Tanda Riya', Tausiyah Ustadz Yusuf Mansur
Tanda Riya', Tausiyah Ustadz Yusuf Mansur

Tanda Riya’ – Tausiyah Ustadz Yusuf Mansur

 

Orang yang Riya’ punya empat tanda.

Malas jika sendirian.

Rajin bila di muka orang.

Bertambah amal jika dipuji.

Berkurang kebaikan bila dicela.

MutiaraPublic.com – Saudaraku yang dimuliakan Allah S.W.T. Sebetulnya, Tanda Riya’ atau tanda-tanda orang yang Riya’ itu hampir semua dari kita mengetahuinya. Sebab kita sendirilah (dan tentu ALLAH S.W.T ) yang mengetahui maksud perbuatan yang kita lakukan. Namun demikian, Sayyidina Ali membantu perihal pengenalan sifat-sifat orang yang suka berbuat Riya’.

Orang yang Riya’, malas kalau sendirian alias tidak ada orang yang yang menyaksikan amal perbuatannya. Ketika ada ajakan untuk menyumbang dia berkata, “Ada wartawan/pers yang lagi ngeliput apa nggak?” . Termasuk juga bagi mereka orang yang malas tersebut adalah mereka yang shalatnya tidak khusyu’, alias terburu-buru, dan tidak tertib apabila shalat sendiri.

Kebalikannya adalah kalau dilihat orang maka ia langsung semangat. “Ayo kita kerja bakti,” ajak seorang teman. “banyak apa nggaak ni yang datang?” Tanya orang yang hobi riya’ tersebut. “banyak lah, namanya juga orang yang kerja bakti pastinya satu RW. Cewek-ceweknya juga banyak banget kok, mereka yang menyediakan konsumsi.” Ia pun spontan langsung loncat berangkat kerja bakti. Saat para wanita tersebut menyaksikannya, kerja baktinya malah tambah giat sampai bercucuran peluhnya (keringat).Sungguh itulah ciri-ciri orang yang riya’.

Saudaraku yang dimuliakan Allah S.W.T. Kadangkala ada orang yang tidak mau dipuji tapi mengharapkan pujian yang banyak. Misalnya ia menyumbang masjid dalam jumlah yang cukup besar. Kemudian pengurus masjid mengucapkan terima kasih dan memujinya bahwa ia seorang dermawan. Dengan niat ingin dipuji lagi ia mengatakan, “Ah, bapak ini ada-ada aja. Nggak usah disebut-sebut sumbangan itu. Bagi saya menyumbang adalah hal yang sangat biasa. Ini juga perintah agama kan?” Dia berharap pengurus masjid tadi berkarta kepada rekannya, “Sungguh baik sekali bapak itu. Orangnya sudah dermawan, rendah hati pula. Pasti dia orang yang sholeh.” Dikutip dari La Rochefoucauld yang mengatakan. “bahwa menolak pujian dari orang lain itu sebenarnya hanyalah merupakan keinginan untuk dipuji dua kali.”

Sementara bagi mereka orang yang Riya’ sudah melakukan sesuatu amal tersebut dicela oleh orang lain, maka ia pun segera menghentikan perbuatan itu semata-mata takut akan celaan orang, sehingga dirinya menjadi hina. Semisal seseorang remaja yang sedang berkumpul dengan teman-temannya kemudian datang waktu shalat ia langsung pamitan, “Sorry ya, gue mau shalat dulu nih.” Teman-temannya meledek, “Alaah, sok suci lo.” Besoknya ketika berkumpul lagi saat datang waktu shalat ia nggak berani pamitan buat shalat karena takut dicela.

Begitulah ciri tanda Riya’ atau tanda-tanda orang yang berbuat Riya’. Janganlah sampai kita menemukan dalam diri pribadi kita sifat-sifat Riya’ tersebut. Na’udzu-billahi mindzalik !

 

 

 

Tausiyah : Ustadz Yusuf Mansur
Oleh : Suparto
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.