The Power Of Basmalah
The Power Of Basmalah (foto ; wawasanislam .com)

The Power Of Basmalah

MutiaraPublic.com – Saudaraku, pada suatu ketika baginda Rasulullah SAW bersabda ; {” Apa pun yang (kalian) dikerjakan, bacalah ‘Bismillahir-rahmanir-rahim’ – Dengan (atas) nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang “} Berdasarkan petunjuk dari Allah SWT, setiap kali mengawali surah, kecuali surah At-Taubah, baginda Rasulullah SAW selalu mengawali dengan membaca basmalah.

Ternyata tidak hanya oleh baginda Rasulullah SAW, bahkan para nabi sebelum beliaupun juga sangat familiar dengan lafadz basmalah tersebut, sebagaimana yang telah disebutkan dalam beberapa riwayat.

Ketika Nabi Nuh AS sedang membuat sebuah perahu di puncak gunung, lalu kemudian datanglah banjir bandang yang siap menerjang daratan tersebut, Nabi Nuh AS menggerakkan perahunya tersebut dengan membaca lafadz basmalah {” ‘Bismillahi majraha wa mursaha’ – QS Hud/11;41 “}.

Ketika Nabi Ibrahim AS dibakar dengan Api oleh Raja Namrud, maka Nabi Ibrahim AS juga membaca lafadz basmalah sebelum beliau membaca ; {” Ya naru kuni – bardan wa salaman – ‘ala Ibrahim “}. (QS al-Anbiya’/21;69).

Ketika Nabi Sulaiman AS sedang menjinakkan para musuhnya dengan surah yang juga menggunakan basmalah, seperti berikut ; {” Innahu min Sulaimana – wa innahu – bismillahir – rahmanir – rahim “} (QS. Al-Naml/27;30).

Ketika halnya juga Nabi Isa AS sedang menyembuhkan orang yang sakit dan menghidupkan orang mati, beliau juga membaca kalimah/ lafadz basmalah. Terdapat juga dalam kitab-kitab kuning, yang banyak menceritakan keajaiban yang bersumber dari riwayat Israiliyyat dengan mengungkapkan misteri dibalik kalimah Basmalah.

Saudaraku, yang penting bagi kita bukan suatu aspek mistiknya tersebut, Namun dari segi rasionalitasnya. Kalimah/ Lafadz Basmalah ini syarat dengan arti makna dan tanggung jawab kita kepada Sang Kuasa, ALlah SWT. Seperti misal ; Binatang yang disembelih tanpa dengan membaca kalimah basmalah, pasti hukumnya haram untuk dimakan. Sebab dalam Islam hal tersebut dikategorikan bangkai.

Memang kita belum pernah sama sekali meneliti dampak dari segi efek fisiologis basmalah dalam penyembelihan binatang. Namun pada hakikat basmalah itu sendiri, sesungguhnya merupakan pernyataan kepercayaan Allah SWT terhadap manusia/ hamba-Nya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Perintah untuk kita, agar di setiap akan melakukan sesuatu hendaklah membaca lafadz basmalah, telah mengingatkan diri ini sebagai representasi dari Allah SWT. Sebab itulah, dibacakannya Bismillah {” Atas nama Allah “}. Dimana dalam ungkapan basmalah tersebut terdapat niat yang kuat hak karena Allah SWT.

Pekerjaan serta tindakan apa pun itu yang hendak dilakukan dengan membaca kalimah basmalah, diharapkan untuk mendapatkan perlindungan, berkah, keberhasilan, dan kemudahan dari Allah SWT semata.

Ucapan kalimah {” Bismillahir-rahmanir-rahim “} yang disingkat dengan basmalah ini, mempunyai sejumlah rahasia penting dalam hal memandu sebuah kesuksesan hidup bagi umat manusia baik itu di dunia maupun akhirat kelak.

Kalimah Basmalah merupakan substansi dari kitab suci umat Islam, Al-Qur’an. Jika Al-Qur’an yang terdiri dari 6.666 ayat, serta 114 surah, dan 30 juz tersebut dipadatkan, maka pemadatannya pun adalah kalimah basmalah tersebut.

Menurut riwayat dari A-Hafiz ibn Sulaiman ibn Ibrahim al-Qunduzy, bahwa sesungguhnya semua rahasia dari kitab-kitab samawi itu, tersimpul dalam Al-Qur’an serta kesimpulan dari Al-Qur’an teresbut terdapat dalam surah Al-Fatihah. Sedangkan kesimpulan dari surah Al-Fatihah tersebut, terangkum dalam bacaan kalimah basmalah {” Bismillahir-rahmanir-rahim “} serta rahasia dari kalimah basmalah itu terletak pada titik di bawah huruf “Ba”. subhanallah, Allahuakbar ! Sebuah titik yang mengingatkan kita terhadap penciptaan awal serta teori dentuman awal {” the big bang “}.

Para tokoh filosof serta para sufi telah sependapat, mengenai asal-usul kejadian mikrokosmos dan makrokosmos yang berasal dari sebuat titik yang mahapadat ciptaan Allah SWT. Lalu Kemudian, mengalami sebuah ledakan besar serta partikel-partikel pecahannya pun selanjutnya semakin membesar {” expanding universe “} atau didalam bahasa Al-Qur’an, yakni “Lalu Kami meluaskannya” {” wa inna lamusi’un “} (QS Al-Dzariyat/51:47).

Saudaraku, partikel itulah yang selanjutnya menjadi “Galaksi Bimasakti” dengan semua planet-planet di dalamnya. Dalam sebuah wacana tasawuf, bahwa partikel utama itu disebut {” syajaratul-baidha’ “} yang pada saat ini telah diketahui merupakan asal-usul dari segala ciptaan-Nya.

Lafadz basmalah yang pendek, namun memiliki kedalaman arti/ makna yang sangat luar biasa. Hal inilah yang menjadi penyebab para ulama ahli tafsir umumnya membahas kalimah/ lafadz “Bismillahir-rahmanir-rahim” dalam jumlah halaman yang panjang.

Wallahu a’lam bi sawab !

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan (Pesisir Krajan, Besuki, Situbondo)
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.