Pengertian Syukur
Pengertian Syukur

Kajian Islami, Pengertian Syukur

” Pengertian Syukur Adalah berterima kasih kepada ALLAH S.W.T, lega, senang menyebut nikmat yang diberikan kepada-Nya dimana rasa senang dan lega itu terwujud dalam lisan, hati maupun perbuatan “

MutiaraPublic.com – Dari segi bahasa, kata syukur berasal dari bahasa arab, bentuk ism Masdar dari fi’il “syakaro” yang berarti mengingat nikmat dan memujinya.

Adapun dari segi istilah, pengertian syukur mengandung makna mengenal segala  nikmat dan mengajarkan apa yang diperintahkan dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Karunia nikmat ALLAH S.W.T yang telah diberikan kepada kita sungguh  tidak terhitung jumlahnya. Sebanyak apapun rasa syukur manusia kepada ALLAH S.W.T atas karunia-Nya tentu tidak sebanding . Bahkan, bisa bersyukur itu sendiri merupakan karunia dan nikmat. Oleh karena itu, hendaknya manusia di dunia, harus senantiasa bersyukur kepada ALLH S.W.T Sang Pemberi nikmat.

ALLAH S.W.T berfiman: “Maka igatlah kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu ,Bersyukurlah kepada Ku ,Dan janganlah kamu ingkar kepada Ku” (QS. Al-Baqarah 152).

Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah hendaknya kita taat kepada-Nya dan tidak mendurhakai –Nya, selalu ingat kepada-Nya dan tidak melupakan-Nya dan tidak ingkar kepada-Nya.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa syukur menurut istilah adlah berterima kasih kepeda ALLAH S.W.T, lega, senang dan menyebut nikmat yang diberikan kepadanya dimana rasa senang dan lega itu terwujud dalam lisan, hati maupun perbuatan.

Apabila direnungkan secara mendalam, ternyata memang banyak nikmat ALLAH S.W.T yang telah kita terima dan kita gunakan dalam hidup ini. Sedemikian banyaknya sehingga kita tidak mampu meanghitungnya ALLAH S.W.T berfirman:

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitung jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)

Untuk itu Rasulullah s.a.w mengajarkan kepada umatnya agar senantisa bersyukur nikmat yang diberikan-Nya, diantaranya dengan membaca do’a setiap selesai sholat berikut:

“Ya ALLAH, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-MU, dan beribadah dengan baik kepada-Mu” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i)

Kemudian membaca dzikir pagi dan sore.

“Ya ALLAH, kenikmatan apapun yang ada padaku atau seseorang di antara makhluk-MU (di pagi hari/sore ini) maka dari-MU semata, tiada sekutu dari-MU. Bagi-mu segala puji, dan untuk-MU jualah segala syukur.” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i)

Ibnu Qayyim menjelasakn bahawa hakikat syukur kepada ALLAH S.W.T itu adalah tampaknya bekas nikmat ALLAH S.W.T pada lisan sang hamba dalam bentuk pujian dan pengakuan, didalam hatinya dalam bentuk kesaksian dan rasa cinta, dan pada anggota tubuhnya dalam bentuk patuh dan taat.

Beliau lebih lanjut menjelaskan bahwa syukur itu mempunyai pilar pokok yang apa bila salah satunya t6idak terpenuhi maka rasa syukur tersebut menjadi batal dan dianggap belum bersyukur. Lima pilar pokok itu adalah kepatuhan orang bersyukur kepada pemberi nikmat,mencintai-Nya, mengakui nikmat dari-Nya,  memuji-Nya atas nikmat-Nya dan tidak menggunakan nikamt yang diberikan-Nya untuk sesuatu yang tidak DIA suka,

Seorang sahabat Nabi s.a.w bernama Abu Darda r.a pernah mengatakan,”Barang siapa yang tidak melihat (merasakan) nikamat ALLAH S.W.T berikan kepadanya kecuali hanya pada makanan dan minumannya maka sesungguhnya ilmu (ma’rifat)nya sangat dangkal dan azab pun telah menantinya. ”

Di zaman sekarang ini,betapabanyak orang merefleksiksn rasa bersyukur, namun dengan cara-cara yang bertentangan dengan prinsip syukur itu sendiri . untuk itu, para ulama’telah menggariskan tata cara bersyukur yang benar.

Diantara Cara Mensyukuri Nikmat ALLAH S.W.T adalah ;

Pertama, syukur degan hati. Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati apapun nikmat yang di peroleh bukan hanya karena  kepintaran. Keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian ALLAH S.W.T Yang Maha Kuasa. Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan dengan nikmat dari ALLAH S.W.T yang di perolehnya betapapun kecil dan sedikitnya.

Kedua, syukur dengan lisan. Caranya adalah mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat berasal dari ALLAH S.W.T melalui Alhamdulillah. Ucapan merupakan pengakuan bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah ALLAH S.W.T

Ketiga, syukur dengan perbuatan, Caranya adalah dengan menggunakan nikmat ALLAH S.W.T jalan dan perbuatan yang diridhai-Nya, yaitu dengan menjalankan syariat dan mentaati aturan ALLAH S.W.T dalam aspek kehidupan.

 

Semoga kita termasuk golongan Hamba yang selalu bersyukur… Aamiiin..!

 

 

 

Oleh : Suparto
Redaktur : Ning Silviana Sholeha


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.