Sempat Murtad, Tersangka Pembunuh Ini Jadi Mualaf
Sempat Murtad, Tersangka Pembunuh Ini Jadi Mualaf (ilustrasi)

Sempat Murtad, Tersangka Pembunuh Ini Jadi Mualaf

MutiaraPublic.com Nia Kurniati, keinginan perempuan ini untuk menjadi mualaf dan kembali memeluk agama beserta ajaran Islam, telah diakuinya sudah terbesit lama sekali (dari dulu). Akan tetapi, dirinya itu mengaku masih belum menemukan ‘timing‘ (waktu) yang tepat. Dan perihal kasus yang ditimpa perempuan ini (yakni kasus pembunuhan) yang telah membuat dirinya mendekamnya di Polres Depok (penjara), ternyata sangat memberikan dampak/ hikmah yang luar biasa. Nia Kurniati ini ternyata mengucapkan kalimat syahadat pada saat satu hari menjelang bulan suci Ramadhan kemarin.

Kasus pidana yang membelit dirinya tersebut, diakuinya telah membangkitkan tekadnya untuk semakin kuat dan semakin yakin kembali menjadi seorang muslimah yang taat. Nia Kurniati meminta kepada salah seorang ustad di daerah Masjid Polres di Depok (Jawa Barat) untuk ikut serta menjadi saksi atas keislamannya tersebut. Ketika pada waktu Shalat Jumat yang disaksikan oleh para jamaah masjid tersebut, Nia Kurniati dengan ikhlas mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Bagus Suwardi Sip yang merupakan Humas Polres Depok, telah menuturkan bahwa Nia Kuriati mungkin mengalami kegelisahan dalam jiwanya. Hingga akhirnya perempuan ini mengatakan kepadanya (Bagus Suwardi Sip), jika dirinya ingin kembali lagi menjadi mualaf, kembali lagi untuk memeluk agama dan ajaran Islam. Dan pada saat itulah, Bagus Suwari Sip mengatakan kepada Nia Kurniati ; {” Kalau engkau masuk agama Islam haruslah secara kaffah (secara keseluruhan), dan bukan tanggung-tanggung “}

Bagus Suwardi Sip yang kini disapa ‘Ayah’ oleh Nia kurniati tersebut, mengaku turut ikut bahagia perihal kembalinya perempuan itu untuk memeluk agama dan ajaran Islam secara kaffah. Paling tidak, menurut Humas Polres Depok itu lebih mudah (gampang) dalam memberikan motivasi-motivasi kehidupan supaya Nia Kurniati lebih tenang dalam menjalani hidupnya sebagai seorang mualaf. Humas Polres Depok ini sangat bersyukur, bahwa Nia Kurniati bisa diberikan hidayah oleh Allah SAW untuk kembali memeluk islam yang hakiki.

Nia Kurniati telah mengakui bahwa hatinya kini sangat lega setelah dirinya mengucapkan 2 kalimat syahadat tersebut. Dan ketika dirinya berdoa, ia pun merasa lepas, tanpa beban. Tidak hanya itu saja mengetahui hal tersebut, keluarga Nia Kurniati pun merasa bahagia dan sangat mendukung perihal keputusannya untuk kembali kejalan yang diridhoi Allah SWT tersebut. Dan kini Nia Kurniati pun berniat untuk mulai menjalankan puasanya lagi, setelah sekian lama (tiga tahun) absen/ tidak berpuasa.

Nia berharap, di bulan suci Ramadhan tersebut dirinya mendapatkan Ampunan oleh Allah SWT dari segala dosa-dosanya yang telah ia perbuat, serta dirinya berharap semoga dibukakan pintu maaf oleh mereka/ orang-orang yang telah disusahkannya itu.

Kini Nia Kurniati mencoba untuk lebih dekat dengan Allah SWT, dan dua kewajiban yang ia selalu rindukan yakni mencoba untuk selalu menjalankan ibadah puasa serta belajar sholat kembali. Meskipun begitu, dirinya mengaku bahwa ia tidak pernah lupa perihal bacaan-bacaan dalam sholat tersebut. Sebab, mulai dari kecil dirinya telah diajarkan sholat dan rukun-rukunnya serta diajarkan mengaji oleh bapak dan ibunya.

Nia Kurniati menambahkan bahwa ia akan coba untuk mengenakan jilbab, supaya menjadi muslimah yang kaffah sebagaimana sesuai tuntutan dalam ajaran Islam. perempuan ini pun mengakui dan menyesali perihal perbuatannya yang dulu keluar dari ajaran agama Islam.

{” Jikalu pun saya bisa menangis setiap hari maka saya akan menangis setiap hari. Namun, masalahnya air mata ini sudah kering (dari seringnya ia menangis akan penyesalannya tersebut) “} tutur Nia Kurniati dengan wajahnya yang tersendu-sendu.

 

 

 

Oleh : Ika Aminatuz Zuhro
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.