Perumpamaan Riya'
Perumpamaan Riya' (ilustrasi)

Perumpamaan Riya’ Ibarat Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Perumpamaan orang riya’ dalam beramal,

Bagaikan seseorang. Ia keluar dari pasar. Lalu

dia punya kantong baju dengan mengisi sebuah batu.

Supaya orang-orang  menduga akan takjub dan kagum. Sungguh banyak

uang yang di kantong ia sandang.

Akan tetapi semua itu. Tidak sangat berguna. Sebab isi

Kantong tak dapat dibelikan apa-apa. Ia hanya

Dapatkan pujian belaka.

mutiarapublic “Tong kosong nyaring bunyinya”. Itulah pribahasa yang cocok buat seseorang yang berbuat riya’. Seseorang yang mempunyai niat pamer dalam melakukan sesuatu pada dasarnya ia tidak mempunyai kemampuan untuk itu, atau kalaupun ada tidaklah banyak. Ia sangat suka diketahui orang sesungguhnya dirinya bisa menjadi itu meski dengan kemampuannya yang sedikit. Harapannya orang mengetahui ia mempunyai kemampuan yang banyak.

Padahal kalau seseorang itu pamer, biasanya isinya tidak ada. Seseorang yang memberikan sumbangan dengan berkoar-koar, biasanya uangnya memang tidak banyak. Seseorang yang banyak bicaranya ke sana kemari tanpa juntrungan, biasanya ilmunya sedikit. Pribahasa lain yang mirip adalah “Air beriak tanda tak dalam”. Sebuah sungai yang airnya bergemercik dasarnya tidak dalam. Namun telaga yang dalam airnya biasanya tenang. Demikian pula  dengan orang. Seseorang yang mempunyai ilmu tinggi biasanya tidak banyak bicara apalagi menyombongkan diri. Sementara orang riya’ biasanya ilmunya rendah, namun ia menyombongkan diri atas performanya seperti orang yang berilmu.

Sering kita dapati seseorang berterus terang mahir dalam suatu Pekerjaan. Misalnya, ia mengaku pandai di bidang otomotif. Akan tetapi tatkala mobil kita macet, dan dia berharap untuk membetulkan atau minimal tahu penyebab yang ada, dia menyerah. Kemudian muncullah berbagai macam alasan. Sepeprti “Saya mobil jenis lain, kalau yang ini saya tidak tahu.” Atau “Kalau mobil keluaran baru saya tahu, tapi  kalau mobil lama saya seperti ini memang susah. Montirpun nggak mampu.” Seperti itulah orang riya’ tapi jelas bernasehat kosong.

Dalam ibadah, manusia yang riya’ dalam mengerjakan shalat seakan-akan bertingkah khusyu’. Bisa dicek, apabila ia shalat sendirian. Biasanya orang yang riya’ shalatnya berlama-lama ketika berjamaah. Pada dasarnya shalatnya memang tidak bisa diharapkan dapat pahala shalat. Shalatnya sekedar menggugurkan kewajiban. Itulah yang di sebut bahwa orang riya’ bagai seseorang yang punya kantong besar berisi batu yang di sangka orang kantongnya berisi kepingan uang logam, sedangkan batunya tak mampu dipakai untuk berbelanja. Orang seperti ini ingin kelihatan hebat tapi faktanya bagaikan Tong Kosong atau air tak dalam. Sebuah aneka di bawah ini cukup menggambarkan orang riya’ akan berakhir perasa malu.

Ada seorang pria separuh baya, sangat pagi sekali telah sampai di kantornya yang baru. Ia tiba-tiba beres-beres atau membenahi semua sesuatunya. Kemarin baru saja ia berbenah-benah di kantornya yang baru itu, tahu-tahu ia mendengar bunyi atau suara segerombolan seseorang berjalan dari luar pintu. Untuk membuat dirinya penting di hadapan orang-orang yang mau berjalan di ruangannya itu, hingga direktur atau manajer yang baru tersebut langsung menyambar gagang telepon dia pura-pura berbicara. “Terima kasih, Pak,” bilangnya mulai. “Terima kasih atas keyakinan Bapak berikan kepada saya. Sebagai direktur utama perusahaan hari ini Bapak jelas akan mengadakan sebuah ketentuan penting. Namun saya mohon Bapak jangan dulu berbuat sebelum saya menyampaikan pendapat. Ya, ya. Kira-kira setengah jam lagi saya akan datang ke ruang Bapak.” Pria itu meletakkan gagang telepon dan serta sombong melihat segerombolan orang itu, yang dengan wajah  terpukau sudah berdiri di ambang pintunya. “Well, apa yang dapat saya bantu untuk saudara-saudara ?” Seorang di tengah mereka ada yang menjawab, “kami ingin membenahi telepon itu, pak.”

Ini hanya baru di dunia. Dengan jalan apa mengatasi rasa aib di akhirat nanti ?

 

 

 

Oleh : Sunamo
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.