Siapakah Orang Yang Pantas Disebut Kaya ?
Siapakah Orang Yang Pantas Disebut Kaya ?

Siapakah Orang Yang Pantas Disebut Kaya ?

MutiaraPublic.com – Seringkali orang-orang mengukur sebuah kekayaan adalah dari banyaknya harta dan kemewahan-kemewahan dunia lainnya yang dimiliki seseorang, padahal definisi kaya itu tidak hanya kekayaan dalam bentuk harta, yang diantaranya adalah seperti kaya akan ilmu, atau kaya akan iman. Bahkan dalam sebuah hadist dijelaskan bahwasannya kemewahan dunia tidak dikatakan sebagai kekayaan, yang bunyinya sebagai berikut:

{” Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (Ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup “} (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist tersebut telah dijelaskan bahwasannya kekayaan tidak tidak diukur dari kemewahan-kemewahan dunia, melainkan dari hati yang selalu merasa cukup, maka golongan orang yang memiliki kemewahan tersebut tidak serta merta dikatakan sebagai orang kaya, karena kekayaan yang sesungguhnya adalah hati yang selalu merasa cukup, artinya seseorang yang hatinya selalu merasa cukup maka dialah yang sebenarnya dikatakan sebagai orang yang lebih kaya.

Janganlah sampai kita menjadi orang yang rakus, sehingga menyebabkan hati kita tidak puas dan selalu merasa tidak cukup dengan apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Sudahkah hati kita merasa cukup? Jadikan hati kita selalu merasa cukup, maksud cukup disini adalah cukup dalam artian selalu bersyukur dengan apa-apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita, dengan kita terus bersyukur atas segala pemberian-Nya berarti hati kita telah merasa cukup.

Pemberian itu tentulah berkat usaha-usaha yang kita kerjakan serta do’a-do’a yang senantiasa kita panjatkan, karena Allah SWT selalu menilai usaha hamba-Nya, sehingga Allah SWT memberikan balasan sesuai dengan apa yang diusahakan usahakan oleh hamba-Nya.

Ingatlah kemewahan-kemewahan dunia itu hanya sementara, dan bukanlah ukuran sebuah kekayaan, maka janganlah sampai terlena dengan segala keindahanNya sehingga menyebabkan hati terus-menerus dipenuhi dengan ketidakpuasan, serta selalu ingin memiliki kemewahan-kemewahan dunia lainnya, tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki yang hanya akan membuat lupa bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, dan Allah SWT tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan seperti halnya berlebih-lebihan yang membuat seseorang diperbudak oleh keinginannya yang tidak pernah merasa tercukupi.

 

 

 

Oleh : Hawada Afiyah
Editor : Didik Sugianto
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.