Rahasia Dahsyatnya Kekuatan Doa (Foto Presiden Jokowi Sedang Umrah)
Rahasia Dahsyatnya Kekuatan Doa (Foto Presiden Jokowi Sedang Umrah)

Rahasia Dahsyatnya Kekuatan Doa !

MutiaraPublic.Com –  Dalam bahasa Rasulullah s.a.w. Doa adalah inti dari ibadah. Kemudian, yang menjadi inti di dalam hidup ini adalah ibadah kepada Allah S.W.T. Sebagaimana firman Allah S.W.T. ;

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (az-Zariyat [51]: 56)

Tujuan dari beribadah  itu adalah zikir kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah S.W.T. ;

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Thaha[20]: 14)

Doa adalah merupakan inti daripada dzikir dan inti dari segala inti. Sebagaimana dikatakan dalam firman Allah S.W.T. ;

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.(al-Mu’min [40]: 60)

Do’a merupakan power (kekuatan) alam. Namun selama ini, kita tidak menjadikannya do’a sebagai power atau kekuatan yang sebenarnya. Orang pasti percaya dengan hal tersebut, hanya saja dia tidak yakin apakah do’a itu mustajab atau tidak. Padahal, kekuatatan doa itu telah dibuktikan oleh para Rasul dan Anbiya.

Semula para Nabi mengalami kekalahan demi kekalahan, ketika berjuang dalam dakwahnya. Tapi dengan kekuatan doa, kekalahan itu berbalik menjadi kemenangan. Contoh; Nabi Musa a.s beserta kaumnya semula kalah sampai lari dan menyeberangi laut Merah. Setelah beliau berdo’a, akhirnya ditolong oleh Allah S.W.T.. Begitu juga dengan Nabi Ibrahim,, beliau pernah dibakar hidup-hidup, kemudian beliau memanjatkan do’a kepada Allah S.W.T. akhirnya ditolong oleh Allah S.W.T. Nabi Muhammad s.a.w. juga sering berdo’a dan diolong oleh Allah S.W.T..

Di saat kondisi Negara kita seperti sekarang,  banyak terjadi gempa, suami, banjir, kelaparan, dan munculnya berbagai macam penyakit. Kalau kita mau berdo’a akan memilki kekuatan yang dahsyat sekali. Tetapi  masalahnya, adakah orang yang yakin, serius, dan bersungguh-sungguh dalam bedo’a?

Ada ungkapan yang salah  dan sering kita ucapkan yaitu; “Bekerja sambil berdo’a.”. Berdo’a bukan hanya sambilan. Di dalam ajaran  Islam, yang benar adalah, “Mohon pertolonganlah dengan sabar dan shalat.” Sabar adalah usaha secara maksimal, kemudian kita berdo’a sungguh-sungguh dalam shalat. Selama kita belum sungguh-sungguh dalam memohon pertolongan Allah S.W.T., Sedangkan kekuatan kita adalah do’a, ikhtiar,dan tawakkal. Tapi, ikhtiar kita belum maksimal, do’a kita juga belum maksimal, apalagi tawakalnya.

Maka sebab itulah sangat penting bagi kita meningkatkan keyakinan kita akan doa, yakin terhadap kekuatan doa yang kita panjatkan tersebut, dengan penuh khusu’ dan selalu berharap ridho dari Allah S.W.T. serta keyakinan dari dalam hati bahwa Allah akan segera memberikan pertolongan dan mengijabah doa-doa kita.

 

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Ning Silviana Sholeha


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.