Perjalanan Jauh, Menuju Kampung Akhirat (Ustadz Abuz Zubair Hawaary, Lc.)
Perjalanan Jauh, Menuju Kampung Akhirat (Ustadz Abuz Zubair Hawaary, Lc.)

Perjalanan Jauh, Menuju Kampung Akhirat

MutiaraPublic.com – Saudara muslimin dan muslimat yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT, hidup di dunia seringkali kita melakukan perjalanan (berkendara), berpindah dari satu kota ke kota lain, mengarungi lautan dari satu negeri ke negeri yang lain, terbang diangkasa bersama pesawat menuju tempat-tempat yang kita cari.

Setiap kita melakukan perjalanan dalam kehidupan ini selalu ada harapan dihati kita untuk kembali ke kampong halaman, berkumpul dengan keluarga, anak, istri, karib, kerabat, sahabat dan lainnya. Tapi pernahkah terpikir olehmu wahai saudaraku, setiap kita pasti akan menempuh sebuah perjalanan, dan perjalanan itu tidak akan mungkin pernah kita kembali di dunia ini.

Perjalanan yang sangat panjang, tanpa di temani oleh anak istri dan orang tua, karib, kerabat, dan sahabat dekat . Perjalanan yang sangat jauh, dan tidak akan kembali lagi ke dunia, dengan membawa bekal yang sedikit. Perjalanan tersebut saudaraku, adalah perjalanan Kematian ! perjalanan menuju kampong akhirat, dan itu sebuah kepastian… – Kullu Nafsin Zaikatul Maut – Setiap yang bernyawa, setiap yang hidup semua pasti akan merasakan mati ! semua makhluk fana tidak ada yang kekal dan abadi.

Saat perjalanan panjang tersebut akan dimulai, manusia mulai menyadari bahwa dia akan menempuh perjalanan yang tidak mungkin lagi baginya untuk kembali, ketika itu dia berharap, berangan, tetapi angan-angan hanyalah sebatas angan-angan (belaka), harapannya tidak akan terwujud.

Allah SWT telah menceritakan kondisi orang-orang yang selama ini disibukkan oleh perjalanan dunia, lupa pada perjalanan yang jauh ini (perjalanan menuju akhirat). Ketika perjalanannya dimulai menuju akhirat, apa kata Allah SWT ;

Perjalanan yang panjang ini wahai saudaraku, yang diawali dengan kematian, kemudian dilanjutkan di alam barzah, setelah itu dibangkitkan kelak di “yaumil-kiyamah“, dikumpulkan di “yaumil-mahsyar”, dan kelak akan berakhir di syurga atau neraka.

Beruntunglah orang-orang yang ketika di dunia berjuang menundukkan hawa nafsunya, agar bisa tunduk dan patuh pada Allah SWT. Beriman pada Allah SWT, Beriman pada Baginda Rasulullah SAW, menumpuh jalan yang lurus, beramal sholeh, berpegang teguh hingga akhir khayatnya.

Dan merugilah orang-orang yang dahulu kufur terhadap Allah SWT, menjadikan tandingan-tandingan untuk menyekutukan makhluk-Nya kepada Allah SWT, dan sungguh merugi orang-orang yang terdahulu tidak menjadikan Baginda Rasulullah SAW sebagai suri tauladannya.

Ketika itu orang-orang yang dzalim, orang-orang yang kafir, orang-orang yang sesat, dan orang-orang yang durhaka. Mereka semuanya menggigit kedua tangannya, bukan lagi (mereka) menyesal menggigit satu jari wahai saudaraku, menggigit dua tangan saking menyesalnya. Karena mereka dahulu tidak beriman dan bertakwa, tidak beramal sholeh, serta tidak mengikuti Baginda Rasulullah SAW. Dan ketika itu mereka menyesal dan berkata {“ Andai saja aku dulu menempuh jalan sesuai dengan Baginda Rasulullah SAW “} tetapi semuanya tinggallah angan-angan belaka.  Naudzubillah !

Ingatlah wahai saudara-saudariku, saya, anda, kita semuanya pasti akan menempuh perjalanan tersebut. Tapi kita tidak pernah tau kapan dimulainya perjalanan itu, bisa sekarang, besok, atau lusa.

Yang terpenting adalah sudahkah kita mempersiapkan bekal dalam menempuh perjalanan tersebut, dan yang menjadi masalah adalah sudahkah kita mempersiapkan diri kita, bekal kita dalam menempuh perjalanan tersebut, yang diawali dengan kematian, kemudian menghadapi pertanyaan-pertanyaan malaikat di alam barzah, setelah itu sudahkah kita memiliki bekal untuk menghadapi  “yaumil-mahsyar” yang begitu panjang, mengerikan, dan dahsyat, dimana matahari didekatkan kepada kepala manusia.

Sudahkan kita mempersiapkan diri kita untuk mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan Allah SWT, ketika kita di tegakkan dihadapan-Nya (Allah SWT).  Dan serentak tubuh kita pun bersaksi, sudahkah kita mempersiapkan ini semua ?.

Marilah wahai saudara-saudariku, sebagaimana anda jika melakukan perjalanan didunia selalu bersiap-siap, menyiapkan bekal, pakaian, apa saja yang rasanya anda perlukan dalam perjalanan. Itu adalah perjalanan fana, dan yang ini (perjalanan akhirat) adalah yang kekal dan abadi, tidak ada tempat disana (akhirat) kecuali Syurga atau Neraka.

Semoga Rahmat Allah SWT menyertai setiap langkah kita, mudah-mudahan Allah SWT membimbing kita kepada jalan yang lurus, meneguhkan kita diatasnya (syurgaNya), memberikan kita khusnul khotimah, serta keteguhan dalam kehidupan dunia maupun setelah mati.

Persiapkan dirimu wahai sadara-saudariku, persiapkan bekalmu untuk mengarungi perjalanan di kampung akhirat nanti.

 

 

Oleh : Ustadz Abuz Zubair Hawaary, Lc.
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.