Shalat Dhuha : Wujud Kepasrahan dan Optimis
Shalat Dhuha : Wujud Kepasrahan dan Optimis

Shalat Dhuha : Wujud Kepasrahan dan Optimis

MutiaraPublic.com – Saudaraku pasti tahu, bahwa setiap orang ingin hidup tentram dan berkecukupan. ‘Ketentraman’ lahir dari relung hati yang paling dalam saat menerima dengan ikhlas pemberian dan ketetapan Tuhan. ‘Kecukupan’ akan teraih saat kita berterimakasih atas segala karunia dan nikmat-Nya.

Saudaraku juga pasti tahu, bahwa ketentraman dan kecukupan hidup di dunia harus ditopang dengan usaha nyata (kasab). Karena itu Islam menyuruh kita agar bekerja dengan rajin, sungguh-sungguh, tekun, ulet, pantang menyerah, memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi, dan yang pasti sesuai dengan tuntunan syariat.

Kita bekerja untuk mencukupi segala kebutuhan, agar kita dan keluarga hidup di dunia ini dengan layak, tanpa menggantungkan diri kepada pihak-pihak lain. Karena itulah, rezeki yang kita peroleh itu seyogyanya membuat kita semakin tenang dan tentram bersama keluarga tercinta, sehingga dalam menjalankan misi pengabdian kepada Allah SWT pun terasa indah dan mudah. Karena sejatinya rezeki itu berfungsi sebagai sarana penguat jiwa dan raga, baik rezeki berupa harta benda, makanan, minuman, anak, dan sebagainya. Terlebih-lebih yang berupa ilmu dan iman.

Dalam kenyataan hidup, banyak diantara manusia yang takut terjerat dalam lembah kemiskinan dan terlilit berbagai kesulitan, sehingga membuatnya gelap mata dan menghalalkan segala cara untuk bisa menjadi kaya tanpa bersusah payah, sampai-sampai yang bukan hak dan miliknya pun diambil seenaknya saja.

Rasa takut akan jatuh dalam lembah kemiskinan sebenarnya adalah gejolak hati yang tak jelas arah dan sumbernya. Anda yang mengatakan bersumber dari naf-su.. manusia yang tak pernah pantang menyerah dalam meraih kesempurnaan hidup, dan ada pula yang mengatakan bersumber dari setan yang bertujuan untuk menyesatkan. Bagi manusia yang lemah imannya akan mudah gelap mata, dan mudah terjangkit penyakit putus asa.

Sauadaraku mungkin masih ingat akan nasehat Baginda Nabi SAW kepada Abu Bakar r.a. yang berbunyi: “LA TAHZAN INNALLAHA MA’ANA”. Artinya : {“Jangan bersedih, Sesungguhnya ALLAH bersama kita”}. Hal ini di sampaikan ketika mereka dalam persembunyian di sebuah gua di bukit Tsur. Saat itu Nabi SAW melihat Abu Bakar r.a. cemas dan ketakutan setelah ia melihat kaki para algojo sebagai perwakilan dari semua etnis Makkah untuk mengejar dan membunuh Nabi SAW. Peristiwa itu terjadi antara hari kamis sampai senin tanggal 1-4 Rabiul Awal Tahun ke 53 dari kelahiran Nabi SAW atau tanggal 24-27 september 622 M. Setelah tiga malam di gua, barulah mereka melanjutkan perjalanan ke Madinah

Ucapan Baginda Nabi SAW, “LA TAHZAN INNALAH MA’ANA” sangat menyejukkan Abu Bakar r.a dan benar-benar menyemangatinya. para malaikat dikirim Allah SWT menuju gua tempat persembunyian Nabi SAW agar membuat sarang laba-laba mengaburkan penglihatan para pengejar Nabi. Begitulah antara lain cara Allah SWT menolong hamba-Nya dari kesulitan.

Rasulullah SAW berwasiat kepada sahabat terdekatnya, yakni Abu Dzar Al-Ghifari, untuk melaksanakan shalat dhuha, shalat witir, dan puasa tiga hari dalam setiap tengah bulan. Sebagaimana hadits berikut ini : {“Kekasihku Muhammad SAW. Telah berwasiat kepadaku agar mengerjakan puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat, dan shalat witir sebelum tidur”} (HR. Bukhari Muslim, dan Abu Daud, dai Abu Hurairah).

Dari hadits tersebut bisa disimpulkan bahwa nabi Muhammad menganjur-kan kepada umatnya untuk melaksanakan shalat dhuha. Shalat dhuha yang memiliki hubungan sangat erat dengan anugerah Allah SWT yang berupa rezeki sangat dianjurkan dalam Islam. Karena itu, shalat dhuha harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan kontinyu, sebagai usaha mengiringi pencarian rezeki, yang tentunya agar terlepas dari kemiskinan dan mendapatkan kemudahan.

Shalat sunnah dhuha memiliki nilai pahala yang begitu besar. Tidak hanya itu, ia juga sanggup menebus dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda : {“Barang siapa berdiri ketika matahari menampakkan diri lalu berwudhu’ dengan sempurna, kemudian melakukan shalat sunnah dhuha dua rakaat, maka diampunilah segala dosanya. Dia kembali bersih dari segala dosa sebagaimana kita dilahirkan dari kandungan ibunya”} (HR. Abu Ya’la dari Uqbah bin Amir). Selain itu, shalat dhuha juga bisa menjadi pembuka pintu rezeki. Allah SWT akan menjamin kelapangan rezeki dalam kehidupan orang yang melaksanakan shalat dhuha.

Ali bin Abi Thalib r.a. pernah berkata : {“Jika miskin itu terbentuk manusia maka pasti akan saya bunuh terlebih dahulu sebelum aku membunuh musuhku dalam perang”}. Ucapan Ali bin Abi Thalib tersebut bisa dijadikan landasan bagi setiap umat Islam, agar menjemput rezeki Allah SWT secara maksimal. Akan tetapi umat Islam tidak boleh hanya disibukkan dengan bekerja saja, tetapi juga harus mengingat Allah SWT. Artinya, sesibuk apapun kita tidak boleh meninggalkan kewajiban kita sebagai umat Muslim, yakni melaksanakan shalat Fardhu. Selain itu, ketika mencari rezeki atau bekerja, sepatutnya kita juga melaksanakan shalat sunnah dhuha sebagai iringan kita dalam mencari rezeki. Seperti yang sudah banyak diketahui dan juga banyak yang telah membuktikan, bahwasanya shalat dhuha tersebut merupakan ruh rezeki.

Saudaraku MutiaraPublic yang dimuliakan Allah SWT… dari uraian di atas, dapat disimpulkan, bahwa barang siapa yang melaksanakan shalat dhuha maka ia akan menemukan fadhilah-fadhilah berikut :

  1. Dapat menghindari diri dari lembah kemiskinan dan kenistaan hidup. Karena shalat dhuha adalah wujud dari kepasrahan seorang hamba akan jaminan Tuhan. Dia tidak merasa sendirian dalam menjalani hidup, karena di dalam sanubarinya tertanam rasa dan keyakinan bahwa Allah SWT selalu ada untuknya. {“Tuhanmu tidaklah meninggalkan kamu dan tidak (pula) benci kepadamu “} (QS. Adh-dhuha : 2)
  2. Dapat mengubah kesulitan menjadi kemudahan dalam mencari rezeki.
  3. Allah SWT akan menghapus segala dosanya. seberapa banyak dosa yang kita miliki ? Astaghfirullah…, tentunya tidak terhitung bagaikan debu, Maka dengan shalat dosa-dosa kita dapat terhapuskan.
  4. Allah SWT akan mencukupi segala kebutuhannya.
  5. Allah SWT akan memberikan pintu khusus untuk masuk surga. Masuk surga merupakan dambaan semua orang. Bisa masuk surga saja kita sudah merasa beruntung dan menjadi orang yang istimewa, apalagi jika masuk surga dengan pintu khusus yang diberikan Allah SWT, pasti menjadi orang yang memiliki keistimewaan lebih.

 

Setelah kita mengetahui keistimewaan dan fadhilah shalat dhuha, akankah kita masih tega meninggalkannya tanpa sebab dan alasan yang jelas ?! semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk istiqamah dalam menjalankannya dengan penuh keikhlasan. Aamiin !

 

 

 

Oleh : Sa’Dullah
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.