Kisah Inspirasi, Mualaf Yang Lahir Dari Penjara
Kisah Inspirasi, Mualaf Yang Lahir Dari Penjara

Kisah Inspirasi, Mualaf Yang Lahir Dari Penjara

MutiaraPublic.com – An-Naje Jones dilahirkan dan dibesarkan dalam suasana keluarga yang percaya akan Yesus Sebagai Tunan. Jones pun waktu itu dibaptis ; {” Satu-satunya cara saya dalam berdoa kepada (bapak) Tuhan, ya melalui Yesus (anak Tuhan). Dosa saya pun tentu akan dihapus oleh Yesus tersebut. Namun jujur, hal ini sengguh aneh menurut (pikiran dan batin) saya “} tutur dia.

Pada waktu masa remaja, An-Naje Jones enggan dan tidak mau lagi mengunjungi gereja. Dia malah lebih memilih untuk mempersiapkan diri supaya sukses secara keduniawian. Pada mulanya, An-Naje Jones merintis karir dengan menjadi bagian staf dari program pelatihan korps cadangan ; {” Sungguh saya sangat serius menjalani (karir) itu “} ucap An-Naje Jones.

Akan tetapi sayang beribu sayang, mimpinya pun buyar sebab dia terlibat pada satu insiden serius. dan An-Naje Jones didakwa oleh pengadilan negeri setempat karena telah menyerang seseorang dengan memakai senjata yang membahayakan. dan pada akhirnya dia masuk penjara.

Di penjara tersebut, An-Naje Jones dimasukkan satu sel bersama dengan Mac-T. Seperti halnya yang sudah menjadi sebuah tradisi di dalam kehidupan penjara, bahwa orang yang lebih dulu berada (masuk) dalam sel penjara tersebut tetunya akan memiliki wewenang lebih untuk menetukan berbagai peraturan yang berlaku di dalam sel penjara tersebut.

{” mereka (para tahanan senior tersebut) meminta saya supaya melepaskan sepatunya pada saat masuk ruangan sel, dan membersihkan lantai tersebut sebelum meninggalkan ruangan sel, dan saya juga tidak diperbolehkan bersuara ketika mereka sedang melakukan sholat “} ungkap An-Naje Jones.

Pada awalnya An-Naje Jones tidak menghiraukan mengenai peraturan tersebut. Komunikasi antar mereka pun sangat jarang. Hanya selang beberapa tahun kemudian, An-Naje Jones baru tahu bahwa teman selnya itu merupakan seorang yang beragama Islam.

Seperti halnya, penghuni penjara lainnya. An-Naje Jones waktu itu kerap sekali terlibat berbagai kekerasan, minuman keras (mabuk) dan mencuri barang milik napi lainnya. An-Naje Jones melakukan semuanya itu karena ia merasa sangat frustasi perihal kondisi yang dialamai pada waktu itu. Seakan impiannya itu telah padam, suram dan buyar. ia juga merasa bahwa masa depannya yang dari dulu telah dirintisnya sudah sirna.

Situasi yang menimpanya pun kian memburuk pada saat ia mendengar bahwa bapaknya telah meninggal dunia. An-Naje Jones seolah-olah merasakan kehidupannya ini tanpa arah dan tujuan. Akan tetapi hari demi hari, ia pun dapat merasakan bahwa masih ada tiga orang yang mau peduli dan membantunya pada saat masa-masa sulitnya tersebut.

Mengingat Ketiga orang itu tak lain adalah teman sepenjaranya yang bernama Yaqub, Karem dan Wadi.

{” Mereka bertiga itu ( Yaqub, Karem dan Wadi) merupakan seorang Muslim yang sejati dan taat pada Tuhannya “} Ucap An-Naje Jones.

Sebenarnya pada waktu dia merasakan keterpurukan yang mendalam, para ketiga temannya tersebut berulang kali telah mengajak An-Naje Jones untuk berkunjung ke mushala (salah satu tempat sholat umat muslim). Akan tetapi An-Naje Jones lebih memilih untuk hidup dengan budaya keras penjara.

{” Waktu itu, Saya merupakan Ateis (tidak lagi percaya agama dan Tuhan). Hal yang saya sembah hanyalah sebuah kekuasaan. Sebab kekuasaan ini telah melenyapkan rasa frustasi saya atas kehancuran masa depan saya “} ucap An-Naje Jones tersebut.

Hari demi hari pun berjalan, dan pada waktu itu An-Naje Jones mendapatkan tugas memasak di dapur. dia bertanggung jawab terhadap makanan (pembuatan makanan) untuk para tahanan lainnya. Saat bekerja, An-Naje Jones ditemani oleh kedua temannya yakni Karem dan Yakub. Selama berinteraksi dengan temannya tersebut, banyak hal yang sudah dibicarakannya. yakni dimulai dari pembahasan pendidikan, pembahasan politik, dan juga agama.

Sebenarnya An-Naje Jones pertama kali mengetahui tentang agama Islam pada saat dirinya masih berusia 11 tahun. Waktu itu, yang dipahaminya perihal seorang Muslim adalah tidak mengkonsumsi babi dan hanya menyembah satu Tuhan.

{” Waktu berusia 11 tahun itu, saya juga diberitahu bahwa Islam adalah agama yang diperuntukkan bagi ras berkulit hitam dan untuk ras berkulit lainnya tidak bisa menjadi seorang Muslim (memeluk Islam). Tapi yang menjadi aneh, saya sebenarnya tidaklah yakin dengan hal itu “} Ungkap An-Naje Jones tersebut.

Setelah pembicaraanya dengan kedua temnannya tersebut, An-Naje Jones kemudian mengaku pada mereka bahwa ia tertarik untuk mengkaji isi kandungan kitab suci Umat Muslim tersebut, asalkan jika mereka (kedua temannya itu) mau untuk mengajarkannya. dan Keduanya pun sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan An-Naje Jones.

Akhirnya saya meyakinkan mereka ; {” Saya memutuskan belajar bahasa Arab. Setelah itu, saya diajari membacanya “} Tutur An-Naje Jones.

Sejak mempelajari kitab suci Al-Qur’an itu, An-Naje Jones akhirnya mulai tertarik untuk terus mempelajari agama Islam. Sebenarnya banyak hal yang membuatnya sangat tertarik akan agama Islam tersebut.

{” Saya selalu melihat mereka yakni ; Wadi, Yaqub, dan Kareem. Ketiganya itu lebih lama berada di penjara, Namun mereka semua seolah-olah ikhlas (menjalani kehidupan ini) “} Kesan An-Naje Jones.

Yang membuat An-Naje Jones merasa terkagum-kagum adalah mengenai kebrutalan yang ada dalam penjara itu, lantas sama sekali tidak berdampak pada keyakinan mereka/ ketiganya itu terhadap iman Islam. mereka itu sungguh sangat memegang erat dan teguh tentang prinsip satu Tuhan, yaitu Allah Sang Pencipta Alam.

{” Inilah yang merobohkan serta mengguncangkan jiwa saya. Sejak itu pula saya berencana untuk bertobat dan memohon agar Tuhan mengapuni dosa saya. Saya ingin mendedikasikan hidup saya ini hanya untuk kebaikan yakni dengan menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangannya ” Tutur An-Naje Jones.

Beberapa lama kemudian, An-Naje Jones semakin mantap dan yakin bahwa dirinya akan mengucapkan kalimat Syahadat dan menjadi Mualaf yang taat. dan dirinyapun meninggalkan segala keburukan yang ada di penjara. Dan ia pun sangat bangga ketika banyak teman-temanya yang berdatangan untuk membaca kalimat syahadat.

{” Alhamdulillah “} Ucapan Syukur An-Naje Jones.

An-Naje Jones kian mempelajari lebih dalam tentang agama barunya (Islam). Dan atas kerja kerasnya pun membuahkan hasil. An-Naje Jones pun ditunjuk sebagai pendakwah dalam penjara tersebut. Dan Ia tidak segan-segan berbagi pengalaman pribadinya kepada para penghuni penjara mengenai kebenaran dan keindahan ajaran Islam.

{” Penjara ini telah membantu dan membuat saya sadar akan kesalahan yang selama waktu itu saya lakukan. Saat ini saya mungkin tidak dapat (bisa) menikmati kehidupan di luar penjara. Akan tetapi, saya berkeinginan kuat untuk hidup bahagia di akhirat. Insya Allah “} Tutur An-Naje Jones tersebut.

 

 

 

Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.