3 Golongan Yang Mendapatkan Keringanan Tidak Berpuasa
3 Golongan Yang Mendapatkan Keringanan Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

3 Golongan Yang Mendapatkan Keringanan Tidak Berpuasa

MutiaraPublic.com – Masalah puasa Ramadhan begitu detail dijelaskan dalam Al-Qur’an, termasuk golongan orang yang mendapatkan keringanan tidak berpuasa. Ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak harus menjalankan kewajiban puasanya di bulan suci ramadhan ini. Namun ada syarat-syarat tertentu yang harus dikerjakan sesudahnya, yakni mengganti puasa ramadhan tersebut pada hari yang lain atau membayar fidyah.

Pengetahuan akan hal ini kiranya sangat penting untuk dipelajari. Kondisi apa saja yang membuat seseorang boleh tidak berpuasa, golongan mana yang wajib meng-qodho’ dan golongan mana yang harus membayar fidyah. Sehingga tidak terjadi dimana golongan kaya tanpa alasan syar’i meninggalkan kewajiban berpuasa dan dengan entengnya membayar fidyah dengan kekayaan yang dimilikinya.

Allah SWT berfirman:

اَيَّامًا مَعْدُوْدتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا اَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَ اَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya : {” (yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (kalian wajib menggantinya) sebanyak hari (yang kalian tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan (kepada) seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasa kalian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui “} (Q.S.: Al Baqarah: 184)

Dari ayat tersebut dapat ditarik pelajaran bahwa golongan orang-orang yang mendapatkan keringanan tidak berpuasa antara lain adalah :

1. Orang yang berada dalam kondisi sakit

Orang sakit boleh tidak menjalankan kewajiban puasa di bulan Ramadhan jika dikhawatirkan sakitnya akan bertambah buruk dan bisa membinasakan dirinya. Orang yang berada dalam kondisi sakit memerlukan asupan nutrisi yang cukup serta asupan obat yang mampu menghilangkan sakit tersebut. Namun kewajiban ini tidak gugur seratus persen karena Ia wajib mengqadha puasa pada hari-hari selain bulan Ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkannya ketika Ia sudah sembuh dari sakit.

Firman Allah swt:

{” …..Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain…… “}. (QS. Al Baqarah: 185)

2. Musafir

Musafir adalah orang yang melakukan perjalanan jauh dan safarnya bukan untuk tujuan maksiat. Maka seperti halnya orang yang sedang sakit, Ia pun diperbolehkan untuk tidak berpuasa namun harus menggantinya pada hari-hari yang lain. Sebagaimana yang kita rasakan, kondisi safar banyak menguras energi. Apalagi jika asupan cairan ke dalam tubuh kurang, maka akan menimbulkan dehidrasi yang dapat membahayakan tubuh.

Suatu ketika Rasulullah saw. bersabda mengumumkan kepada orang yang hendak pergi berjihad: {” Tidak ada kebaikan berpuasa dalam perjalanan “}. Ketika itu puasa yang dimaksud adalah puasa di bulan Ramadhan, namun berjihad di jalan Allah adalah lebih penting kala itu. Kaum muslimin memerlukan tenaga untuk mengangkat senjata melawan musuh Allah.

Tapi sekali lagi perlu diperhatikan tentang tujuan seseorang melakukan safar. Jangan sampai karena hendak berburu baju baru Idul Fitri yang memang tempat penjualannya cukup jauh, dengan tanpa beban dia membatalkan puasanya.

3. Orang yang berat menjalankan puasa

Menurut Ibnu Abbas, yang termasuk ke dalam golongan orang yang berat melaksanakan puasa adalah mereka yang sudah renta dan wanita-wanita hamil atau sedang menyusui. Orang yang sudah renta, kondisi tubuhnya sudah tidak mendukung untuk menjalankan puasa. Tubuh rentanya tidak sanggup menahan lapar dan dahaga seharian, bahkan dikhawatirkan justru membuatnya jatuh sakit.

Wanita yang sedang hamil pun, jika Ia khawatir pada diri dan janin yang dikandungnya maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Masa kehamilan adalah masa dimana ibu memerlukan asupan nutrisi yang banyak untuk kesempurnaan pertumbuhan janin. Begitu pula wanita yang sedang menyusui, jika Ia khawatir produksi ASInya berkurang sehingga tidak mencukupi kebutuhan sang buah hati, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Dari Anas bin Malik r.a berkata, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda; {” Allah SWT memberi keringanan bagi musafir untuk tidak berpuasa dan memberi keringanan separuh, juga memberi keringanan tidak puasa bagi wanita hamil dan menyusui “}. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Nasai)

Namun orang yang dilanda sakit berat yang kesembuhannya diperkirakan jauh, juga masuk dalam kategori orang yang berat melaksanakannya. Ketiga golongan ini berkewajiban membayar fidyah yakni memberi makan seorang miskin bagi hari-hari yang ditinggalkannya tidak berpuasa. Namun barang siapa yang dengan keikhlasan hati bukan karena riya, berbuat kebajikan yakni memberi makan lebih dari seorang miskin maka Ia pasti mendapati pahalanya di sisi Allah SWT. Apalagi terdapat keterangan bahwa mereka yang memberi makan yang orang yang sedang berpuasa akan mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.

 

Itulah golongan orang-orang yang mendapatkan keringanan tidak berpuasa. Namun perlu diperhatikan bahwa Allah SWT menekankan di akhir ayat bahwa puasa lebih baik bagi kita. Dengan kata lain, kita haruslah mengukur kemampuan diri dalam hal pelaksanaan puasa di bulan ramadhan. Sekiranya diri kita sanggup untuk melaksanakannya dan tidak dikhawatirkan akan mendatangkan madhorot maka laksanakanlah.

 

 

 

Oleh : Ay Yulian
Oleh : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.