Munajat : Inspirasi dan Penyejuk Hati

Ketika aku sujud padamu, ya Rabb, kurasakan dunia ini seakan runtuh padaku, rebah dan tersungkur jatuh menghempas isi alam yang rakus ini, bertunggang langgang segala cucu cicit dosa yang melingkari tubuh kufur. 
Aku ingin sering ada dalam tenang dan tentramMu, setenang dilautan syurga, aku mau nikmati nafas penuh aroma cinta darimu ya Rabb, entah dimana silap yang sering aku lakukan, aku ini sangat membutuhkan nikmat darimu agar tidak berpaling walau sedetik terhadapku.
Alam ini terasa sangat begitu sempit, walaupun luasnya ketika aku berada di lautan, segala fatamorgana tidak terlepas dari pandangan namun aku masih terhimpit dan sakit menahan sempit, atasku langit yang putih membiru cantik dan menawan ingin rasanya ku gigit seperti gula kapas. 
Bawahku lantai bumi penuh debu kotor dan hitam sedang nun tujuh kaki dalamnya terhuni segala binatang serangga berbisa dan tidak bertulang.
Benar aku tidak sekuat maryam yang ditoreh hatinya melihat anak tercintanya disiksa dihadapan mata, tapi aku tidak mau jadi selemah lemah ibunya yusuf as yang kufur pada nafsu syaitan bertakhta di hati.
Cobaan mereka cobaan semulia umat yang akan diangkat menjadi khalifa agung dibumi sedang hanya aku , bumi mu yang sementara ini allah, aku mau panjat kan segala doa agar tidak terkudung perjalananku di akhirat sana.
Aku keliru pada setiap kali nafas yang aku hela, bukan untuk dinikmati tanpa sebab musabab,aku turut keliru bilamana kenikmatan sejak lahir yang kau tiupkan kepada ulu hati ku kadangkala bibitkan ketakutan yang menggigil di sanubariku. 
Aku takut jika akan terlupa akan engkau ya allahterlupa untuk sering bermunajat kepadamu terlupa dalam menunaikan perintahmu.
Aku nantikan sebutir sinar yang dapat kurasakan kian hampir, sedikit waktu lagi, aku bisa bebas dari ujianmu yang menduga.
Redaktur : Ahmad Jailani
Di sadur Dari Berbagai Sumber. (powered by google.com)

DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.