Penilaian Allah !
Penilaian Allah !

Penilaian Allah !

( MutiaraPublic.com )

 

“Dalam diri anak Adam ada segumpal daging, jika ia baik, baiklah seluruhnya dan jika ia jahat, jahatlah seluruh anggotanya, ketahuilah ia adalah hati” (Riwayat : Bukhari dan Muslim).

 
Hati itu sumber segala sesuatu, kebaikannya akan membawa kebaikan dari segala yang dilakukannya, keburukannya member keburukan juga kepada apa yang dilakukan.
 
Ia adalah tempat yang akan dinilai oleh Allah SWT dibalik amal-amal kebaikan atau keburukan seseorang hamba.
 
Allah SWT mencintai hati yang bersih, hati yang senantiasa merendah diri, hati yang ikhlas, hati yang gemetar, hati yang penuh cinta, hati yang senantiasa mengharapkan keampunan dan pengharapan.
 
Penilaian manusia terletak pada apa yang dilakukannya, tetapi penilaian Allah SWT apa yang tersembunyi dalam hatinya.
 
Ada manusia yang melakukan amal begitu hebat disisi manusia, kemana ia pergi, nama dan amalnya atau kejayaannya yang senantiasa menjadi sebutan, tetapi disisi Allah SWT, ia tiada nilai malah lebih hina dari seekor anjing karena tiada keikhlasan.
 
Ada manusia yang amalnya sedikit atau kecil, dan tiada menusia yang memandangnya tetapi disisi Allah SWT nilainya sangat tinggi disebabkan keikhlasannya.
 
Di akhirat nanti, seluruh manusia akan berhadapan dengan Allah SWT, baik ia ulama para syahid, para hafiz, para ahli ibadah, para ahli dermawan dan sebagainya untuk diperiksa hati mereka.
 
Amat jahil dan butalah seseorang itu jika ia menganggap persoalan hati adalah kecil sedangkan di akhirat nanti ia adalah perkara yang utama menjadi penilaian Allah SWT.
 
Imam Nawawi dalam menyusun hadits 40 telah meletakkan hadits yang berkaitan dengan niat sebagai hadits yang utama. Syirik atau menduakan Allah SWT dalam amal adalah melambangkan tiada adab ia dengan Allah SWT, melambangkan tiada bersih hatinya. Mereka yang tiada ilmu dalam perjalanan nafsunya amat mudah tertipu.
 
Beribadah tetapi menyebabkan jauh dari Allah apabila ibadahnya dimasuki penyakit ‘ujub, takabbur atau riak. Diberi kekayaan dan menyangka ia adalah nikmat padahal ia adalah istidraj untuk memusnahkan dirinya apabila harta tadi melalaikan ia dengan Allah SWT.
 
Banyaknya ibadah dan amal  bukannya menjadi nilai lagi disisi Allah, namun inti pokok keikhlasan adalah menjadi ukuranNya.
 
 
Redaktur : Zainul Hakim
Editor : Sa’Dullah
 
 
 

DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

( MutiaraPublic.com )   “Dalam diri anak Adam ada segumpal daging, jika ia baik, baiklah seluruhnya dan jika ia jahat, jahatlah seluruh anggotanya, ketahuilah ia adalah hati” (Riwayat : Bukhari dan Muslim).   Hati itu sumber segala sesuatu, kebaikannya akan membawa kebaikan dari segala yang dilakukannya, keburukannya member keburukan juga kepada apa yang dilakukan.   …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.