Tayyibah Taylor - Dunia Ini Masih Belum Lihat Keindahan Islam (Foto : onisislamDOTnet)
Tayyibah Taylor - Dunia Ini Masih Belum Lihat Keindahan Islam (Foto : onisislamDOTnet)

Dunia Ini Masih Belum Lihat Keindahan Islam

MutiaraPublic.com – Tayyibah Taylor yang lahir di Trinidad di Karibia, sedangkan Kedua orang tuanya berasal dari Barbados. Waktu itu, ketika ia masih berusia 7 tahun, ayahnya tersebut memutuskan untuk pindah ke kota Texaco, Kanada. {” Jadi Aku (Tayyibah Taylor) dibesarkan di Toronto, dan Aku dididik di sana; Kemudian Aku pergi ke University of Toronto “} tutur Tayyibah, seperti yang di tulis oleh onislamDOTnet, pada hari Rabu (10/9/2014).

Tayyibah Taylor sangat rutin sekali menghadiri gereja, meski pun sebenarnya dalam hatinya itu tidak sepakat dengan konsep trinitas yang selama ini menjadi doktrin gereja. Ketika Tayyibah Taylor berusia remaja, ia gemar mempelajari berbagai agama di belahan dunia ini. termasuk ia juga mempelajari agama Islam, serta pernah ia mendatangi masjid. {” Jujur, sungguh saya sangat kagum dengan suara Adzan itu “} kenang Tayyibah Taylor tersebut.

Tayyibah Taylor pernah juga bertanya pada salah seorang temannya yang beragama islam; {” Seperti apa sih menjadi Muslim, apa yang Muslim percaya (yakini), tanya saya. Kemudian teman saya itu, mengatakan bahwa seorang Muslim itu percaya satu Tuhan, serta percaya terhadap Rasulullah Muhammad SAW., sebagai utusan dari Allah SWT. Sayapun mengucapkan (kalimat syahadat) itu, ketika itulah saya menjadi seorang Muslim “} tuturnya.

Keputusannya Tayyibah Taylor ini, hanyalah merupakan awal dari perjalanan panjangnya menuju seorang Muslim yang kaffah. Tayyibah Taylor pun berusaha keras agar menjadi seorang Muslim yang betul-betul menjalani seluruh ajaran yang ada pada kitab suci Al-Qur’an/ Kitab suci umat Islam. Tayyibah Taylor gunakan kemampuannya untuk berpikir lebih dalam menelaah ajaran-ajaran agama Islam.

{” Saya dulu pernah mendengar Nation of Islam. Namun, saya tidak pernah sepakat dengan (paham) itu. Mungkin, karena saya belum pernah mengalami rasisme “} tutur Tayyibah Taylor.

Setelah saya (Tayyibah Taylor) menjadi seorang Muslim, hanya ada segelintir orang/ warga Kanada yang kini telah memeluk Islam, salah satunya yaitu sepupunya itu. Ada juga Sheikh Abdullah Hakim; {” Kami memiliki komunitas yang sangat kecil, kita ikuti debat, dan mendiskusikan seputar Islam, serta (kita) mengkaji Al-Qur’an “} ucapnya.

Pada awal tahun 90-an, Tayyibah Taylor diundang untuk menghadiri konferensi Muslimah di negara Amerika Serikat (AS). Dari konferensi tersebut, tercetuslah majalah Azizah. Dari apa yang telah dijalani oleh Tayyibah Taylor, seperti halnya ia melihat Muslimah membutuhkan asupan spritual, intelektual, serta berbagai dukungan sosial.

Tayyibah Taylor melihat keindahan agama Islam masih belum terlihat ; {” Saya berpikir bahwa Islam akan bangkit kembali dengan berbagai prinsip Amerika Utara yang sebagaimana telah menjujung keadilan serta kebebasan. Sehingga tidak ada lagi dikotomi (pemisah) antara Islam dan Amerika ” tegasnya.

 

 

Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Tayyibah Taylor yang lahir di Trinidad di Karibia, sedangkan Kedua orang tuanya berasal dari Barbados. Waktu itu, ketika ia masih berusia 7 tahun, ayahnya tersebut memutuskan untuk pindah ke kota Texaco, Kanada. {” Jadi Aku (Tayyibah Taylor) dibesarkan di Toronto, dan Aku dididik di sana; Kemudian Aku pergi ke University of Toronto “} …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.