Motivasi Islami : Indahnya Di Balik Kegagalan !
Motivasi Islami : Indahnya Di Balik Kegagalan !

Motivasi Islami : Indahnya Di Balik Kegagalan !

MutiaraPublic.com – Maha Suci Allah SWT yang mana telah menciptakan segala sesuatu dan hal itu pasti ada maksudnya, serta hal tersebut tak sia-sia jua keberadaanya. Termasuk dalam hal menghadirkan suatu “kegagalan demi kegagalan” di dalam kehidupan hamba-hamabaNya. Bagi kita yakni orang-orang sukses, setiap kemunduran, setiap kesalahan, setiap mungkin kebangkrutan dan setiap kegagalan demi kegagalan sejatinya adalah merupakan guru terbaik yang akan mampu mematangkan mental serta akan menjadi bimbingan bagi kita dalam menciptakan sebuah kesuksesan. Sungguh Indahnya di balik kegagalan itu !

Sauadaraku, Seharusnya kita sudah menyadarinya bahwasanya segala yang dihadirkan itu pasti ada tujuannya, termasuk kegagalan itu sendiri. Oleh karena itu, apabila kita melaksanakan suatu usaha lantas kemudian kita gagal dalam usaha tersebut, maka bersyukurlah karena sesungguhnya kita itu diberi kesempatan yang lebih baik lagi untuk berbenah diri. Pandanglah kegagalan tersebut dari sudut pandang yang positif, maka niscaya kita akan melihat dan merasakan keindahan yang selama ini mungkin terlewatkan dalam pikiran kita, dan kita akan mengetahui betapa indahnya di balik kegagalan itu.

Memang sih.., kalau kita masih belum terbiasa dengan kegagalan tersebut, rasanya sih.. sangat berat sekali, mungkin yang terlintas di benak pikiran kita adalah “Gagal Kok Disuruh Mencari Nilai Positifnya ? Gimana Toh”. hehehe… Tapi saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, Ketika Emosi kita mulai merendah dan emosi kita mulai stabil yang diakibatkan oleh kegagalan tersebut, maka tanpa sadar bahwa sering kali yang dulu kita anggap kegagalan itu ternyata justru menyimpan sejuta pembelajaran penting bagi kita (pengalaman berharga) dan yang dulu pun kita anggap masalah ternyata pada hari selanjutnya atau di kemudian hari malah akan menjadi berkah buat kita. “Oh… iya.. ya…, kemarin saya kalah tender ternyata tender itu ada masalah toh…! Owalah… Untung saja bukan aku yang menang tender itu..”. misalnya lagi : “Hem… Untung dulu pas waktu ngelamar disitu saya ditolak jadi karyawannya, Coba jika saya diterima, mungkin saya tidak akan menjadi orang sukses (miliader) seperti sekarang ini..” Alhamdulillah…!

Saudaraku, seperti hal yang kita ketahui bersama, bahwa kegagalan itu adalah sebuah kata yang pastinya sama sekali tidak enak untuk didengar di telinga kita, sesuatu yang pastinya tidak disukai dan setiap dari kita tersebut pastinya juga tidak menginginkannya. Akan tetapi seperti yang telah disebutkan di atas ini, bahwa dibalik dari kegagalan itu pastinya ada hikmah yang tersembunyi. Bisa-saja suatu kegagalan yang datang tersebut bermanfaat untuk memuliakan hati kita, bermanfaat untuk membersihkan pikiran-pikiran dari keangkuhan, bisa-saja kegagalan tersebut bermanfaat untuk memperluas wawasan kita, mendekatkan diri kita untuk lebih dekat dengan Allah SWT, serta bisa-saja kegagalan tersebut bermanfaat untuk mengajarkan kita agar menjadi lebih tegar dan lebih gagah lagi tatkala kita lengah menjadikan diri untuk lebih berani lagi.

Seperti yang di utarakan oleh Jhon F. Kennedy, ia berkata bahwa : “Hanya orang-orang yang berani gagal total-lah yang akan mampu meraih sukses total”

Jadi Saudaraku, janganlah kita takut akan kegagalan tersebut karena hal itu sama saja dengan kita takut untuk menuju sukses !

Takut sukses ? Adakah diantara kita yang takut akan sukses ???

Menurut Profesor Schein, beliau mendefinisikan bahwa takut sukses itu adalah sebuah perasaan yang sebetulnya telah mengajak kita untuk menghindar diri dari usaha setelah kita melakukan kegagalan. Inilah disebut dengan penyakit “Takut sukses”. Kita menjadikan suatu kegagalan kita itu sebagai dasar alasan belaka atau sebagai pembenar untuk menghindari diri dari usaha yang tentunya merupakan syarat mutlak bagi kita dalam meraih keberhasilan/ kesuksesan. Dan sungguh penyakit Tskut Sukses inilah yang sampai sekarang ini paling banyak diderita oleh kita (manusia).

Saudaraku, kegagalan adalah merupakan sebuah keniscayaan hidup dalam perjuangan untuk meraih impian dan cita-cita kita. Oleh karena itu dengan kita menyadari keberadaan kegagalan-lah, kita akan selalu mampu optimis dalam menatap masa depan ini. Bahkan sebenarnya bisa dibilang bahwa kegagalan itu sangatlah penting bagi karier apapun dan bagi siapapun. Dan Untuk menjadikan sebuah kegagalan itu sebagai sumber “motivasi” kita dalam meraih suatu keberhasilan yang kita ingin capai, maka hendaknya kita itu perlu membuka diri pikiran kita itu dengan pilihan.

Terdapat banyak pintu atau banyak cara untuk menggapai tujuan tersebut, ibarat pepatah : “banyak jalan menuju Mekah”. Oleh karena itu saudaraku, janganlah sekali-kali kita digelapkan oleh satu cara saja yang sudah nyata-nyata cara tersebut gagal. Artinya kalau satu cara itu gagal bukan berarti cara lain itu gagal juga atau sudah tertutup dan cara itu adalah akhir dari segalanya. Ketahuilah bahwa masih banyak opsi-opsi lain dan pilihan yang bisa kita lakukan dalam menggapai kesuksesan tersebut.

Sebagaimana Firman Allah SWT, yang artinya : {” Dan Ya’kub berkata : Hai anak-anakku.., janganlah kalian bersama-sama memasuki dari satu pintu gerbang itu, masuklah (kalian) dari pintu-pintu gerbang yang berlainan, namun demikian aku tiada bisa melepaskan kalian barang sedikitpun dari “takdir” Allah SWT. Keputusan menetapkan sesuatu hanyalah hak Allah SWT. (sungguh hanya) Kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang (kalian) yang bertawakkal berserah diri “} (QS. Yusuf : 67)

Dengan kegagalan tersebut sesungguhnya Allah SWT telah memberikan tahap-tahapan pembelajaran bagi kita, mematangkan emosional, mental, dan spiritual kita. Dan sungguh dengan kegagalan pulalah tangga-tangga menuju puncak kesuksesan itu akan terbentang lebar bagi kita. Itulah indahnya kegagalan yang insyaallah akan mampu membiaskan pengalaman-pengalaman yang mempesona yang acapkali menyelimuti usaha-usaha kita, tentunya sebagai modal kehidupan didalam pengabdian kita kepada Sang Pencipta, yakni Allah Yang Maha Rahman. Semoga !

 

 

 

Dikutip dari : H.M. Masykuri Abdurrahman (Sidogiri)
Oleh : Zainul Hakim
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.