Meratapi Jati Diri kita Dengan Mengkaji Jalan Dan Tujuan !

foto dari : halindshop.blogspot.com
Jalan dan Tujuan merupakan satu paket untuk mengidentifikasikan jati diri kita. Tujuan tanpa jalan akan membingungkan, dan jalan tanpa tujuan jelas malah bikin linglung. Jadi semestinya tidak ada yang menyanggah soal ini.
Tapi, dalam kehidupan kita hari ini, tujuan dan jalannya sudah tak lagi menjadi satu paket yang saling menjelaskan. Buktinya, ada orang yang mengajak kita ke sebuah tujuan tetapi dengan jalan yang menghancurkan dirinya sendiri. 
Ada juga orang yang mengajak kita menyusuri sebuah jalan tetapi dengan tujuan yang tidak bisa menerima jalannya itu. Coba,  mari kita bergabung dengan teman-teman yang mengajak kita ke surga. Kita tentu sepakat, surga adalah tujuan yang baik, tujuan semua orang. 
Akan tetapi, ketika kita menapaki jalan yang mereka tunjukkan kita mulai bertanya, benarkah surga dapat dicapai dengan jalan yang mereka tunjukkan, yakni dengan jalan memakan buah kuldi yang jelas-jelas Allah melarang untuk memetiknya? Mungkin kita pernah ditawari sekejap surga dalam sebutir pil, dan menjadi tahu seperti apa surga yang diraih dengan jalan menenggak pil itu.
Tentu saja sebadung-badungnya kita, senakal-nakalnya kita, pastilah kita mengingkan surga sebagai akhir hidup kita. Tetapi pernahkah kita bertanya tentang surga itu ketika kita sedang  menapaki jalan yang sama sekli tak bisa menuntun kita kesana? Mengapa  kita hanya mau tahu tujuannya saja, tanpa pernah mau tahu dengan jalan yang kita tempuh? Apakah jelas akan mengantar kita ke tujuannya??
Jadi,,, kita harus mengetahui betul apakah jalan yang kita tempuh menjamin tujuannya dan tujuan yang sedang kita capai memang merupakan pasangan dari jalannya. Tanpa begini, kita hanya akan menjadi korban yang salah tujuan dan tujuan yang salah jalan.
Janganlah kita terpedaya nikmat dunia yang hanya menawarkan kenikmatan maya, yang membuat kita gelap mata, bisa-bisa pikiran kita pusing dibuatnya. 
Marilah kita menjadikan hari esok yang lebih baik dari pada hari ini. Kita songsong hari esok dengan segala amal perbuatan dan bersyukur atas segala kenikmatan yang diberikan, yang akhirnya membawa kita ke surgaNya. Ingat, rasa syukur itu yang kita curahkan tidak sebanding dengan limpahan rahmatNya.
Wallahua’lamBishawab…!


Dari : Fie
Redaktur : Zainul Hakim

DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.