Saatnya Kita Meraih Popularitas Di Kalangan Penduduk Langit
Saatnya Kita Meraih Popularitas Di Kalangan Penduduk Langit - ilustrasi

Saatnya Kita Meraih Popularitas Di Kalangan Penduduk Langit

MutiaraPublic.com – Banyak orang yang berambisi untuk meraih popularitas di dunia dan melupakan kehidupannya di  akhirat. Padahal terkenal di kalangan penduduk bumi belum tentu memberinya keuntungan. Salah-salah kerugian dunia akhirat yang akan menimpa diri karena ambisinya tersebut. Sedangkan jika orientasi kita diarahkan untuk meraih popularitas di kalangan penduduk langit, buah kebahagiaan abadi kelak di akhirat sana sudah pasti akan kita raih. Jadi daripada mengejar sesuatu yang belum pasti, lebih baik kita fokus mengejar kebahagiaan hakiki dengan jalan terkenal di kalangan penduduk langit.

Sepintas nampak bahwa kepopuleran seseorang di dunia banyak menguntungkannya karena Ia semakin mendapat banyak koneksi yang dapat meloloskan jalan usaha. Namun jika diteliti lebih dalam banyak pula kerugian yang harus ditanggung oleh seseorang yang berorientasi pada keterkenalan dunia. Untuk mempertahankan popularitasnya, Ia akan terbebani untuk senantiasa memenuhi tuntutan lingkungan.

Sebagai contoh kecil, seorang wanita yang ingin dicap gaul pasti masuk kedalam sebuah komunitas Elite. Maka pakaian dan gayanya akan selalu dituntut untuk tampil serba modis dan glamor, jangan sampai produk yang sudah ketinggalan jaman menempel di badan. Sehingga biaya yang tidak sedikit akan dikucurkan hanya untuk sekedar menjaga penampilan. Kesusahan akan semakin besar jika dana yang dibutuhkan tidak didukung oleh kemampuan isi dompet. Jalan pinjam uang sana sini mungkin akan ditempuh yang suatu saat akan membuatnya dikejar-kejar para penagih hutang yang membuat hidup tak tentram.

Berbeda jika usaha kita diarahkan untuk meraih popularitas di kalangan penduduk langit. Ketenangan akan senantiasa kita peroleh dalam relung hati dan kebahagiaan akan senantiasa terpancar pada wajah yang berseri. Bagaimana tidak, karena usaha untuk meraih ketenaran tersebut tidak memerlukan biaya mahal yang menguras isi dompet.

Ketika Allah SWT mentakdirkan kesempitan rizki yang karenanya sedekah kita di jalanNya hanya sebesar seribu namun disertai keikhlasan, maka pahalanya akan jauh lebih besar melebihi nilai uang tersebut.

Ketika baju yang kita miliki hanya sepotong saja dan itu pun sudah usang namun setiap hari dipakai untuk menghadapNya dalam setiap rukuk dan sujud, maka Allah SWT akan tetap menerimanya dengan terbuka.

Ketika kita tidak mempunyai gadget canggih dan memilih meng-upload status padaNya lewat tahajud di keheningan malam, maka Allah SWT akan tetap mengetahuinya jua.

Dengan mendekatkan diri pada-Nya, rasa cinta Allah SWT akan timbul yang menyebabkan turunnya rahmat dalam sendi-sendi kehidupan. Rasulullah SAW bersabda:

{“ Apabila Allah SWT mencintai seorang hamba, maka Allah SWT berseru kepada Jibril: “Wahai Jibril, sesungguhnya aku mencintai Fulan maka cintailah dia” Maka Jibril mencintainya kemudian berseru diantara penduduk langit: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah SWT mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Maka penduduk langit mencintainya. Lalu dijadikanlah orang tersebut diterima di antara penduduk bumi. “}(HR Bukhari)

Dengan kata lain bahwa jika mengejar popularitas di kalangan penduduk langit, dengan sendirinya popularitas di kalangan penduduk bumi akan dapat kita raih. Istilah peribahasa mengatakan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Hal ini karena Allah SWT telah ridho dengan usaha kita sehingga menurunkan campur tangannya agar kita diterima di kalangan penduduk bumi.

Kita dapat mengambil pelajaran dari kehidupan Uwais Al-Qorni yang menyandang gelar penghuni langit walaupun Ia masih hidup di bumi. Beliau memang tidak terkenal di kalangan penduduk bumi, namun rajinnya Ia beribadah dan terlebih baktinya terhadap sang ibu menjadikannya begitu terkenal di kalangan para malaikat.

Ibu yang telah uzur dirawatnya dengan penuh kasih sayang tanpa sekalipun pernah membantah apapun perintah ma’ruf ibunya. Bahkan kerinduannya untuk bertemu Rasulullah dipendam saja sekian lama karena tidak tega meninggalkan sang ibu untuk jarak yang cukup jauh.

Ketika sang ibu sudah memberi ijin namun disertai pesan untuk segera kembali pulang setelah menemui Rasul, dan didapatinya Rasul tidak ada di Madinah karena sedang pergi berperang maka pilihan untuk segera pulang sesuai amanat sang ibu ditempuhnya walau dengan berat hati.

Maka walaupun Ia tidak terkenal di kalangan penduduk bumi namun ketika Ia meninggal sudah ada sekian banyak orang yang ingin memandikan dan memakamkannya. Wallahu’alamu apakah orang- orang tersebut berasal dari kalangan penduduk bumi ataukah dari kalangan penduduk langit yakni malaikat yang turun menjelma sebagai manusia.

Untuk itu marilah kita meraih popularitas di kalangan penduduk langit dengan menghiasi setiap hela nafas dan gerak langkah kita dengan berbagai amal sholeh. Dan semoga kemuliaan dunia akherat menjadi bagian kita. Aamiin.

 

 

 

Oleh : Ay Yulian
Redktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.