5 Solusi Penghilang Pahala Puasa Ramadhan (ilustrasi, foto : google)

5 Solusi Penghilang Pahala Puasa Ramadhan

MutiaraPublic.com – Sering kita melupakan tujuan utama Puasa Ramadhan dan sibuk mengurusi hal-hal sepele yang justru mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Untuk itu ada baiknya kita mengingat kembali hakekat utama puasa dan menghindari berbagai perkara yang dapat menghalangi atau menjadi penghilang pahala puasa Ramadhan kita.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

{” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana (telah) diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa “} (Q.S.: Al Baqarah [183])

Dalam ayat ini Allah SWT menetapkan kewajiban puasa atas orang-orang yang beriman tiada lain dengan tujuan agar orang-orang beriman menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa. puasa merupakan bentuk ibadah laksana madrasah kejujuran. Orang yang melaksanakan puasa sebenarnya mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk makan dan minum di siang hari secara sembunyi-sembunyi. Kemudian dia dapat berpura-pura kembali sedang melaksanakan puasa tanpa ada seorang manusia pun yang tahu.

Namun bagi orang yang bertakwa, dia akan lulus ujian ini karena selalu merasa bahwa dirinya diperhatikan oleh Dzat yang Maha Mengawasi. Sehingga dia akan selalu berusaha melaksanakan perintah Dzat yang menciptakannya dan menjauhi apapun yang dilarangNya. Apalagi jika mengingat sebuah hadis yang diterima dari Shahabat Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah saw bersabda: {” Barangsiapa berbuka (dengan sengaja) satu hari pada siang hari bulan Ramadhan tanpa rukshah (kebolehan menurut syari’at) atau sakit, maka tidak akan dapat menggantinya walaupun berpuasa sampai akhir hayatnya “}.

Maksud hadis ini menurut sebagian besar ahli fiqih ialah jika seseorang dengan sengaja membatalkan puasanya tanpa alasan yang dibenarkan maka walaupun Ia menggantinya seumur hidup maka Ia tetap tidak akan memperoleh keberkahan dan keutamaan puasa Ramadhan. Sungguh kerugian yang sangat besar, kerugian di atas kerugian.

Sedangkan keadaan kaum muslimin zaman sekarang, akan perkara membatalkan puasa ramadhan sudah begitu memprihatinkan. Mereka tidak segan dan tanpa pikir panjang membatalkan puasanya hanya dengan alasan sepele. Tertera pada kartu identitasnya bahwa agamanya Islam namun keislamannya sudah lama mati, sedang dia masih menyangka dirinya muslim. Kalaupun dia berpuasa, maka puasanya tidak dapat membentengi dirinya dari perbuatan dosa dan maksiat.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda: {” banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali lapar dan haus, dan banyak orang yang bangun (shalat) pada malam hari tetapi tidak memperoleh apa-apa dari shalatnya kecuali letih (karena berjaga malam) “}. (Hr. Ibnu Majah, Nasai dan Ibnu khuzaimah).

Ada setidaknya 5 perkara penting yang harus dijaga sekaligus solusi agar penghilang pahala puasa Ramadhan tidak menghampiri. Berikut ini :

1. Menjaga pandangan

Rasulullah saw. Bersabda: {” pandangan adalah satu anak panah dari panah-panah syaiton. Barangsiapa yang takut kepada Allah, hindarilah melihat maksiat. Maka Allah akan mengkaruniakannya cahaya iman yang kemanisan dan kelezatannya akan terasa di hati “}.

Dengan melihat hal-hal yang dilarang, maka hati cenderung menyukainya dan diri cenderung ingin melakukannya. Sedang di zaman yang serba canggih sekarang ini, sambil menunggu waktu berbuka, mata lebih disibukkan melihat hal sia-sia yang disuguhkan media televisi. Nau’dzubillahi min dzalika.

2. Menjaga lisan

Dosa akibat lisan bukan hanya dilakukan golongan awam pada pertemuan-pertemuan dunia, namun banyak juga dilakukan orang alim dengan tanpa sadar. Suatu ketika Rasulullah saw. melihat beberapa orang kemudian beliau bersabda: ”cungkillah gigi-gigi kalian”. Mereka berkata: ”hari ini Kami tidak memakan daging apa pun”. Rasulullah Bersabda:” daging si fulan telah melekat pada gigi-gigi kalian”.

Maksudnya mereka telah membicarakan keburukan si fulan. Allah SWT telah mengungkapkan dalam Al Qur’an bahwa orang yang berbuat ghibah laksana tengah memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati. Salah seorang sahabat bertanya : ”apakah ghibah itu?” Rasul menjawab: “ Membicarakan sesuatu tentang saudaramu yang tidak Ia sukai dibelakangnya”. Sahabat kembali bertanya : ”Apakah masih dikatakan ghibah jika yang saya bicarakan itu memang terdapat pada dirinya?”. Rasul menjawab: Jika benar demikian maka itulah ghibah sedangkan jika yang kamu katakan adalah dusta maka kamu telah memfitnahnya”.

Selain ghibah, kita juga harus menjaga lisan dari dusta, berkata sia-sia, mengumpat, berkata kotor, berkata kasar dalam pertengkaran dan lain sebagainya.

3. Menjaga telinga

Perkataan yang tidak boleh diucapkan oleh mulutnya, maka mendengarnya dari orang lain pun tidak boleh. Jika lisan sudah dijaga maka jagalah juga telinga kita dari mendengarkan hal-hal yang makruh. Jika tanpa sengaja kita berada pada kumpulan orang-orang yang sedang berghibah, maka apabila tidak mampu mengingatkan lebih baik kita undur diri dengan cara yang baik. Rasulullah saw bersabda: {” Dalam hal mengumpat, maka orang yang mengumpat maupun yang mendengarkannya sama-sama berdosa “}.

4. Menjaga jasad

Jauhkanlah diri kita dari hal-hal maksiat dan dosa, apalagi menjadikannya sebagai kebiasaan yang mendarah daging. Jika seseorang melakukan suatu dosa maka sebuah titik hitam akan muncul di hatinya, jika Ia bertaubat maka titik hitam itu pun akan hilang. Namun jika Ia melakukan perbuatan dosa terus menerus maka titik hitam semakin bertambah sehingga hatinya benar-benar berubah warna jadi hitam. Untuk itu jagalah jasad kita dari perbuatan dosa jangan sampai tangan menyentuhnya dan jangan sampai kaki melangkah ke arahnya.

5. Menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut

Mengenai makanan dan minuman, maka kehalalannya harus selalu kita perhatikan. Sahur dan berbuka dengan makanan dan minuman haram ibarat seseorang yang menderita sakit kemudian meminum obat yang dicampur racun. Walaupun Ia akan memperoleh manfaat dari obat tersebut, namun racunnya akan membinasakan diri.

Disamping itu, banyaknya makanan dan minuman yang masuk mulut juga tidak kalah penting untuk dijaga. Tidak ada sesuatu yang lebih dibenci Allah swt terhadap sesuatu yang diisi penuh kecuali seseorang yang mengisi perutnya dengan makanan.

 

Demikian, semoga uraian yang singkat ini bisa menghindarkan diri kita dari perkara penghilang pahala puasa Ramadhan. Allahu’alamu.

 

 

 

Oleh : Ay Yulian
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

2 comments

  1. alhamdulillah tercerahkan sukron tas nasehatnya, bekal buat blan puasa ramadhan. smga kita mendapat pahala banyak bulan ramadhan ini. amin

    • Team MutiaraPublic

      Alhamdulillah… senang sekali bisa bermanfaat bagi saudari, terima kasih atas doa dan komentarnya, semoga di bulan ramadhan ini kita bisa beribadah lebih khusu’ dan mendapatkan pahala yang berlimpah-luah dari Allah SWT. Aamiin !

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.