Kajian Tentang Ilmu
Kajian Tentang Ilmu

Ceramah Ramadhan : Kajian Tentang Ilmu

MutiaraPublic.com – Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, Pada bulan Ramadhan ini, mungkin kita acap-kali dijejali dengan berbagai macam ceramah dan tausyiah. Baik itu ceramah melalui pengajian, televisi, radio, media online, dll. yang datang bertubi-tubi dihadapan kita. Baik itu setiap pagi, sore, dan malam, melayang di ruang pendengaran dan mata kita dengan bermacam-macam bentuk taushiyah dan berbagai nasehat. Ibaratkan workshop/ seminar ilmiah, yang menyajikan aneka macam tentang ilmu agama. Namun ada dua pertanyaan yang terlintas di benak penulis :

Berapa persen-kah ilmu itu yang bisa kita terima ?

dan, Berapa persenkah yang sudah kita serap dan mengendap dalam memori diri kita ?

Penulis sangat yakin, bahwa masih banyak diantara nasehat dan ilmu itu yang hingga kini/ sampai sekarang-pun hilang tidak terasa terbawa arus lupa. Jangankan menyerap atau mengendap, yang kemarin saja anda dengar atau baca di media online atau baca di MutiaraPublic, sekarang terasa sudah tiada, layaknya hilang di telan arus tak membekas. Lantas Kemana gerangan ilmu itu menghilang saudaraku ?.

Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, Kita semua sangat menghargai ilmu agama. Hanya saja, kita barangkali masih kurang empati, kurang perhatian dengan yang namanya ilmu tersebut. Apa yang kita dengar, sungguh sama sekali tidak kita jaga, tidak kita simpan di memori diri kita, kurang kita rawat, sehingga ilmu itu pun lepas dengan sendirinya. Dan penulis yakin, bahwa sangat jarang diantara kita ini yang mau dengan sungguh-sungguh mencatat informasi penting tentang ilmu tersebut yang mana kita sudah mendapatkan-nya dari berbagai ceramah di berbagai media yang acap-kali kita baca dan dengar.

Sesungguhnya ini merupakan salah satu bukti bahwasanya, kita ini sangat kurang perhatian dalam ilmu tersebut !

Kita menyadari, bahwa Kita gampang lupa karena daya ingat kita sangat terbatas dengan berbagai informasi yang telah kita baca atau dengar tersebut. Bahkan hal ini berlaku untuk seluruh informasi-informasi secara umum. Namun ternyata, dalam hal ilmu agama ini, peluang kita untuk lupa itu amat lebih besar. artinya ilmu mengenai Al-Quran dan sunah Rasul, itu lebih gampang lupa, lebih gampang hilang dalam memori kita.

Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda :

تَعَاهَدُوا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الإِبِلِ فِى عُقُلِهَا

{” Perhatikanlah Al-Quran ini (wahai umatku), Demi Allah, jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, Al-Quran (itu) lebih mudah lepas (apabila) dibandingkan onta yang ingin lepas dari tali kekangnya “} (HR.: Muslim).

Dan dalam riwayat lainnya Baginda Rasulullah SAW besabda :

إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ

{” Pemilik Al-Quran itu (ibarat) seperti pemilik onta yang di-ikat dengan kekang. (maksudnya) Jika dia selalu memperhatikan-nya, (maka) onta itu tidak lepas. Namun jika dia biarkan, (maka onta itu) akan hilang “} (HR.: Bukhari)

Saudaraku, sebagaimana “Onta” disini memiliki kebiasaan berusaha untuk melepaskan diri dari kekangnya. Dan apabila pemilik-nya itu tidak selalu atau tidak sering memperhatikan onta tersebut maka bisa jadi Onta tersebut akan lepas tanpa disadari pemilik-nya. Seperti itulah (ibaratnya) perbandingan yang sudah diberikan oleh Baginda Rasulullah SAW tentang ilmu agama. Artinya kita tidak usah repot-repot dalam hal melupakannya, Kita cukup membiarkannya, maka ilmu agama itu akan hilang dengan sendirinya. Wallahua’lam !

Maka dari itu saudaraku, kita semua tentu saja menghendaki untuk bisa memanfaatkan ilmu agama ini secara maksimal. Maksudnya, Kita betul-betul ingin menjadikan ilmu agama ini bekal untuk belajar menjadi lebih baik lagi. Tidak hanya sebatas kuliah subuh, kultum, seminar agama, dan sebatas formalitas saja, namun kita benar-benar berkeinginan agar menambah wawasan kita untuk lebih belajar dan belajar lagi perihal agama Allah SWT.

Apapun itu, kita berharap agar ilmu ini yang kita pelajari ini bisa membekas dalam diri kita. Oleh karena itu sekarang ini marilah kita memohon kepada Allah SWT, semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat baik di dunia maupun bekal di akhirat kelak.

Ya Allah.., Kami mohon jadikanlah apa-apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami ini betul-betul bermanfaat, serta selalu ajarkan kepada kami ini tentang ilmu yang bermanfaat tersebut, dan tambahkanlah kepada Kami untuk ilmu itu. Aammin Ya Rabbal ‘Alamin !

 

 

 

Dikutip dari : Ustadz. Ammi Nur Baits (Dewan Pembina “Konsultasisyariah”)
Editor : Sa’Dullah
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.