Bertaubat Kepada Allah SWT
Bertaubat Kepada Allah SWT

Nabi Saja Mau Bertaubat Kepada Allah, Kenapa Kita Tidak ?

MutiaraPublic.com Islam diwahyukan oleh Allah SWT untuk mempermudah urusan-urusan kita serta menjadikan kita agar lebih baik! Dan sungguh nabi-nabi itu, diutus oleh Allah SWT dengan membawa 2 hal. Yang pertama, yakni mengenai kabar kebaikan (kabar baik), dan yang kedua itu adalah mengenai peringatan terhadap kabar buruk.

Sungguh Bagi kita (orang-orang) yang beriman kepada Allah SWT, maka tidak akan ada kabar buruk, yang ada bagi kita hanyalah peringatan supaya selalu senantiasa berhati-hati dan supaya jangan sampai kita terjerumus ke jalan yang salah (jalan sesat).

Hal yang bisa menjauhkan kita dalam menggapai kesuksesan akhirat itu adalah terlalu tamaknya kita sehingga kita terus-menerus bergantung pada hal-hal duniawi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :

{” Dan tiadalah kehidupan dunia ini kecuali senda gurau dan main-main. Dan (sesungguhnya) akhirat itulah yang sebenar-benarnyanya kehidupan, kalau mereka mengetahui “} (Q.S.: Al-Ankabut “29:64”)

Maka segeralah bertaubat ketika kita melakukan berbagai kesalahan yang bergelimang dalam dosa-dosa duniawi ini. Ketika kita melihat sejenak sejarah bahwa nabi-nabi pun melakukan taubat.

Jauh di masa lalu, nabi Adam a.s. yang telah membuat suatu kesalahan yang fatal, dan Nabi Adam a.s. lah manusia pertama kali di bumi yang bertaubat atas kesalahannya ! Kemudian beliau berkata : {” Ya Tuhanku (Allah SWT), (sungguh) dirikiu ini telah mendzalimi diri sendiri. Dan Aku (menyadari) telah melakukan kesalahan kepada-Mu, Namun jika Engkau (Allah SWt) tidak mengampuniku, maka sungguh diriku termasuk hamba (orang-orang) yang merugi “}

Seperti juga Nabi Nuh a.sa, ketika beliau melihat putranya tenggelam, dia pun merasa terpukul karenanya ! Dan kemudian beliau mengadu kepada-Nya (Allah SWT). Dan Allah SWT pun berfirman : {” Jangan engkau meminta apa-apa yang tidak engkau ketahui “}. Maksud dari firman tersebut adalah Allah SWT mengetahui bahwa Nabi Nuh a.s. sangat mencintai kepada putranya, Namun tetapi, Allah SWT mencintai putranya itu sebagai makhluk-Nya. Dan sungguh Allah SWT jauh lebih mencintai putranya dibandingkan Nabi Nuh a.s. yang cinta pada putranya ! Dan dikala itupu Nabi Nuh a.s. langsung bersujud dalam taubatnya : {” Ya Allah yang maha pengampun, ampuni aku karena ketidaktahuanku itu “}.

Seperti halnya juga Nabi Musa a.s. yang berkata : {” Ya Allah…, tunjukkanlah diri-Mu (wujud-Mu) “} kemudian Allah SWT baru ingin menunjukkannya namun apa dikata gunung itu pun langsung meledak. Kemudian Allah SWT berfirman : {” Berhentilah meminta apa-apa yang tidak engkau ketahui “} dan Karena hal tersebutlah kemudian Nabi Musa a.s. itu pun langsung memohon ampunan (bertaubat) kepada Allah SWT.

Sungguh segala aspirasi dan segala cita-cita yang ingin kita capai itu hanya dapat dicapai jika kita beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Karena Dialah Allah SWT Dan sungguh kita ini tidak akan mampu menggapai hal-hal tersebut, ter-kecuali kita ini mau untuk mendekatkan diri kepada-Nya (Allah SWT) terlebih dulu, dan kemudian kita mau bertaubat. Dan sungguh itulah yang dimaksud dengan penyucian diri dari segala dosa-dosa kita.

Semoga Allah SWT selalu mengampuni dosa-dosa kita dan umat muslim lainnya, Aamiin !

 

 

 

Oleh : Ika Aminatuz Zuhro
Redaktur : Nur Laely


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.