Pesan Bijak Buat Anda Pasangan Suami Istri, Baca Ini !
Pesan Bijak Buat Anda Pasangan Suami Istri, Baca Ini !

Pesan Bijak Buat Anda Pasangan Suami Istri, Baca Ini !

MutiaraPublic.com Saudara-saudariku yang dirahmati Allah SWT, ketika seorang ayah menikahkan putrinya, tatkala si ayah ini menyerahkan buah hatinya kepada seseorang, harapan besar orang tua agar putri yang ia cintai dapat hidup berbahagia dengan calon suaminya. Dan tatkala pernikahan itu terjadi seakan-akan beban yang selama ini ditanggung oleh ayah dan ibundanya itu terlepaskan.

Namun ternyata terkadang pernikahan setelah anak yang dia cintai pindah ke rumah suaminya, kebahagian yang diharapkan tersebut pun kadang kala tidak dia dapatkan. Piring pecah suara teriakan yang terkadang sampai didengar oleh tetangga, itu terjadi.

Tetapi seorang wanita yang sholehah, seorang istri yang tahu dengan posisi dirinya dan dia mengetahui bagaimana orang tuanya telah lelah dan bersusah payah dalam mendidiknya, maka dia akan bersusah payah juga dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan bahtera rumah tangganya.

Terkadang seorang itu tidak mampu untuk menanggung beban dalam rumah tangganya tersebut, tetapi seorang istri yang cerdas dan bertakwa kepada Allah SWT, maka dia tidak akan sampai ke telinga orang tuanya mengenai apa yang telah terjadi dalam gemuruh rumah tangganya tersebut.

Dia akan berusaha untuk memperbaiki rumah tangganya, bahtera yang dia naiki, dengan segala kekuatan dan memohon bantuan kepada Allah SWT, dia tidak akan berkata pada ibundanya termasuk juga pada ayahnya.

{“ Sudah cukup ayah dan ibundanya capek membesarkannya, kenapa harus ia berikan kepadanya beban ini ? “}.

Saudara-saudariku yang dirahmati Allah, simaklah kisah nyata berikut ini, dimana seorang syeikh bercerita tentang kejadian yang terjadi di kota Jedah ;

Dalam sebuah rumah tangga terjadi keributan sehingga sang suami marah besar, lalu dia mengangkat tangannya tersebut kemudian menampar wajah istrinya. Dan kita mungkin sudah tahu bagaimana hukum menampar seorang istri tersebut. Sungguh Islam tidak mengajarkan hal demikian. Tapi sang suami karena khilaf akhirnya dia menampar wajah sang istrinya dan sang istri pun menangis.

Saudaraku makhluk yang begitu lembutnya ditampar dan Allah SWT Sungguh melarang hal demikian itu. Dan dalam istri menangis dimana kondisi keributan rumah tangganya terjadi. Lalu kemudian terdengar suara ketukan pintu pada saat terjadi keributan tersebut, maka akhirnya sang suami pun mendatangi pintu dan dia mengintip orang yang mengetuk pintu tersebut.

Dan subhanallah…, yang datang itu adalah mertuanya yakni orang tua dari istrinya beserta saudara-saudaranya tersebut. Orang tua istrinya dan saudara-saudaranya itu datang ketika terjadi keributan dalam rumah tangga tersebut.

Akhirnya sang istri pun mengetahui bahwa yang datang itu adalah orang tuanya, maka serentak sang istri tersebut masuk ke dalam kamar mandi kemudian mencuci muka atau membasuh wajahnya tersebut. Namun ketika orang tuanya tersebut masuk ke dalam rumah, sang istripun menghadap orang tuanya dengan wajah yang masih meneteskankan air mata di matanya.

Kemudian sang ibu dan ayah bertanya kepada anak perempuannya itu ;

{“ kenapa engkau menangis anakku ? ”} Tanya orang tuanya.

Kemudian sang anak tersebut menjawab ;

{“ Ya Allah.. aba ummi… saya menangis karena saya kangen sekali sama aba dan ummi, ternyata Allah kirim Aba sama Ummi kesini, sungguh saya kangen sama aba dan ummi “} Jawab si anak tersebut.

Subhanallah…, Sang suami yang mula-mula berfikiran bahwa habislah kini rumah tangganya, lalu ketika mendengar jawaban istrinya tersebut sang suami langsung keluar rumah, dia berusaha untuk menjamu mertuanya dengan membeli makanan-makanan, membeli cemilan-cemilan, karena dirumahnya gak ada makanan.

Dan sebelum kembali sampai kerumahnya sang suami itu langsung mampir ke toko emas, dia mampir untuk membeli sabuk dari emas yang harganya sekirar seribu real atau sekitar 33 juta. kemudian dia pulang kerumahnya, lalu dia menjamu mertuanya tersebut seakan-akan tidak ada apa-apa (seolah tidak terjadi keributan dalam rumah tangganya). Setelah lama kemudian orang tuanya beserta saudara-saudaranya pun pulang.

Lalu sang suami langsung mendartangi istrinya, istri yang telah dia dzolimi tersebut, dan istri yang sangat cerdas dan bertaqwa kepada Allah SWT. Sang suami berkata kepada istrinya, dan dia memohon maaf tentang apa yang telah dia lakukan atau dia perbuat. Kemudian si suami memberikan hadiah (sabuk emas) itu kepada istrinya, sambil mengatakan {“ sungguh ini bukanlah apa-apa buat engkau istriku, dan engkau wahai istriku sekarang berhak mendapatkan (mengambil) nyawaku “}. Subhanallah.., si istri berhak mendapatkan nyawanya karena kalau tidak begitu maka rumah tangganya tersebut akan hancur.

Demikianlah saudara-sadariku yang dirahmati Allah SWT, Maka pesan dari kami MutiaraPublic.com untuk kalian para pasangan suami istri, cukuplah kalian membebani orang tua kalian, sungguh orang tua kalian sudah capek dengan beban hidup kalian, maka sebaiknya selesaikanlah masalah rumah tangga kalian tersebut baik-baik, jangan sampai di publikasikan, apa lagi bertebaran gosip-gosip murahan seputar bahtera rumah tangga kalian. Dan sambil memohonlah bantuan kepada Allah SWT, dengan cara berdoa kepada-Nya.

Semoga Allah SWT merahmati kalian semua khususnya bagi kalian pasangan suami istri tersebut. Amin !

 

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.