ilustrasi - Ojo Dumeh (jangan sombong)
ilustrasi - Ojo Dumeh (jangan sombong)

Ojo Dumeh !!! (Jangan Sombong)

MutiaraPublic.com – Ibarat Filosofi Padi ; semakin berisi… semakin merunduk, semakin tinggi ilmu, kuasa, harta dan ketenaran… semakin bersikap rendah hati (tawaddu’), karena ujian dari Allah SWT bukan hanya kesusahan tetapi juga kesenangan. Hal ini cukup hanya menggunakan dua kata “ Ojo Dumeh ” adalah bentuk “Warning” dari para Waliullah yang telah mengenalkan Islam di tanah Jawa, sekaligus Uswatun Khasanah sebagai pewaris para Nabiullah.

Rasulullah SAW bersabda, Tawaddu’ adalah termasuk akhlak para Nabi, dan Sombong adalah termasuk akhlak orang kafir dan fir’aun.

Keangkuhan diktator kejam Ramses III (Fir’aun) dibinasakan, sebenarnya Fir’aun tahu bahwa Nabi Musa AS, itu benar, tetapi karena sifat gengsi dan sifat angkuhnya dia (Fir’aun) tidak mengakui kebenaran dai Nabi Musa AS tersebut.

Keserakahan Sang Milyader Korun ditenggelamkan, karena sifat tamak yang membuat Korun tersebut menjadi kikir tidak mau lagi bersedekah dan bahkan lupa kepada ajaran Agama.

Kedengkian Abu Lahab dihancurkan, karena menjadi penghalang syi’ar Baginda Rasulullah SAW. sehingga sampai matipun dia masih diselimuti dengan kebencian.

Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, semua kisah diatas ini sering kita dengarkan baik itu dari Ustadz, dari dongeng Ibunda, sebagai pengantar tidur ketika kita masih kecil tentang sebuah peristiwa, sebuah contoh wajah-wajah manusia, sebuah sebab-akibat dari perbuatan manusia yang lebih mengarah kepada akhlak kita, jauh… lebih baik dari serial sinetron yang berjudul : Ganteng-ganteng Serigala. 🙂

Keangkuhan, keserakahan, dan kedengkian, sering muncul ketika kita berkuasa, ketika kita punya, ketika kita tersanjung oleh pujian-pujian, dan ketika naf-su kita mengatur butiaran-butiran ambisi dan gengsi, hinggap di dada tanpa terasa. Karena harta, karena ilmu, karena derajat sosial, karena bentuk tubuh yang ideal, karena skill dan speed kita dalam berkarya, bahkan karena kefasihan kita dalam berbicara/ ngobrol perihal ilmu pengetahuan.

Saudaraku MutiaraPublic yang dirahmati Allah SWT, dalam Hadits Qudsy Allah SWT berfirman ; {” Hai Isa ! Banyak diantara wajah yang tampan, tubuh yang sehat dan lisan yang fasih, kelak (berada) diantara tumpukan Api Neraka ! “}.

Seperti misalnya sekarang yang terjadi ; Wakil Rakyat sering lupa kalau sebenarnya mereka itu hanya mewakili rakyat !. Birokrat kadang lupa sebenarnya tugasnya tersebut hanyalah melayani rakyat !. Tokoh Agama yang sekarang ini terlalu banyak Mauidhoh Khasanah, mereka lupa akan Uswatun Khasanah, lupa pada perbuatan, ucapan, bahkan terkadang mereka ta terasa menyaluti (membangga-banggakan) sesamanya. Ojo Dumeh Kuoso ! (Jangan mentang-mentang berkuasa), Ojo Dumeh Duwek ! (Jangan mentang-mentang punya/ kaya harta), Ojo Dumeh Pinter ! (Jangan mentang-mentang pintar/ ahli), Berlaku seenaknya saja memandang orang dengan sebelah mata, Siapa Kita ????

Wahai saudaraku…, bukankah Allah SWT telah berfirman dalam surat At-Thoriq (5-7) ;

{” Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan, dia diciptakan dari air (sper-ma) terpancar yang keluar diantara tulang punggung dan tulang dada “}.

  • Adolf Hitler, bersama kekuatan tentara NAZI berambisi menguasai dunia ini, dengan angkuhnya menganggap bangsa Jerman (bangsa ARI) adalah bangsa yang paling mulia di dunia, namun apa yang terjadi… mereka binasa !
  • John Lennon, dengan entengnya mengatakan bahwa “saya lebih terkenal dari pada Tuhan” ! namun apa yang terjadi… dua hari berikutnya ia tewas misterius !
  • Mikhael Gerrad Tyson atau yang dikenal dengan Mike Tyson, mengatakan saya tidak akan dikalahkan oleh siapapun, namun… akhirnya pun dia tersungkur K.O. oleh James Douglas yang sama sekali tidak diunggulkan dalam pertarungan tinju.

Saudaraku.., Ojo Dumeh ! adalah merupakan ajakan dari para Waliullah untuk bersikap rendah diri (tawadhu’). Tiga sifat manusia (keangkuhan, keserakahan, dan kedengkian) yang saling merekat merupakan trayek menuju ke Neraka Jahannam. Lebih jelasnya, Janganlah sok mentang-mentang Presiden, janganlah sok mentang-mentang Aparat Negara, janganlah sok mentang-mentang Tokoh Masyarakat, janganlah sok mentang-mentang Ustadz, apalagi hanyalah seorang takmir masjid.

Sungguh apalah arti kita ini, yang mana kita ini hanyalah hamba yang dhoif, kita ini hanyalah melayani masyarakat, memberikan yang terbaik bagi masyarakat, tidak lebih !

  • Jangan mentang-mentang kita masyarakat tertindas kemudian kita berbuat anarkis, menyerang toko-toko, merusak fasilitas umum, bahkan menghujat pemimpin/ pejabat negara seenaknya saja !
  • Jangan mentang-mentang pelayanan masyarakat kurang memuaskan oleh instansi terkait lalu kita memprovokasi rekan-rekan untuk mengajak demo, membakar ban bekas, yang justru hal ini akan memberikan dampak yang buruk bagi lalu lintas yang biasanya macet malah tambah muacettt Puolll… !
  • Jangan mentang-mentang punya hak yang sama sebagai pemerhati yang harus dilayani dengan sarana yang mewadahi, bekomentar pedas, mengumpulkan data-data keburukan, keterlambatan program-program. Ibarat pepatah ; “Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, akan tetapi kuman di seberang lautan jelas kelihatan”.. Sungguh TERLALU… !

Saudaraku MutiaraPublic yang di rahmati Allah SWT, adanya perihal kekhilafan itu disebabkan oleh situasi dan kondisi (SiKond) yang belum steril, yang masih terkontaminasi dengan kepentingan-kepentingan pribadi, justru hal ini akan berdampak negatif pada khalayak umum. Oleh karena itu marilah kita terus membenahi diri dari situasi dan kondisi sekarang ini, dengan terus-menerus beristighfar kepada Allah SWT dan selalu ber-tawadhu’ kepada-Nya.

{” Kita tak punya hak untuk di hormati, akan tetapi lebih indah jika kita saling menghormati “}.

 

Semoga kita menjadi Hamba yang Tertolong di Dunia dan di Akhirat ! Aamiin…

 

 

 

Oleh : Khodimul Masjid Afifuddin (Mondoroko, Singosari, Malang).
Redaktur : Zaiunul Hakim


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.