki kemampuan tidak hanya dibidang satu ilmu saja), beliau adalah : ahli kimia serta alkemis, astrolog dan astronom, ahli geografi, insinyur, fisikawan, filsuf, apoteker, dan juga dokter. Beliau dilahirkan dan dididik di Thus (khurasan – Iran), beliau kemudian melakukan hijrah/ perjalanan ke Kufah dan ayahnya beliau itu berasal dari Bilad al-Sham (Suriah).

Kontribusi terbesar dari Abu Musa Jabir bin Hayyan adalah di bidang ilmu kimia. Keahlian beliau ini didapatkannya dengan cara berguru pada Barmaki Vizier, yakni pada waktu masa pemerintahannya ‘Harun Ar-Rasyid’ di Baghdad tersebut. Beliau mengembangkan berbagai teknik ‘Eksperimentasi sistematis‘ di dalam bidang penelitian ilmu kimia tersebut, sehingga pada setiap eksperimennya itu dapat di-reproduksikan lagi (diproduksi kembali).

Abu Musa Jabir bin Hayyan menekankan bahwasanya kuantitas dari zat itu sangat erat sekali gubangannya dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga boleh dianggap bahwa beliau tersebut telah merintis perihal ditemukannya mengenai hukum-hukum perbandingan tetap.

Tidak hanya disitu saja, kontribusi beliau yang lain pun yakni antara lain adalah dalam penyempurnaan proses-proses kristalisasi, kalsinasi, distilasi, sublimasi serta proses penguapan dan proses pengembangan instrumen dalam melakukan proses-proses tersebut.

Penemuan Beliau

Inilah beberapa penemuan yang dilakukan oleh Jabir bin Hayyan diantaranya seperti : asam nitrat, asam klorida, asam sitrat, tehnik distilasi, asam asetat, dan tehnik kristalisasi. Beliau juga telah menemukan perihal larutan aqua regia (yakni dengan cara menggabungkan antara asam nitrat dengan asam klorida) biasanya digunakan untuk melarutkan emas.

Jabir bin Hayyan pun sanggup (mampu) mengaplikasikan berbagai pengetahuannya terutama di dalam bidang ilmu kimia ke dalam proses pembuatan logam, besi serta pencegahan karat dan lain-lainnya. Jabir bin Hayyan ini seorang yang pertama kali mengaplikasikan mengenai penggunaan mangan dioksida yang biasanya oleh orang-orang dilakukan untuk pembuatan gelas kaca.

Jabir bin Hayyan pun adalah seorang yang pertama kali mencatat tentang pemanasan ‘wine’, dimana hal tersebut akan dapat menimbulkan gas yang sangat gampang terbakar. Nah.., Hal inilah yang kemudian bisa/ mampu memberikan jalan bagi Al-Razi dalam hal menemukan ‘etanol’.

Jika pun kita mengetahui bahwa antara kelompok metal dan non-metal itu terdapat dalam penggolongan kelompok senyawa, maka cobalah kita lihat apa yang pertamakali dikerjakan/ dilakukan oleh Jabir bin Hayyan. Beliau ini telah mampu mengajukan perihal 3 kelompok senyawa, yakni sebagai berikut :

“Spirits“ yang menguap ketika itu dipanaskan, seperti misal ; arsen, camphor, dan amonium klorida.
“Metals” seperti contoh ; emas, timbal, perak, besi, dan tembaga.
“Stones” yang bisa dikonversi berbentuk/ menjadi bentuk serbuk.

Jabir bin Hayyan teks

Di era atau abad pertengahan, berbagai penelitian yang dilakukan oleh Abu Musa Jabir bin Hayyan mengenai Alchemy itu langsung diterjemahkan kedalam bahasa Latin, dan penelitian itu menjadi textbook standar khusus bagi para ahli kimia eropa. Seperti beberapa diantaranya adalah Kitab Al-Sab’een ( yang diterjemahkan oleh ‘Gerard of Cremona’ – [1187]). Kitab Al-Kimya (yang diterjemahkan oleh ‘Robert of Chester’ – [1144]).

Beberapa karya dari Jabir bin Hayyan ini juga diterjemahkan oleh ‘Marcelin Berthelot’ kedalam buku-bukunya yang berjudul: Book of Eastern Mercury, Book of the Balances, serta Book of the Kingdom. Beberapa istilah tekhnik-tekhik pun yang ditemukan dan digunakan oleh beliau ini  juga sudah menjadi suatu bagian dari kosakata-kosakata ilmiah di dalam dunia internasional, seperti misal istilah “Alkali”, dan lain sebagainya.

Jabir bin Hayyan adalah merupakan seorang filsuf alam di abad ke-8 ; beliau lahir di Thus, Khurasan, di Iran pada 721 M. Jabir bin Hayyan merupakan keturunan Arab, namunada juga orang-orang yang menyatakan bahwa beliau adalah orang persia. Nah.. disinilah terdapat perbedaan pendapat, karena latar belakang etnis-beliau itu kurang jelas, tetapi setelah kami amati kebanyakan sumber-sumber referensi telah mengungkapkan bahwa beliau itu adalah orang Persia.

Jabir bin Hayyan merupakan tokoh besar dalam filsafat Islam yang perhatiannya pun besar di dalam ilmu kimia. Terdapat banyak penemuan saintis yang sudah beliau temukan dan tidak jarang pula penemuan beliau tersebut maih digunakan sampai sekarang ini, baik itu peralatannya maupun teori-teori beliay sebagai landasan dasar pemikiran.

Sebagai seorang muslim yang taqwa, Jabir bin Hayyan tidak pernah melepaskan sedikitpun mengenai pemikiran-pemikiran yang telah dihasilkan tersebut tanpa adanya unsur Illahi. Beliau merupakan ilmuwan terbaik yang telah menjadikan kimia tersebut, bukan hanya sekedar bagian sains yang kering saja, namun beliau telah mengharmoniskan kimia itu dengan berbagai unsur esoteris (atau disebut dengan alkhemi).

sebenarnya masih terdapat banyak sekali mengenai pengkajian kimia yang sudah dilakukan oleh Jabir bin Hayyan ini. Akan tetapi, sayangnya  sampai sekarang ini masih belum banyak orang-orang yang mengkaji pemikirannya. Padahal kimia ala Jabir bin Hayyan ini mampu menjadikan khazanah filsafat Islam semakin kaya, tentunya apabila terus dilanjutkan oleh kita terutama umat muslim sendiri. Pemikiran beliau ini telah mampu menunjukan keeksisan Islam di dalam ke duniawian ilmiah, beliau mampu menjelaskan bagaimana alam ini serta Tuhan (Allah SWT) berkorelasi.

 

 

 

Oleh : Ika Aminatuz Zuhro
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.