Mengetahui Miskin Yang Sebenarnya

MutiaraPublic.com Sauadaraku, Sebagian manusia pada umumnya telah beranggapan bahwasanya Miskin itu adalah sebuah kehinaan. Sedangkan Tolak-Ukur dalam menentukan “dikatakannya Miskin” itu pun hanya dengan sebuah materi berupa harta kekayaan.

Ketahuilah bahwa Miskin yang sebenarnya itu tidak-lah hina. Sebab Miskin itu merupakan satu ketetapan Allah SWT kepada hamba-hambanya semata-mata untuk menguji kita sebagai seorang hamba, dan Allah SWT pun bukanlah Sang Pencipta yang dzholim atas hamba-hambanya. Tinggal bagaimana kita sebagai seseorang hamba selalu bersyukur dalam menghadapi takdir kemiskinan tersebut. Apakah kita sebagai seorang hamba akan merendah-kan diri kita sendiri ataukah kita akan memuliakan diri kita sendiri dengan ujian kemiskinan tersebut.

MENJADIKAN DIRI KITA KAYA DI-MATA MANUSIA, MESKIPUN KITA MISKIN !

Sebelumnya penulis ingin memberikan suatu kisah dimana pada Suatu ketika, dalam perjalanan ke sekolah putri penulis sedang melihat seorang yang meminta-minta di jalan dekat sekolahnya. Kakek itu usianya sudah tua dan fisiknya cacat. Dengan tanpa ragu, penulis yang mengantar putrinya memberikan semua bekalnya untuk bapak tersebut.

Di waktu lainnya, kemudian rumah penulis kedatangan peminta-minta yakni seorang ibu yang menggendong balitanya. Kali ini putri kami diam saja, dan mengamati penulis yang memberikan sebungkus nasi kepada ibu yang menggendong balitanya tersebut (peminta-minta).

Selanjutnya putri kami pun bertanya, Mama mengapa mereka (kedua orang tadi) itu meminta (tanya putri kepada penulis)? Dan Mengapa mereka berbeda mama ? Nampaknya putri penulis bisa mengerti dan memahami alasan kakek yang tua dan fisiknya cacat tersebut meminta-minta, Akan tetapi putri penulis tidak mengerti dan tidak paham mengapa si ibu yang membawa balita yang terlihat masih segar itu masih meminta-minta. Padahal si ibu itu terlihat sehat-sehat saja dan tidak renta.

Saudaraku.. sungguh manusia di zaman sekarang ini sangat takut pada satu hal yakni : “Kemiskinan”. Namun, tahukah kalian semua… siapakah orang miskin itu, orang miskin yang sebenarnya ? Lalu, Bagaimana caranya agar menjadikan diri kita ini Kaya meskipun kita miskin ? Jawabannya adalah Kita harus Paham dan Mengerti hakikat miskin tersebut.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴﻦُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﺮُﺩُّﻩُ ﺍﻟﺘَّﻤْﺮَﺓُ ﻭَﺍﻟﺘَّﻤْﺮَﺗَﺎﻥِ، ﻭَﺍﻟﻠُّﻘْﻤَﺔُ ﻭَﺍﻟﻠُّﻘْﻤَﺘَﺎﻥِ، ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴﻦُ ﺍﻟْﻤُﺘَﻌَﻔِّﻒ

Artinya : {” Bukan-nya orang miskin yang hakiki itu adalah orang (peminta-minta dari pintu-ke-pintu) yang di-tolak oleh se-butir kurma dan dua-butir kurma, serta di-tolak oleh se-suap atau dua-suap makanan, Akan tetapi Miskin (yang hakiki/ sejati) itu adalah yang menjaga harga diri (tidak meminta-minta).”} (H.R. Al-Bukhari no 4539)

Saudaraku, dari hadits di atas ini telah menjelaskan bahwasanya, cukupkan-lah diri kita dari meminta-minta meskipun kita telah kekurangan. Hingga orang lain pun memandang kita adalah orang yang selalu berkecukupan dengan penuh rasa syukur.

Jika kita pun harus mengadu dan mengeluh tentang miskin ini, maka mengadulah hanya kepada Dzat yang menciptakan kita, Ya…,  Dialah Allah SWT  yang Maha Pengasih dan Penyayang !

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

Artinya : {” Sesungguhnya hanya-lah kepada Allah SWT diriku mengadukan kesusahan dan kesedihanku “} (Q.S. Yusuf: [86])

Jika kita pun ternyata masih saja harus tetap meminta pertolongan kepada orang lain, maka jangan-lah kita meminta pertolongan itu dengan memaksa, apalagi sampai kita merendah-kan dan menghina-kan diri-sendiri, akan tetapi tetap-lah kita selalu berusaha dan berdoa (ikhtiar dan tawakal) dalam mendapatkan solusinya.

 

Semoga Bermanfaat !

 

 

 

Oleh : Nur Laely
Redaksi : Nur Laely


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.