Mengkaji Kehidupan Yang Sebenarnya
Mengkaji Kehidupan Yang Sebenarnya

Mengkaji Kehidupan Yang Sebenarnya

MutiaraPublic.com – Mendengar kata “kehidupan” mungkin diantara kita masih banyak yang berfikir bahwasanya kehidupan itu adalah segala hal yang berkaitan dengan makhluk yang hidup di dunia ini, sehingga kehidupan akhirat sering kali terabaikan bahkan terlupakan, padahal kehidupan yang sebenarnya itu hanya ada di akhirat kelak.

Sesungguhnya dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara sedangkan akhirat itulah yang akan kekal abadi, Oleh sebab itulah janganlah sampai kita terpedaya oleh berbagai keindahan dunia yang bisa melalaikan kita untuk mendapatkan kehidupan yang sebenarnya, jauhkanlah hal-hal yang bisa melalaikanmu untuk mengingat akhirat, sebagaimana dalam sebuah hadist yang dijelaskan sebagai berikut, yang artinya :

Dari Anas r.a. berkata : Baginda Rasulullah SAW bersabda, {” Ya Allah, sesungguhnya tiada kehidupan yang sebenarnya itu kecuali kehidupan akhirat (kelak) “} (HR. Bukhari & Muslim)

Dari hadist diatas tersebut kita dapat menyimpulkan bahwasanya Rasulullah SAW meyakini bahwa kehidupan sebenarnya itu tidak ada kecuali kehidupan akhirat. Jangan sampai kita tenggelam kedalam kefana-an dunia yang seringkali menipu, kekayaan dan kemiskinan hanya ujian semata, begitupun dengan kebahagian dan kesedihan, oleh sebab itu jika kita diuji oleh Allah dengan salah satunya, maka sikapilah dengan cara yang baik, syukuri apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita, karena sesungguhnya Allah akan memberikan pahala bagi siapapun yang beramal baik karena-Nya.

Jadikanlah dunia ini sebagai tempat (wadah) untuk menanam benih-benih pahala, yang akan menjadi bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Jauhilah hal-hal yang dapat menambah dosa dan mengurangi pahala kebaikan kita, seperti bermaksiat secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi di tempat manapun, karena Allah senantiasa melihat segala perbuatan yang kita lakukan di dunia.

Jika kita sering bermaksiat kepada Allah bersegeralah bertaubat memohon ampunan-Nya, karena sesungguhnya Allah maha pengampun kepada hamba-Nya yang bertaubat. Maka dari itu jadikanlah kehidupan akhirat tersebut sebagai tujuan utama, sehingga kita akan senantiasa terdorong untuk beramal baik, dan akan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari dengan cara terus memperbaiki diri. Hati kita akan selalu merasa takut akan murka-Nya ketika kita hendak berbuat maksiat, sehingga kita akan terjauhi oleh perbuatan-perbuatan dosa tersebut.

 

 

 

Oleh : Hawada Afiyah
Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.