Mualaf, Islam Begitu Sederhana dan Logis - Meriem Abricot (ilustrasi)
Mualaf, Islam Begitu Sederhana dan Logis - Meriem Abricot (ilustrasi)

Mualaf, Islam Begitu Sederhana dan Logis – Meriem Abricot

MutiaraPublic.com – Meriem Abricot dulunya merupakan seorang pemeluk agama Katolik Ortodoks. Pada suatu saat ketika ibu dan neneknya meninggal dunia, Meriem Abricot mulai meninggalkan agama dan tidak memiliki keyakinan lagi tentang agama.

“Saya sudah terlalu kecewa. Saya pun sudah berhenti berdoa kepada tuhan, akan tetapi tetapi saya masih berkomunikasi dengan teman-teman yang memiliki keyakinan tentang agama,” tutur Meriem Abricot yang disadur dari onislam.net, pada hari Sabtu (31/5).

Pertemuan Meriem Abricot dengan agama beserta ajaran Islam berawal ketika dia berkenalan dengan beberapa orang imigran yang berasal dari negara Maroko, Tunisia dan Aljazair.

Yang menjadi perhatian yang menarik bagi Meriem Abricot, yaitu mereka selalu memakan/ mengkonsumsi makanan dan minuman yang Halal, mereka tidak sama sekali mengkonsumsi babi dan jenis minuman yang mengandung alkohol/ memabukkan. Tak hanya itu mereka pun selalu menjalankan shalat lima waktu.

“Jujur dari lubuk hati, saya selalu memberikan pertanyaan kepada mereka perihal kebiasaan mereka itu. Jawabanya sangat sederhana dan masuk akal (logis) buat saya. Dan saya kagum atas jawabannya,” tutur Meriem Abricot .

Pertemanannya dengan orang muslim membuat hati dan jiwa Meriem Abricot ikut  merasakan atmosfer ajaran agama Islam tersebut. Ketika awal puncak mulainya bulan suci Ramadhan Meriem Abricot mulai belajar berpuasa, dengan teman Muslimnya itu. Dia tidak mengkonsumsi babi apalagi mengkonsumsi jenis minuman yang beralkohol.

“” Tanpa disadari, saya telah melakukan kebiasaan seorang Muslim,”” ungkap Meriem Abricot.

Tepat pada tahun 2014 ini, Meriem Abricot memutuskan untuk memeluk agama islam dan menjadi Muslim sejati setelah pendalamannya serta diskusi yang panjang dengan temannya mengenai islam tersebut. Meriem Abricot pun banyak membaca buku literatur seputar agama Islam, dan salah satu yang wajib tentunya kitab suci Alquran.

“” Saya banyak mendapatkan informasi yang saya butuhkan di masjid. Di masjid pulalah, saya akhirnya demgan hati yang mantap memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat, “” ungkap Meriem Abricot.

Usai mengucapkan kalimat syahadat, orang-orang Muslim pun banyak berdatangan dengan mengucapkan selamat. Pembimbingnya pun mengingatkan agar selalu menjaga komitmen dan sebagai warga muslim itu merupakan hal yang tidak mudah.

“” Tidak mudah, namun saya merasa didukung, dan hal inilah yang membuat saya terasa nyaman,”” ungkap pembimbingnya.

Meriem Abricot menyadari betul, pada saat awal memahami bahwa keluarganya tentunya tidak akan dengan mudah menerima keislamannya, dia menyadari betul bahwa keluarganya akan membencinya.

“” Saya memahami betul itu, mereka tentu khawatir dengan pemberitaan media yang sampai saat sekarang masih menyudutkan kaum Muslim,”” Ujarnya.

 

Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Meriem Abricot dulunya merupakan seorang pemeluk agama Katolik Ortodoks. Pada suatu saat ketika ibu dan neneknya meninggal dunia, Meriem Abricot mulai meninggalkan agama dan tidak memiliki keyakinan lagi tentang agama. “Saya sudah terlalu kecewa. Saya pun sudah berhenti berdoa kepada tuhan, akan tetapi tetapi saya masih berkomunikasi dengan teman-teman yang memiliki keyakinan tentang …

Review Overview

Baik

Summary : Tinjauan Ringkasan Disini

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.