Bersiap Sedialah Menyambut Ramadhan Penuh Berkah
Bersiap Sedialah Menyambut Ramadhan Penuh Berkah (foto : solopos)

Bersiap Sedialah Menyambut Ramadhan Penuh Berkah

MutiaraPublic.com – Tak terasa hari demi hari berlalu begitu cepat dan Ramadhan pun sudah hampir menjelang. Bulan yang penuh keberkahan serta pahala yang melimpah akan segera tiba. Keutamaan-keutamaan bulan ramadhan sudah selayaknya mendorong kita untuk meraih berbagai keutamaan tersebut bahkan dengan cara mati-matian sekalipun. Namun banyaknya maksiat dan sudah hilangnya kecemburuan terhadap pahala agama yang diraih orang lain menjadikan diri lalai dalam memberi perhatian terhadap bulan yang mulia ini. Untuk itu, wahai diri yang lalai, bangun! bersiap sedialah menyambut ramadhan atau hanya kerugian yang akan didapat selama ramadhan.

Dari Ubadah bin Shamit r.a. sesungguhnya pada suatu hari ketika Ramadhan hampir tiba, Rosululloh SAW besabda: {” Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, dimana Allah menurunkan keberkahan, melimpahkan rahmat dan mengampuni dosa-dosamu, menerima do’a-do’amu, melihat atas perbuatanmu dan membanggakanmu di hadapan malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah SWT kebaikan-kebaikanmu. Sesungguhnya orang yang celaka adalah dia yang terhalang dari rahmat Allah pada bulan ini. “} (HR. Thabrani)

Betapa Rasul telah memberikan kabar gembira terkait bulan Ramadhan. Kesempatan dimana kita bisa meraup berkah dan rahmat sebanyak-banyaknya layaknya seorang petani yang memanen hasil kebun melimpah ruah. Kesempatan dimana seorang pendosa akan beroleh ampunan atas tobatnya karena Dzat yang tidak pernah menyalahi janji menjanjikan hal itu. Kesempatan dimana do’a-do’a diterima oleh Robb yang maha mengabulkan do’a. Dimana muslim yang banyak beramal shalih akan dibanggakan di hadapan para malaikat, mahkluk Allah yang senantiasa beribadah dan tunduk patuh akan perintah Robbnya.

Jika kita tinjau kebiasaan para ulama zaman dahulu, mereka selalau siap sedia dalam menyambut bulan Ramadhan. Mereka sadar bahwa sampainya umur di bulan Ramadhan adalah ni’mat tak terhingga bagi seorang muslim. Mereka memiliki semangat tinggi untuk berlomba-lomba dalam usaha beramal shalih lebih baik dari orang lain.

Salah satu ulama yang tercantum dalam kitab Fadhail A’mal adalah Maulana Khalil Ahmad. Beliau membaca seperempat juz Al Qur’an dalam shalat nawafil setelah maghrib walaupun kondisinya sudah tua dan lemah. Waktu untuk tidur hanya beliau luangkan sekitar 2 atau 3 jam. Selebihnya, beliau sibuk dalam tahajud dan membaca Al Qur’an. Selepas subuh beliau berada dalam kondisi muroqobah sampai waktu isyraq. Bacaan Al Qur’an dan kitab-kitab agama selalu memenuhi hari-harinya disamping tasbih, tahmid, takbir dan istigfhar.

Maka dari itu segera bersiap sedialah menyambut Ramadhan dengan mencontoh kebiasaan baik tersebut. Jangan menjadi diri yang lalai yang tidak memperhatikan pelaksanaan ibadah-ibadah fardhu di bulan yang penuh berkah dan tidak memperhatikan berapa banyak peningkatan serta penambahan dalam ibadah-ibadah nafil kita.

Fakta menunjukkan, jika Ramadhan tiba yang ada dibenak kita adalah susahnya dalam menyediakan berbagai makanan sahur serta berbuka bagi anggota keluarga. Sudah terbayang budget keuangan akan membengkak, belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli baju baru yang akan dikenakan saat hari raya Fitri.

Tiba hari pertama bulan Ramadhan, aktivitas makan sahur yang membuat kita bangun lebih awal membuat kantuk melanda pada waktu Subuh. Keinginan untuk tidur setelah sahur pun dituruti sehingga tertinggal shalat subuh berjamaah. Menjelang siang, lapar dan dahaga menjadikan tubuh terasa lemas, jangankan melaksanakan amalan nafil, amalan fardhu pun dikerjakan dengan penuh rasa malas. Ketika akhirnya waktu berbuka datang, sunnah Nabi yang mendahulukan berbuka dengan air atau sesuatu yang manis seperti kurma dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dengan sengaja diselisihinya. Berbagai makanan dan minuman masuk ke dalam mulut tanpa adanya rem. Shalat Magrib dan Isya pun dikerjakan sekedarnya akibat perut penuh kekenyangan.

Kondisi ini terus berlanjut hingga Ramadhan yang mulia berlalu tanpa meninggalkan pahala baginya kecuali hanya lapar dan dahaga. Tiba hari raya ‘Idul Fitri, tiba pula saatnya untuk memamerkan baju baru nan mahal dihadapan khalayak ramai. Rasa gembira yang ada hanya sebatas kegembiraan karena banyaknya makanan dan kaum kerabat yang berkumpul. Sungguh kegembiraan semu karena semua hal itu akan hilang dan pergi pula pada akhirnya. Yang tertinggal hanyalah catatan kosong pada lembaran-lembaran kitab amal kita.

Maka wahai diri yang lalai, bangun! Bersiap sedialah menyambut Ramadhan yang penuh berkah ini dan jangan sampai kita tergolong pada orang yang celaka. Orang yang bertemu dengan bulan ramadhan, namun tidak diisinya dengan amal-amal shalih sehingga dia terhalang dari rahmat Allah. Maka berazamlah dalam hati bahwa Ramadhan kali ini tidak akan dibiarkan berlalu dengan sia-sia. Tekadkan dengan kuat bahwa mulai membuka mata hingga menutup mata di hari pertama hingga hari terakhir bulan Ramadhan bahkan sampai Ramadhan berlalu akan selalu dihiasi dengan berbagai kebaikan.

Demikian tulisan yang singkat ini, semoga Allah SWT selalu memberikan taufik kepada kita semua khususnya kepada para pembaca, sehingga dapat memetik manfaat darinya.

 

 

 

Oleh : Ay Yulian
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.