Salahuddin Decero, Kisah Mualaf Mantan Pastur dan Pecandu Narkoba
Salahuddin Decero, Kisah Mualaf Mantan Pastur dan Pecandu Narkoba (foto ; Islamconverts)

Kisah Mualaf Mantan Pastur dan Pecandu Narkoba

MutiaraPublic.com – Salahuddin Decero, ia lahir di kota Philadelphia, AS (Amerika Serikat). Kehidupan yang berada di lingkungan keras, telah membuat Salahuddin Decero gampang terlibat kasus narkoba, seks bebas, minuman keras, obat-obatan terlarang. Di sisi lain sebenarnya ia ingin menjelajahi hidup yang lebih baik dan bermanfaat buat keluarganya. Maka kemudian Salahuddin Decero pun merubah hidupnya menjadi Pastur. Sebelum akhirnya, dia menemukan dan memeluk agama Islam. Alhamdulillah !

seperti dilansir oleh onislam, pada hari Jumat (17/10/2014) ; {” Di masa usia remaja saya hanya mengetahui hal yang sangat sedikit. Inilah yang memacu saya untuk jatuh ke dalam kehidupan duniawi “} ungkap Salahuddin Decero

Hanya sedikit waktu saja, ia pergi ke gereja. Itupun juga hanya sebatas pada perayaan hari-hari besar saja. Salahuddin Decero lebih memilih berjumpa bersama para teman-temannya tersebut.

{” Sungguh saya sama sekali belum percaya sama yang namanya Tuhan itu. Namun, keyakinan saya ini kandas (gugur) setelah saya berjumpa sama seseorang “} tutur Salahuddin Decero.

Setiap Salahuddin Decero berjumpa dengan orang ini, ia terlibat dengan dialog perihal ketuhanan. Kadang ia pun tidak tahan atas ceramah orang itu. Akan tetapi terkadang ia sangat tertarik untuk membahasnya.

{” Saya sangat berkeinginan untuk berjumpa dengan Tuhan. Namun saya tidak mengetahui siapa itu Allah, yang merupakan Tuhannya orang Islam. Yesus itu Tuhan dan Juru Selamat saya “} ucapnya sebelum ia memeluk Islam.

Sejak perkataan itu, Salahuddin Decero mulai merasakan dalam benaknya bahwa ia perlu untuk menelisik dan mencari tahu siapa Tuhannya yang sebenarnya itu. Ia pun lantas tidak yakin begitu saja dengan apa yang telah diceramahkan oleh temannya tersebut. Seketika itu pula, Salahuddin Decero menjadi sosok yang lebih religius. dan ia tidak lagi menyia-nyiakan waktunya dalam mencari kebenaran yang hakiki.

{” Saya memiliki pemikiran lebih untuk menjadi seorang imam. Namun saya masih ragu untuk mengungkapkannya “} ungkap Salahuddin Decero tersebut.

Selanjutnya mulailah Salahuddin Decero mewujudkan suatu keinginanya itu. Ia pun sangat giat dalam mengikuti sekolah imam Katolik dalam waktu 10 bulan. Dan pada tahap akhir, Salahuddin Decero mencari Tuhan sejati itu dimulai dengan mengunjungi seorang Muslim (Ulama).

{” Ulama itu meminta saya bertanya perihal Yesus, Bunda Maria, gereja, dan sejarahnya. Dia pun bertanya ; kapan Yesus mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan ? “} tanya sang Ulama tersebut.

Mendengar pertanyaan Ulama tersebut, salahuddin Decero pun sangat kaget. Ia sama sekali tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu dari Ulama tersebut.

{” Sejak itulah, saya berpikir banyak mengenai apa yang telah dibicarakan (dengan Ulama). Saya pun mulai berkeinginan membaca dan mengkaji kitab suci umat muslim (Alquran) sebanyak dua kali berturut – turut. dan saya juga telah membaca berbagai hadist Rasulullah “} ucap Salahuddin Decero.

Ia juga menambahkan bahwa ; {” Saya juga mulai menyelidiki secara detail bagaimana seorang Muslim itu berdoa. Hingga pada kurun waktu empat bulanan (dalam pencariannya), saya semakin mantap dan yakin, bahwasanya Yesus itu bukanlah Tuhan, apalagi ia sebagai anak Tuhan “}  jelas Salahuddin Decero.

Dengan dasar keyakinan itulah ia coba tuangkan kedalam niatan yang tulus untuk mengunjungi masjid. dan Salahuddin Decero pun dengan mantap dan yakin untuk menjadi seorang Muslim yang baik.

{” Kemudian, Ulama itupun mengajari saya bagaimana menjadi seorang Muslim, dan Insya Allah sekarang saya adalah seorang Muslim yang kaffah “} paparnya dalam sebuah keyakinan yang tulus tersebut.

Semoga kita mendapat hikmah dibalik kisah seorang mualaf tersebut.

Amin !

 

 

Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.