Makna Natal Bagi Mantan Kristiani, Celoteh Felix Siauw
Makna Natal Bagi Mantan Kristiani, Celoteh Felix Siauw

Makna Natal Bagi Mantan Kristiani, Celoteh Felix Siauw

  • Cerita-cerita yuk | termasuk hal yang membuat saya merasa deg-degan selama 10 tahun lalu | saat saya baru masuk Islam yakni pada saat mengkaji makan natal (hukum ucapan selamat natal).
  • Karena hari natal (makna natal) tersebut sejatinya adalah perayaan lahirnya Yesus, yang umat Nasrani mengakui sebagai Tuhan | yang jelas kita (umat islam) tidak mengakuinya | Yesus adalah Nabi bukan Tuhan.
  • Karenanya perayaan Natal tersebut adalah bagian dari aqidah (keyakinan dasar) umat Nasrani | yaitu merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus, begitulah adanya.
  • Belum lagi mention dari perayaan Natal tersebut di setiap tahunnya yang bertautan dengan budaya pangan.
  • Nah | memang sangat berat sekali bagi saya pada saat awal saya menjadi Muslim | harus “menyakiti” hati kedua orangtua dengan cara tidak mengucapkan salam Natal, “selamat natal”.
  • Deg-degan, bercampur perasaan dengan rasa sungkan, nggak nyaman, nggak enak, bimbang dan rikuh | apakah harus pilih perasaan nggak enak atau pilih ketentuan secara syar’i?
  • Pikiran yang selalu memantapkan felix adalah “saya (felix) ingin suatu saat nanti kedua orangtua menjadi Muslim, sebab saya ingin menampilkan ajaran Islam yang apa adanya”.
  • Sungguh diluar dugaan | ayah saya – semoga Allah SWT menunjukinya – memahami saya ketika saat menyampaikan | “toleransi Islam adalah biarkan (membolehkan) papi-mami natalan”.
  • saya sampaikan pada mereka | “toleransi Islam adalah membiarkan papi-mami merayakan natalan, tapi disini felix nggak bisa mengucapkan (merayakan) natal, karena perbedaan pemahaman”.
  • Kemudian saya melanjutkan | “posisi Yesus (Isa al masih) dalam Islam sangatlah terhormat, telah disebut dalam ayat suci Al-Qur’an yang dimuliakan, Namun dia adalah Nabi bukan Tuhan”.
  • Kembali saya melanjutkan | “dan Yesus (Isa) adalah Nabi yang felix pahami dalam Islam yakni kelahirannya bukan sebagai Tuhan”
  • Alhamdulillah, ayah saya pun memahami | silaturahim diantara kami masih tetap terjaga | semua ketakutan yang selama ini ada didalam bayangan saya ternyata hanya “unreasonable fear”.
  • Kadang-kala kita sangat takut dan khawatir berlebihan | padahal orang Nasrani ini juga dapat (bisa) memahami kok | ini urusan akidah, mestinya kita harus benar-benar tegas.
  • (kebanyakan) Takut untuk merusak hubungan antarmanusia (yang sejatinya belum tentu rusak) | Namun mereka nggak takut merusak akidah kita (hubungan dengan Allah SWT) | aneh ya ???
  • Saya pun juga manfaatkan hari libur tersebut untuk berkunjung ke orang tua | pada tgl, 26 atau 27nya biasanya | Silaturahmi jalan, akidah pun jalan hehehe.. nggak masalah.
  • ketegasan kita dalam (memperjuangkan) Islam justru akan lebih dihargai | prinsip ajaran Islam yang kita pegang justru akan membuat kita semakin dihormati.
  • Ayah-ibu saya maklumi | bilamana ada banyak hal-hal yang mereka tidak mau ikuti saya, dan ada hal-hal lain juga yang saya tidak ikut mereka.
  • Awalnya saja susah untuk mengakatakn yang benar | setelahnya itu hati ini akan merasa plong | tenang dan kalem hehehe..
  • Kadang-kadang kita sendiri yang bersikap lebay, mereka teman-teman kita yang Nasrani bakal menganggap kita tidak toleran “intolerate” | mereka paham kok, dan mereka ok-ok aja tuh.
  • Al-Qur’an Menyebutkan “Lakum-diinukum-wa-liya-diin” | mengenai urusan agama mereka ya untuk mereka, dan mengenai urusan agama kita masih banyak, itu saja dulu yang mesti diperhatikan.
  • “Oleh sebab itu, janganlah kita takut kepada manusia, (Namun) takutlah kepada-Ku (Allah SWT)” (QS. 5:44) | biarkanlah ayat suci ini menjadi perenungan bagi kita semua.

 

 

Dikutip dari Akun Facebook (KHUSUS MUSLIMAH)
Editor : Sa’Dullah
Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

2 comments

  1. Hanya ada 3 (tiga) jalan keselamatan kristiani:
    1. Koreksi total
    2. Kembali menjalankan ajaran Nabi Isa / Yesus secara murni
    3. Menjadi Muslim sebagai satu-satunya jalan kebenaran sejati-hakiki pengikut setia Nabi Isa / Yesus dan jaminan keselamatan dunia dan akhirat.

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.